• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 11 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Cerita Sugiyanto Sang Pahlawan Ekonomi Keluarga

20/08/2020
in Berita
73
SHARES
560
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Mengemban amanah sebagai seorang kepala keluarga, berarti bersedia memperjuangkan kesejahteraan keluarga dengan mencukupi segala kebutuhannya. Hal inilah yang dirasakan Sugiyanto, seorang kepala keluarga dengan enam orang anak.

Sugiyanto merupakan pengusaha keripik tempe sagu yang sekaligus menjadi mustahik binaan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik BAZNAS.

Ditemui di kawasan Klender Jakarta Timur, beberapa waktu lalu, Sugiyanto cukup antusias menceritakan kisah perjalanan hidupnya. Ia menuturkan tak pernah terbersit di benaknya, perjalananannya menjadi seorang kepala keluarga harus dilalui dengan berbagai macam cobaan kehidupan khususnya dalam hal ekonomi.

Besar di lingkungan keluarga pedagang, Sugiyanto telah memutuskan ikut merantau orang tuanya dari Pekalongan ke Jakarta dengan berdagang tempe di Pasar Klender sejak umur 15 tahun. Kehidupan ini ia jalani selama tiga tahun sebelum akhirnya memilih menjadi karyawan di sebuah mall di Bekasi.

“Memang dari kecil saya sudah punya keinginan sesuatu yang berbeda, pengen usaha sendiri meski waktu itu saya masih terbilang sangat muda.Makanya saya kabura-kaburan ikut orang tua, terus keluar, kemudian ikut lagi,” ujarnya.

Di umur 22 tahun, Sugiyanto memutuskan menikah dan merintis usaha cabe dan bawang di Pasar Klender Jakarta Timur. Delapan tahun berjalan, usaha Sugiyanto mengalami perkembangan yang pesat hingga hidupnya berkecukupan bahkan mampu membeli mobil operasional.

Namun usaha yang sudah berjalan dengan baik ini perlahan mengalami penurunan setelah adanya renovasi pasar yang membuat dirinya harus berpindah tempat usaha. Setelah berpindah tempat, usahanya drastis tak berkembang dan hampir bangkrut.

Modal yang ia miliki terkuras habis, dan meninggalkan hutang piutang di berbagai rekanan usahanya. Dikejar-kejar hutang, Sugiyanto memutuskan untuk membawa anak istrinya pulang ke kampung halamannya di Pekalongan.

“Mental saya kurang kalau di daerah sendiri, entah gengsi atau malu, dalam waktu satu tahun saya mengganggur. Kebutuhan sehari-hari keluarga saya ditopang oleh orang tua saya,” ujarnya lirih.

Didesak kebutuhan dan kewajiban membayar hutang, Sugiyanto kembali mengajak keluarganya pindah ke kampung halaman istrinya di Solo. Bermodal hasil penjualan TV LED, Sugiyanto dan keluarga mengontrak salah satu rumah dan sisanya digunakan untuk modal berjualan bakso dan es campur.

Tak butuh waktu lama, usahanya kembali mengalami perkembangan cukup signifikan. Belum sampai satu bulan berdagang, usahanya mampu meraup omset Rp400.000 setiap harinya. Namun sayang, belum genap satu tahun berjalan, usahanya harus kembali bermasalah karena persaingan usaha kurang sehat dari masyarakat sekitar.

“Dalam keadaan itu, saya sempat hampir putus asa, Ya Allah, usaha kok gini amat ya,” ucapnya.

Tak ingin menyerah, Sugiyanto menjual usaha baksonya di Solo, kemudian memboyong anak istrinya kembali merantau ke Jakarta untuk mencari usaha baru.

Sekitar 2014, Sugiyanto kembali merintis usaha dengan nama Sate Goreng Aska di mana ia menggelar usaha dagangya di sekitar stasiun Cakung. Usaha sate goreng ini terinspirasi dari saudaranya yang menawarkan ide untuk berdagang makanan frozen food.

Sama seperti usaha sebelumnya, usaha sate goreng Sugiyanto cepat mengalami kenaikan omset. Dalam kurun waktu tiga bulan, ia bisa membuka satu cabang lagi di daerah Jakarta Utara. Tak berhenti sampai disitu, Sugiyanto mampu menjual usahanya secara franchise hingga 17 outlet bahkan hingga luar Jawa.

Tiga tahun berjalan, Sugiyanto mampu memiliki 8 outlet dengan 8 orang karyawan. Namun lagi-lagi Sugiyanto harus mengalami kekecewaan karena usaha yang ia rintis lambat laun mengalami penurunan akibat ulah oknum karyawannya yang membuat usahanya gulung tikar. Bahkan ia harus kembali meninggalkan hutang di salah satu bank.

“Saya mengirim sendiri ke berbagai cabang yang di Jakarta setiap hari kok produk saya habis, uang habis. Sementara pemasukan menurun setiap hari. Salah saya percaya ke orang 100 persen,” tuturnya.

Sugiyanto pun memutuskan kembali menutup usahanya, dan beralih ke usaha barunya, dengan memilih berjualan tempe dan toge. Kebutuhan keluarga yang terus meningkat dengan enam orang anak, serta tanggungan hutang, membuat Sugiyanto harus extra kerja keras memutar otak untuk menghidupi keluarganya.

