• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 29 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Suami Istri

Beda Komunikasi Pria Wanita: Yang Waras Ngalah!

31/01/2020
in Suami Istri
75
SHARES
576
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

 

ChanelMuslim.com- Meski berpasangan, pria dan wanita tidak selalu memiliki suasana kecerdasan diri yang selaras. Adakalanya, salah satu di antara keduanya berada dalam ego yang manja. Saat itulah, pasangan yang kecerdasan dirinya normal mundur selangkah. Orang sering mengatakannya, “Yang waras ngalah!”

Dikatakan berpasangan menunjukkan dua titik kutub yang berada pada suasana seimbang. Dan seimbang tidak selalu berarti sama. Jika satu kutub bernilai 4, maka kutub berikutnya juga 4. Tapi jika salah satunya berada di nilai minus, maka yang satunya lagi harus lengser sementara di titik minus, agar selisihnya selalu nol.

Teori inilah yang pernah disampaikan ahli fisika seperti Newton. Ia mengatakan bahwa suatu benda tidak akan bergerak alias seimbang jika hasil penjumlahan semua gaya pada benda itu menghasilkan angka nol.

Jika keduanya bernilai plus, walaupun di angka 1, tidak akan ada masalah. Walau minim, tapi tetap seimbang. Tapi jika salah satunya minus, yang satunya lagi jangan memaksakan diri untuk di titik plus. Melainkan mengalah sesaat untuk juga berada di titik minus.

Inilah yang orang sebut dengan istilah mengalah. Mengalah adalah posisi diri yang tidak pada sewajarnya. Posisinya bisa condong ke kiri atau kanan. Dan berada pada posisi tidak normal seperti ini memang berat dan melelahkan. Tapi, anggap saja seperti orang yang sedang berolah raga.

Misalnya, seorang suami pulang ke rumah dengan membawa polutan intrik-intrik kantornya. Ia tiba-tiba menjadi gampang marah. Ketika tiba di rumah, istrinya pas sedang ke toko sebelah untuk membeli keperluan dapur. Pintu rumah belum bisa dibuka karena terkunci.

Setelah akhirnya bertemu, sang suami bilang, “Kamu sudah nggak suka sama aku lagi. Aku pulang, kamu malah pergi!”

Mendapati itu, sang istri berdiam sejenak. Ia berucap, “Maaf ya, Mas. Tadi, aku ke warung buat beli cabe. Maaf jadi nggak bisa nemuin Mas.”

Itulah di antara contoh titik keseimbangan yang diperankan sang istri. Ia cepat menangkap suasana minus ego suami yang berada di titik minus. Ia pun mengalah untuk sejenak berada juga di titik minus atau tidak normal. Meski tidak bersalah, sang istri meminta maaf.

Bayangkan jika sang istri ikutan marah karena merasa dituduh yang tidak-tidak. Titik keseimbangan yang sebenarnya bisa diraih dengan sangat sederhana, akan semrawut tidak karuan.

Langkah keseimbangan itu sangat sederhana. Yaitu, mengalah atau mundur dan condong sejenak.

Dengan catatan, pergeseran ke titik minus dari salah satu pihak tidak terjadi berulang atau permanen. Tapi, hanya insidentil atau sesaat. Tapi jika berlangsung permanen, solusi ini bukan cara yang pas.

Perhatikanlah, berapa beda usia antara Aisyah r.a. dengan Rasulullah saw. Berkisar di atas tiga puluhan tahun. Yang satu pantasnya sudah punya cucu, yang satunya lagi masih seperti remaja. Apa yang dilakukan Nabi yang mulia untuk mencari titik keseimbangan mereka berdua.

Di saat bersama Aisyah, Nabi saw. bergaya seperti pemuda. Ia mau berlomba lari, bercanda, dan lainnya. Suatu gaya yang tidak dilakukan Nabi saw. saat bersama para sahabatnya, yang laki maupun yang perempuan.

Ketika Aisyah menunjukkan rasa manja dan cemburunya, layaknya anak muda yang sedang jatuh cinta, Nabi saw. memberikannya ruang yang luas. Seolah, ia saw. sedang menikmati cemburu kekasihnya.

Apakah Aisyah seperti itu terus selamanya? Tidak. Pelan tapi pasti, Aisyah bergerak menuju titik keseimbangan yang dimiliki sang suami saw.: menjadi bijak, dan penuh hikmah.

Jadi, mengalah untuk sesaat bukan sebuah kekalahan. Seperti orang yang sedang mancing ikan, ia membiarkan tali pancingnya terus ditarik ikan. Pelan tapi pasti, ia menarik tali itu agar bisa kembali ke titik normal. (Mh/bersambung)

 

 

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Deal of the Century, AS Gratiskan Kota Suci Alquds untuk Israel

Next Post

Resep Mudah dan Cepat di Pagi Hari, Nasi Orak Arik Telur

Next Post

Resep Mudah dan Cepat di Pagi Hari, Nasi Orak Arik Telur

Musim Hujan, Yuk Liburan ke Museum Maritim Indonesia

Ini 5 Tahap Mudah Perawatan Rambut ala Spa di Rumah

  • Fenomena Danau dan Sungai Kering di Kalimantan

    Fenomena Danau dan Sungai Kering di Kalimantan

    188 shares
    Share 75 Tweet 47
  • Ragam Manfaat Teh Rosella untuk Kesehatan Tubuh

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9203 shares
    Share 3681 Tweet 2301
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    747 shares
    Share 299 Tweet 187
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4163 shares
    Share 1665 Tweet 1041
  • 5 Style Gamis untuk Kajian yang Sopan dan Tetap Stylish

    172 shares
    Share 69 Tweet 43
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1248 shares
    Share 499 Tweet 312
  • Muslim LifeFest 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Tren Halal Lifestyle dan Edukasi Syariah Terlengkap di ICE BSD

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • 5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1964 shares
    Share 786 Tweet 491
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4765 shares
    Share 1906 Tweet 1191
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga