APA hukumnya seseorang memiliki khadam dan bagaimana hukum menggunakan khadam? Pengurus PP Al Irsyad Al Islamiyah Ustaz Farid Nu’man Hasan menjelaskan mengenai hal ini.
Menggunakan khadam dari kalangan jin, menurut ulama, tidak mutlak terlarang dan tidak pula mutlak boleh. Mesti dirinci dulu.
Untuk keperluan manusia yang mubah maka para ulama mengatakan itu mubah (boleh).
Selama benar-benar diyakini itu jin muslim. Hal ini tidak beda dengan minta bantuan kepada manusia atau hewan. Semuanya sama-sama makhluk Allah Ta’ala.
Dalam Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyyah:
فالتعامل مع الجن ليس محرما على الإطلاق، بل هو مباح في المباحات، ومحرم في المحرمات
Bergaul dengan jin tidak diharamkan secara mutlak. Hal itu boleh dalam hal-hal yang memang boleh, dan haram jika dalam hal-hal yang haram. (Fatwa no. 65551)
Baca Juga: Doa-Doa agar Terhindar dari Gangguan Jin
Hukum Menggunakan Khadam
Imam Ibnu Taimiyah Rahimahullah membahas ini secara terperinci, sebagai berikut:
وَاسْتِخْدَامُ الْإِنْسِ لَهُمْ مِثْلُ اسْتِخْدَامِ الْإِنْسِ لِلْإِنْسِ بِشَيْءِ: مِنْهُمْ مَنْ يَسْتَخْدِمُهُمْ فِي الْمُحَرَّمَاتِ مِنْ الْفَوَاحِشِ وَالظُّلْمِ وَالشِّرْكِ وَالْقَوْلِ عَلَى اللَّهِ بِلَا عِلْمٍ وَقَدْ يَظُنُّونَ ذَلِكَ مِنْ كَرَامَاتِ الصَّالِحِينَ وَإِنَّمَا هُوَ مِنْ أَفْعَالِ الشَّيَاطِينِ. وَمِنْهُمْ مَنْ يَسْتَخْدِمُهُمْ فِي أُمُورٍ
مُبَاحَةٍ إمَّا إحْضَارِ مَالِهِ أَوْ دَلَالَةٍ عَلَى مَكَانٍ فِيهِ مَالٌ لَيْسَ لَهُ مَالِكٌ مَعْصُومٌ أَوْ دَفْعِ مَنْ يُؤْذِيهِ وَنَحْوِ ذَلِكَ فَهَذَا كَاسْتِعَانَةِ الْإِنْسِ بَعْضِهِمْ بِبَعْضِ فِي ذَلِكَ. و ” النَّوْعُ الثَّالِثُ ” أَنْ يَسْتَعْمِلَهُمْ فِي طَاعَةِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ كَمَا يُسْتَعْمَلُ الْإِنْسُ فِي مِثْلِ ذَلِكَ فَيَأْمُرَهُمْ بِمَا
أَمَرَ اللَّهُ بِهِ وَرَسُولُهُ وَيَنْهَاهُمْ عَمَّا نَهَاهُمْ اللَّهُ عَنْهُ وَرَسُولُهُ كَمَا يَأْمُرُ الْإِنْسَ وَيَنْهَاهُمْ وَهَذِهِ حَالُ نَبِيِّنَا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَحَالٌ مَنْ اتَّبَعَهُ وَاقْتَدَى بِهِ مِنْ أُمَّتِهِ وَهُمْ أَفْضَلُ الْخَلْقِ فَإِنَّهُمْ يَأْمُرُونَ الْإِنْسَ وَالْجِنَّ بِمَا أَمَرَهُمْ اللَّهُ بِهِ وَرَسُولُهُ
Meminta bantuan jin itu sama seperti manusia meminta suatu bantuan kepada manusia.
Pertama. Jenis yang haram, yaitu meminta bantuan jin untuk melakukan kesyirikan, kezaliman, kekejian, dan berkata atas nama Allah tanpa ilmu. Lalu mereka sangka itu adalah karomah orang shalih.
Kedua. Jenis yang boleh, seperti orang yang meminta bantuan mereka dalam urusan yang mubah.
Misalnya minta dihadirkan hartanya, atau menunjukkan tempat barang yang tidak ada pemiliknya, atau mencegah diri dari gangguan, dan yang semisal itu dari hal-hal yang mubah.
Ini sama seperti kerja sama manusia dengan manusia lainnya.
Ketiga. Memanfaatkan mereka dalam ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, ini seperti memerintahkan manusia.
Memerintahkan mereka berdasarkan perintah Allah dan Rasul-Nya sebagaimana memerintah dan melarang manusia.
Kondisi ini terjadi pada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam dan orang-orang yang mengikutinya dari umatnya, dan mereka makhluk paling utama.
Mereka memerintahkan manusia dan jin sebagaimana perintah Allah dan Rasul-Nya.
(Majmu’ al Fatawa, 13/87)
Di Indonesia, negeri yang begitu kuat nuansa kleniknya tentu hal ini berbahaya jika dibuka pintu selebar-lebarnya.
Ditutup saja mereka tetap membongkar apalagi dibuka. Maka, untuk mencegah kepada hal yang bisa merusak aqidah, khususnya bagi orang awam, maka menghindari menggunakan khadam dari kalangan jin adalah lebih layak dilakukan.
Di hadapan kita masih banyak saudara kita sesama manusia yang bisa kita mintai bantuannya. Maka selama masih ada manusia, tentu meminta tolong kepada manusia lebih utama dibandingkan kepada Jin.
Kesimpulannya:
فالأمر متوقف على معرفة نوع الاستخدام ، فما كان مباحاً جاز ، وما كان حراما لم يجز.
والذي نراه هو ترك التعامل مع الجن مطلقا فلا يستعان بهم ، ولا يركن إليهم ، ولا ينبغي مخاطبتهم ، ولا الحديث معهم ، لما قد يترتب على ذلك من المفاسد والمضا
Maka, masalah ini tergantung pada jenis bantuannya. Jika dalam hal yang mubah maka itu mubah, jika dalam urusan haram maka tidak boleh.
Menurut kami, berinteraksi dengan jin hendaknya ditinggalkan secara total. Maka tidak usah minta bantuan, condong kepada mereka, dialog, dan berbicara dengan mereka.
Sebab hal itu akan memunculkan bahaya dan kerusakan. (Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyyah no. 9734).
Demikian. Wallahu a’lam. Sahabat Muslim, itulah penjelasan Ustaz mengenai hukum menggunakan khadam. Semoga kita terhindar dari perbuatan yang dapat menjerumuskan ke dalam dosa.[ind]