“Kalau untuk sehari-hari dari dagang toge dan tempe cukup, tapi untuk yang lain harus menutup utang saya kesulitan. Pikiran harus jalan, yasudah saya jadi kuli dengan bayaran Rp50.000 per hari saya jalani dengan keterbatasan apapun itu,” ucapnya.

Ternyata dengan menjadi kuli, menjadi jalan pembuka rejeki Sugiyanto dan keluarganya. Di dekat tempatnya bekerja sebagai kuli, ada sebuah usaha produksi rumahan tempe sagu yang membuatnya tertarik untuk menekuninya. Sugiyanto memberanikan diri untuk bertanya proses pembuatan untuk kemudian ia praktekkan di rumah.

Namun praktek membuat tempe sagu yang dijalankan Sugiyanto tak semudah yang dibayangkan. Dengan berbagai uji coba resep selama satu bulan, Sugiyanto baru menemukan resep yang pas untuk hasil produknya.

Ia pun memberanikan diri menawarkan ke warung kecil dengan produksi yang masih terbatas. Untuk menambah produksinya, Sugiyanto berinisiaitif mengajukan diri ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) setelah mendapatkan informasi dari salah seorang rekannya.

“Sebelum mendapat bantuan BAZNAS, saya menumpang mertua, tidur di ruangan 2×1,5 meter dengan istri dan enam orang anak di sebuah tempat tinggal bedeng semi permanen di daerah Pulogadung,” katanya.

Setelah mendapatkan bantuan modal dari BAZNAS, Sugiyanto memutuskan mengontrak tempat baru untuk mengembangkan usahanya. Dari sebelumnya belum memiliki kendaraan operasional, perlahan Sugiyanto mampu memiliki untuk memasarkan produknya.

Selain bantuan modal, Sugiyanto juga mendapat pendampingan dari BAZNAS mulai dari kemasan, hingga cara pemasaran secara online.

“Pokoknya saya dituntun oleh BAZNAS, bagaimana cara agar produk unggulan saya terlihat menonjol, unggul, dan laku di pasaran. Makanya saya manfaatin banget pendampingan ini untuk kemajuan usaha saya,” katanya.

Secara perlahan, ekonomi keluarga Sugiyanto pun mengalami peningkatan. Pelan-pelan ia mampu memenuhi kebutuhan pendidikan empat orang anaknya. Dengan memaksimalkan media online yang ada, Sugiyanto kini justru kewalahan memenuhi pesanan yang ada.

“Alhamdulillah sekarang omset bisa Rp600.000 per hari, dan Insya Allah terus bertambah. Karena saya belum berani punya karyawan karena masih trauma, jadi pesanan saya masih terbatas,” ujarnya.

Kini perjalanan hidup Sugiyanto telah memasuki babak baru, dengan kondisi ekonomi yang cukup untuk keluarganya. Perjuangannya sebagai kepala keluarga yang bekerja keras tak kenal membuahkan hasil untuk memerdekakan kehidupan ekonomi keluarganya.

“Saya tidak muluk-muluk, kalau bisa meminta kepada Allah, jangan saya itu dikasih, tapi saya bisa ngasih, dan bisa menghasilkan sesuatu yang berharga buat orang lain,” tutupnya.

BAZNAS berkomitmen untuk mendampingi ikhtiar para pejuang ekonomi keluarga, melalui pemberdayaan, pendampingan, serta pelatihan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menghadapi kerasnya dunia usaha.

Dana zakat yang masyarakat salurkan akan terus menjadi penguat para pelaku usaha kecil berjuang memerdekakan ekonomi keluarga untuk terus berdaya di tengah hantaman krisis pandemi. [Wnd/rls]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Sarapan Pagi Gurih dengan Nasi Goreng Teri, Lezat dan Mudah ala AndinsKitchen

Next Post

Wakaf Modal Usaha Mikro, Ikhtiar Bebaskan Petani dan Pedagang Kecil dari Himpitan Ekonomi

Next Post

Wakaf Modal Usaha Mikro, Ikhtiar Bebaskan Petani dan Pedagang Kecil dari Himpitan Ekonomi

Hijrah dan Arah Perubahan

Bangganya Izzam Jadi Model Pecahan Uang Baru

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1894 shares
    Share 758 Tweet 474
  • 7 Masjid Indah Ini Ternyata Ada Di Indonesia, Lho

    211 shares
    Share 84 Tweet 53
  • Hadis tentang 10 Hari Terakhir Ramadan

    252 shares
    Share 101 Tweet 63
  • Manisnya Buah Lai, Kembaran Durian dari Mahakam

    284 shares
    Share 114 Tweet 71
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8060 shares
    Share 3224 Tweet 2015
  • Simak Hadits-Hadits tentang Keutamaan Sepuluh Malam Terakhir Ramadan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3562 shares
    Share 1425 Tweet 891
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2114 shares
    Share 846 Tweet 529
  • Beberapa Warna Hijab yang bisa Kamu Mix and Match dengan Gamis Hitam

    132 shares
    Share 53 Tweet 33
  • Daftar 30 Lagu Sambut Ramadan

    126 shares
    Share 50 Tweet 32
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga