• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 12 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Abu Darda, Seorang Mahaguru dan Ahli Hikmah yang Lurus

11/11/2022
in Khazanah
Menjadi umat terbaik dengan menyuruh berbuat kebaikan dan mencegah kemungkaran

Foto: Pexels/Johannes Plenio

98
SHARES
750
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ABU Darda adalah seorang mahaguru dan ahli hikmah yang lurus. ia adalah seorang laki-laki yang fokus mengasah dan menyucikan jiwanya, sehingga menjadi cermin yang memantulkan hikmah, kebenaran, dan kebaikan, yang menjadikan Abu Darda’ sebagai seorang mahaguru dan ahli hikmah yang lurus.

Berbahagialah mereka yang datang menemuinya dan mendengarkan ajarannya.

Baca Juga: Abu Darda Memosisikan ilmu sangat Tinggi

Abu Darda, Seorang Mahaguru dan Ahli Hikmah yang Luas

Ke sinilah dan ambilah hikmahnya, hai orang-orang yang punya hati nurani. Mari kita mulai dari falsafahnya tentang dunia dengan segala kesenangan dan kemewahannya. Ia sangat terkesan dengan firman Allah,

“Yang mengumpulkan harta lagi menghitung-hitung. Ia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya.” (Al-Humazah: 2-3) Juga sabda Rasulullah, “Yang sedikit mencukupi, lebih baik daripada yang banyak melenakan.”

“Menjauh dari dunia sebisa kalian karena barangsiapa yang menjadikan dunia tujuan utamanya, Allah akan mencerai-beraikan kekuatannya, dan menjadikan kemiskinan di depan matanya. Dan barangsiapa yang menjadikan akhirat seabgai tujuan utamannya, Allah akan menghimpun kekuatannya, menjadikan kecukupan di hatinya dan Allah memudahkannya mendapat kebaikan.”

Oleh karena itulah ia berbela sungkawa untuk orang-orang yang menjadi tawanan harta kekayaan, seraya berkata, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hati yang bercera-berai.”

Ketika ditanya, “Apa yang dimaksud dengan hati yang tercerai-berai, wahai Abu Darda’?”

Ia menjawab, “Memiliki harta benda di setiap lembah.”

Dia mengajak orang lain menguasai dunia dengan tidak membutuhkannya. Inilah penguasaan yang sesungguhnya terhadap dunia.

Adapun mati-matian mengejar dunia, tidak akan ada kesudahannya. Inilah penghambaan dan perbudakan yang paling buruk.

Ia berkata, “Barangsiapa yang tidak pernah merasa puas terhadap dunia, maka tak ada dunia baginya?”

Bagi Abu Darda’, harta hanya sarana untuk hidup sangat sederhana. Karena itu, harus diperoleh dengan cara yang halal dan dengan usaha yang biasa-biasa saja, tidak dengan rakus dan mati-matian.

Ia juga berkata, “Jangan makan, kecuali yang baik. Jangan bekerja, kecuali yang baik. Dan jangan memasukan ke rumahmu, kecuali yang baik.”

Ia pernah mengirim surat kepada temannya. Di antara isi surat itu adalah,

“Tidak satu pun harta kekayaan dunia yang kamu miliki, melainkan sudah ada orang lain yang memilikinya sebelum kamu, dan akan ada orang lain yang memilikinnya sesudah kamu.

Sebenarnya, harta kekayaan dunia yang kamu miliki hanyalah yang kamu manfaatkan untuk dirimu. Perhatikanlah anakmu yang akan mewarisi hartamu itu, karena anak yang mewarisi hartamu bisa jadi anak yang shalih yang memanfaatkan harta itu untuk melakukan ketaatan kepada Allah.

Dengan itu, ia menjadi bahagia dengan harta kekayaan yang telah membuatmu sengsara. Atau, bisa jadi anak yang shalih menggunakan harta itu untuk berbuat maksiat, maka ia sengsara dengan harta yang telah kamu kumpulkan. Yakinlah bahwa Allah akan memberi rezeki kepada mereka. Karena itu, selamatkanlah dirimu.”

Di mata Abu Darda’, dunia hanyalah titipan. Sewaktu Cyprus ditaklukan, dan harta rampasan perang dibawa ke Madinah, Abu Darda’ terlihat menangis. Orang-orang pun terkejut.

Jubair bin Nafir memberanikan bertanya, “Wahai Abu Darda’, apa yang membuatmu menangis pada saat Allah memberikan kemenangan kepada Islam dan kaum muslimin?”

Abu Darda’ menjawabnya dengan sangat bijak, “Jubair, sangat disayangkan. Alangkah hinanya makhluk di sisi Allah, bila mereka meninggalkan perintah-Nya. Saat mereka menjadi umat perkasa, menang, dan memiliki kerajaan, mereka tinggalkan perintah Allah, maka mereka menjadi seperti yang kamu lihat.”

Dan benar apa yang dikatakannya. Kekalahan pasukan Islam yang begitu cepat di negara-negara yang berhasil ditaklukan disebabkan oleh kehilangan aspek ruhiyah yang menjad perisai dan agama yang menjadi penguhubung dengan Allah.

Dan karena itu pula, ia mengkhawatirkan keadaaan kaum muslimin di saat ikatan iman mereka lepas; hubungan mereka dengan Allah, dengan kebenaran, dan kebaikan menjadi lemah, maka kemenangan dan kekayaan yang merupakan titipan itu pun lepas dengan cepat, secepat saat memperolehnya.

Baginya, dunia dan seisinya, selain sebagai titipan, juga jembatan menuju kehidupan yang abadi dan lebih indah. [Cms]

Sumber :  60 Sirah Sahabat Rasulullah SAW/Khalid Muhammad Khalid/Al Itishom

 

Tags: Abu darda
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Alasan Syar’i Istri Boleh Meminta Cerai

Next Post

Rahasia Jus Bawang untuk Kecantikan Kulit Wajah

Next Post
Rahasia Jus Bawang untuk Kecantikan Kulit Wajah

Rahasia Jus Bawang untuk Kecantikan Kulit Wajah

Belajar Hakikat Pernikahan dari Orang Tua Shalahuddin Al Ayubi

Berita Umair bin Wahb Masuk Islam

Aku dengan Kakakku yang Pertama

Aku dengan Kakakku yang Pertama

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1903 shares
    Share 761 Tweet 476
  • Simak Hadits-Hadits tentang Keutamaan Sepuluh Malam Terakhir Ramadan

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Hukum Makan Sahur saat Terdengar Azan Subuh

    140 shares
    Share 56 Tweet 35
  • Hadis tentang 10 Hari Terakhir Ramadan

    256 shares
    Share 102 Tweet 64
  • Milad ke-26, Salimah Kota Blitar Gelar Khataman Qur’an dan Santunan Anak Yatim

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3565 shares
    Share 1426 Tweet 891
  • Daftar 30 Lagu Sambut Ramadan

    129 shares
    Share 52 Tweet 32
  • Untuk Pemula, Belajar Islam Mulai dari Mana?

    3127 shares
    Share 1251 Tweet 782
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1181 shares
    Share 472 Tweet 295
  • 4 Pengertian Takwa Menurut Ali bin Abi Thalib

    1709 shares
    Share 684 Tweet 427
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga