• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 11 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Belajar Arif Memaknai Jihad

24/12/2019
in Berita
74
SHARES
572
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Oleh: Dra. Hj. Siti Faizah, Ketua Umum Persaudaraan Muslimah.

 

ChanelMuslim.com- Jihad seringkali diwacanakan dalam sudut pandang keliru dan negatif. Mengarah kepada arogansi dan perlawanan bersenjata, pembunuhan, perampasan dan pemaksaan. Memahami secara sempalan dan serampangan peperangan dan penaklukan di masa kenabian dan kerasulan. Padahal tiadalah seorang muslim diseru untuk berperang sebagai salah satu realisasi jihad, melainkan dipicu oleh kondisi menjaga pertahanan diri, kepemilikan masyarakat, kehidupan beragama, penegakan agama dan keruntuhan negara yang terganggu dan terancam. Sehingga menuntut perlawanan dan ketahanan.  
Sesungguhnya Islam menghadirkan makna jihad sebagai tuntutan pada seseorang agar bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, menegakkan kebenaran, melaksanakan kebaikan dan memasyarakatkannya, mencegah keangkaraan, kemunkaran, kebrutalan, kejahatan, kezaliman dan keburukan lainnya. Sehingga perhelatan dunia tetap dalam perwajahan yang tenteram, aman dan nyaman. 
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat kebaikan.” 
Ayat enam puluh sembilan yang mengakhiri surat kedua puluh sembilan, dengan nama Al Ankabut di atas, menurut Ibnu Atiyyah merupakan ayat yang turun sebelum turunnya perintah jihad yang biasa dikenal. Dengan demikian, makna jihad dalam ayat tersebut berbentuk umum, yakni jihad mengendalikan hawa nafsu agar tetap dalam ketaatan kepada Allah sebagai jihad terbesar. Termasuk di dalamnya menegakkan agama Allah Ta’ala dan mencari keridaan-Nya, memperjuangkan agama, mematahkan argumentasi orang-orang sesat, membungkam kezaliman dengan menegakkan perbuatan baik dan meninggalkan larangan-Nya.   
Dengan demikian, tuntutan yang paling besar pada orang mukmin yang berilmu, yakni jihad untuk mengamalkannya. Ranah aplikasi sangat dibutuhkan bukan sekedar tuntutan pelaksanaan, melainkan sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus kemanfaatan yang bisa diberikan oleh seseorang dan kegunaannya untuk orang lain. 
Hal ini sejalan dengan sabda Rasul SAW., “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama.” tiadalah pengetahuan, ilmu, kreatifitas, inovasi Allah Ta’ala berikan kepada seseorang, melainkan sedikit. Sebab tiada guna seseorang memiliki ilmu yang banyak tanpa pelaksanaan dan perwujudan kebaikan, kemanfaatan pada dirinya dan orang lain. “Tiadalah kalian diberi ilmu kecuali sedikit” (Qs. Al Isra’ : 85). Sebab, Dzat Yang Mahapandai ingin melihat dulu manfaat apa yang sudah diberikan, sehingga Ia berhak memberikan tambahan ilmu kepada manusia.   
Setelah kesungguhan, komitmen, usaha keras dalam melakukan ketaatan, menegakkan kebenaran dan menebarkan kebaikan, menolong agama Allah Ta’ala, menolak kejahatan, memberantas kezaliman dan kebrutalan sebagai realisasi kearifan dalam berjihad, niscaya Allah Ta’ala akan memberi seseorang petunjuk dan membimbingnya menuju surga. Menambah ilmu dan meningkatkan kebaikan pada seseorang, menempuh jalan kebahagiaan serta kebaikan bagi dunia dan di akhirat, “Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah akan menambah petunjuk kepada mereka dan menganugerahi ketakwaan mereka.” (Qs. Muhammad:17)
Petunjuk yang Allah Ta’ala berikan setelah proses jihad dilaksanakan berbentuk bimbingan menuju jalan kebaikan, keimanan dan kebahagiaan, bantuan, dukungan dan pemeliharaan. Umar bin Abdul Aziz pernah berkata, “Sesungguhnya yang menyebabkan kita tidak mendapatkan ilmu tentang hal-hal yang belum kita ketahui disebabkan kita tidak mengamalkan ilmu yang kita miliki. Sekiranya kita mengamalkan sebagian saja dari ilmu yang kita miliki, niscaya Allah Ta’ala akan mengucurkan kepada kita ilmu yang sangat banyak,” sebagaimana firman-Nya, “Dan bertakwalah kepada Allah, Allah akan memberikan pengajaran kepadamu.” (Qs. Albaqarah: 282). Allohu a’lam bish shawab. [Mh]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Jadi Seorang Ibu, Ini Cerita Intan Nuraini dan Harapannya

Next Post

Pendidikan Bertahap sesuai Tumbuh Kembang Anak

Next Post
Pendidikan Bertahap sesuai Tumbuh Kembang Anak

Pendidikan Bertahap sesuai Tumbuh Kembang Anak

BNI Syariah Siapkan Dana Rp180,2 Miliar Menjelang Libur Panjang Akhir Tahun

Menu Makan Siang dengan Simple Chicken Fajitas, Kuliner ala Texas Amerika

  • 15 Hadits tentang Ramadan yang Perlu Diketahui Umat Muslim

    15 Hadits tentang Ramadan yang Perlu Diketahui Umat Muslim

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7956 shares
    Share 3182 Tweet 1989
  • Yuk ke Taman Piknik Kalimalang Jakarta Timur

    116 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3484 shares
    Share 1394 Tweet 871
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5290 shares
    Share 2116 Tweet 1323
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1705 shares
    Share 682 Tweet 426
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4132 shares
    Share 1653 Tweet 1033
  • Bangun Kepedulian, BAZNAS dan Masjid Burj Al Bakrie Luncurkan Program Sedekah Barang

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Istri Pulang ke Rumah Ortu, Apakah Suami Wajib Menafkahi

    3706 shares
    Share 1482 Tweet 927
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3220 shares
    Share 1288 Tweet 805
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga