• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 24 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Ayah Bunda

Wah, Anak Hebat

08/11/2021
in Ayah Bunda
Wah, Anak Hebat

Foto: Unsplash

74
SHARES
566
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Wah, Anak Hebat, Oleh: Umi Widya

Saat Jurnal pagi di sekolah, anak baru melaporkan hasil jurnalnya kepada Bu guru.

“Bu, Sudah,” tukasnya.

“Wah, anak hebat, bagus sekali gambarnya,” sahut Bu Guru yang juga masih baru.

Selewat nampak biasa saja, tak ada yang salah. Namun, sepulang sekolah segera saya kumpulkan semua guru. Di sekolah kami, ini sesuatu yang harus segera diurus. Mengapa begitu?

Sepintas lalu tak ada yang salah dengan ucapan ataupun tindakan guru. Namun, itu sebuah “kesalahan” yang tanpa disadari dilakukan oleh kita yang berkecimpung di dunia anak usia dini ataupun orangtua yang memiliki anak usia dini.

Baca Juga: Semangat Seorang Ibu Melahirkan Anak yang Hebat

Wah, Anak Hebat

Dampak ucapan guru ini yang akan “membahayakan” kehidupan anak suatu hari nanti. Ketika semua orang dewasa di sekitar anak, mengucapkan kata-kata “Wah, kamu hebat” atas apa pun yang dia lakukan, maka yang tersimpan di memori anak adalah “Saya dilatih untuk membuat orangtua (guruku) bahagia…saya kecanduan perhatian, pengakuan dan validasi,” kata Howard Stern. Ini sangat tidak aman.

Hebat itu tidak sama dalam persepsi setiap orang. Saat anak menghabiskan makanannya disebut hebat. Saat dia bisa membuka baju sendiri juga dikatakan hebat. Betapa kecewanya dia saat dia melakukan hal serupa dan itu biasa saja bagi sebagian orang, tak ada yang menyebutnya hebat. Saat dia merasa sudah berbuat namun tak ada yang mengakui kehebatannya dia bisa sangat depresi.

Lalu, bagaimana? Kok kata-kata sebaik itu masih salah juga sih? Jadi guru di sekolah Bu Widya ini ribet amat. Segala salah. Trus musti ngomong apa lagi?

Kalau belum tahu mau bilang apa, duduk dulu, tenang, tarik nafas. Mikir. Sampaikan apa yang kita lihat. Katakan faktanya. Misal saat anak jurnal, menggambar lingkaran warna warni, lalu dia lapor, katakan, “Alhamdulillah, hari ini kamu bisa menggambar lingkaran, ibu guru lihat ada 3 warna yang kamu pakai, ini lingkaran berwarna merah, ini lingkaran berwarna biru dan yang ini berwarna kuning”.

Alih-alih kita memenuhi memorinya dengan setumpuk kata-kata yang belum tentu bermanfaat untuk hidupnya, dengan menyampaikan fakta yang kita lihat, kita semakin menambah perbendaharaan kosakata untuk dia, membuat dia baik-baik saja tidak merasa bahwa apa yang dia lakukan untuk menyenangkan orang lain apalagi membuat dia kecanduan perhatian.

Jadi, ayo, verbalkan semua yang kita lakukan bersama-sama dengan anak. Tapi ingat, hati-hati, kayu dan batu bisa mematahkan tulang, kata-kata bisa menghancurkan jiwa. Anak kita kelak adalah apa yang kita ucapkan padanya hari ini. “Wah, Hebat”, bukan kata hebat untuk menjadikan anak kita benar-benar hebat suatu hari nanti.[ind]

Tags: Anak Hebat
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Asah Skill Kader, Muslimah Wahdah Islamiyah Gelar Workshop Dakwah Media

Next Post

Ratusan Aktivis Pemuda Lampung Tolak RUU P-KS

Next Post

Ratusan Aktivis Pemuda Lampung Tolak RUU P-KS

Pakar Hukum: RUU P-KS Ancam Nilai Ketuhanan di Indonesia

Kafe Sastra Balai Pustaka, Tempat Artis Nongkrong untuk Membaca

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8260 shares
    Share 3304 Tweet 2065
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3704 shares
    Share 1482 Tweet 926
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    768 shares
    Share 307 Tweet 192
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2070 shares
    Share 828 Tweet 518
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4234 shares
    Share 1694 Tweet 1059
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2205 shares
    Share 882 Tweet 551
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11277 shares
    Share 4511 Tweet 2819
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3310 shares
    Share 1324 Tweet 828
  • Menghina Allah dalam Hati

    462 shares
    Share 185 Tweet 116
  • Untuk Pemula, Belajar Islam Mulai dari Mana?

    3172 shares
    Share 1269 Tweet 793
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga