• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 6 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Peneliti Swedia Klaim Akupuntur Bisa Sembuhkan Kolik Bayi

19/01/2017
in Berita
74
SHARES
570
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

climaChanelMuslim.com – Peneliti asal Swedia mengatakan bahwa metode tradisional akupuntur dapat mengurangi kejadian menangis pada bayi yang mengalami kolik, berdasarkan hasil penelitian mereka.

Melansir AFP, namun penelitian mereka dikritik oleh dunia medis dan menyebut metodologi mereka ‘mengerikan’.

Sepasang peneliti Fakultas Kedokteran Lund University menguji teknik pengobatan jarum tradisional asal Tiongkok tersebut dalam sebuah pengujian melibatkan 150 bayi berusia dua hingga delapan pekan.

Dalam laporan yang dipublikasikan di British Medical Journal, mereka mengatakan bayi yang menerima terapi akupuntur selama dua pekan menunjukkan pengurangan menangis secara signifikan dibanding bayu tanpa terapi akupuntur.

Penelitian ini membagi bayi dengan kolik jadi tiga kelompok. Satu kelompok menerima setidaknya satu kali terapi akupuntur sedangkan yang lain hingga lima kali, 30 detik tusukan per sesi terapi.

Tercatat, ada 388 tindakan akupuntur yang telah dilakukan. Dan sebanyak 200 bayi tidak menangis sama sekali setelah ditusuk, 157 menangis selama satu menit, dan 31 bayi lebih dari satu menit.

“Secara signifikan berkurang bayi yang menerima terapi tersebut untuk tetap menangis terus-menerus,” tulis peneliti dalam laporan tersebut.

Para peneliti dalam kesimpulannya juga menyarankan terapi ini bisa jadi langkah efektif untuk menghadapi bayi kolik.

Penelitian dari Swedia tersebut kemudian menuai kontroversi di dunia medis Barat. Akupuntur masih dianggap sebagai praktik menyakitkan, dan manfaat belum diterima secara ilmiah.

David Colquhoun, profesor farmakologi University College London mengatakan penelitian tersebut tidak kompeten dan mengerikan.

“Penelitian tersebut tidak menunjukkan bahwa akupuntur benar-benar bekerja. Apa yang dapat membuat orang tua berpikir jarum yang menempel pada bayi mereka dapat menghentikan tangisan? Ide tersebut aneh,” kata Colquhoun.

Pandangan lainnya dari Edzard Ernst dari University of Exeter mengatakan bahwa kesimpulan peneliti tidak sesuai dengan temuan yang ada.

Menurut Ernst, bayi kolik akan merespon semua rangsangan bahkan dalam taraf paling kecil. Dengan menambahkan jarum akupuntur, efek yang muncul bukan sesuatu yang baru.

Organisasi seperti British Medical Acupunture Society mengatakan praktik tersebut biasa digunakan untuk masalah otot, nyeri pasca operasi, serta mual.

Namun beberapa orang mengira dampak akupuntur adalah plasebo atau sugesti bekerjanya terapi tersebut pada tubuh. Nantional Institutes of Health, lembaga penelitian utama PBB, mengatakan ada cukup kontroversi berkaitan dengan akupuntur.

Kolik pada bayi adalah kejadian saat bayi menangis terus-menerus tanpa sebab yang jelas dan sulit dikendalikan. Kolik biasanya terjadi pada bayi sehat di bawah lima bulan.

Saat terjadi kolik, bayi dapat menangis hingga lebih dari tiga jam kurang lebih tiga hari berturut-turut. Kolik juga diketahui muncul pada satu dari lima keluarga.

Penyebab pasti kolik masih belum diketahui, beberapa dugaan seperti gangguan pencernaan, masuk angin, hingga alergi susu dianggap dapat menyebabkan kondisi ini.[af/cnn]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Wabah Kolera Tewaskan Korban Perang Yaman

Next Post

Bali dan Islandia Jadi Tujuan Warga Cina Bersihkan Paru-paru

Next Post

Bali dan Islandia Jadi Tujuan Warga Cina Bersihkan Paru-paru

HijraHeart, Komunitas Bisnis Sosial Muslimah Pertama di Indonesia

Pesona Pulau Peucang Ujung Kulon Banten

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7933 shares
    Share 3173 Tweet 1983
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4121 shares
    Share 1648 Tweet 1030
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3211 shares
    Share 1284 Tweet 803
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3465 shares
    Share 1386 Tweet 866
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    593 shares
    Share 237 Tweet 148
  • Pascapertemuan Presiden dan Tokoh Ormas, Bachtiar Nasir Beri Catatan Kritis Soal BoP

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Pilates Setelah Salat, Kelas Khusus Pria di Masjid-Masjid Bradford

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2888 shares
    Share 1155 Tweet 722
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1696 shares
    Share 678 Tweet 424
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4435 shares
    Share 1774 Tweet 1109
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga