• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 6 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Didikan Keras Sang Ayah Membuat Syeikh Ali Jaber Hafidz Quran

05/09/2015
in Khazanah
73
SHARES
562
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

syeikhalijaberChanelmuslim.com – Selama Ramadhan kemarin tentu kita menjadi familiar dengan Syeikh Ali Jaber, wajahnya hampit tiap hari menghiasi layar kaca. Ia menjadi icon untuk salah satu statiun televisi swasta dan memberikan kultum menjelang berbuka. Ia pun menjadi juri untuk acara hafidz Quran disalah satu stasiun televisi.

Syeikh Ali Jaber menjalani pendidikan, baik formal maupun informal di Madinah. Ia mempunyai nama lengkap Syeikh Ali Saleh Muhammad Ali Jaber, lahir di kota Madinah Al-Muna-warah pada 3 Shafar 1396 H, bertepatan dengan 3 Febuari 1976. Berikut ini kisahnya yang dikutip dari Islampos.com

Hasil didikan ayah

Sejak kecil Ali Jaber telah menekuni membaca Al-Quran. Ayahandanyalah yang awalnya memotivasi Ali Jaber untuk belajar Al-Quran, karena dalam kitab suci itu terdapat semua ilmu Allah Swt.

Dalam mendidik agama, khususnya Al-Quran dan shalat, ayahnya sangat keras, bahkan tidak segan-segan memukul bila Ali Jaber kecil tidak menjalankan shalat. Ini implementasi dari hadis Nabi Muhammad Saw yang membolehkan memukul anak bila di usia tujuh tahun tidak melaksanakan shalat fardhu.

Keluarganya dikenal sebagai keluarga yang religius. Di Madinah ia memiliki masjid besar yang digunakan untuk syiar Islam. Sebagai anak pertama dari dua belas bersaudara, Ali Jaber dituntut untuk mene-ruskan perjuangan ayahnya dalam syiar Islam.

Meski pada awalnya apa yang ia jalani adalah keinginan sang ayah, lama-kelamaan ia menyadari itu sebagai kebutuhannya sendiri. Tidak mengherankan, di usianya yang masih terbilang belia, sebelas tahun, ia telah hafal 30 juz Al-Quran.

Sejak itu pula Syaikh Ali memulai berdakwah mengajarkan ayat-ayat Allah Swt di masjid tersebut, kemudian belanjut ke masjid lainnya. Selama di Madinah, ia juga aktif sebagai guru tahfizh Al-Quran di Masjid Nabawi dan menjadi imam shalat di salah satu masjid kota Madinah.

Jadi Imam Tarawih di Masjid Sunda Kelapa Jakarta

Tahun 2008, ia melebarkan sayap dakwahnya hingga ke Indonesia. Kebetulan ia menikahi seorang gadis asli Lombok, bernama Umi Nadia, yang lama tinggal di Madinah. Pada tahun yang sama, ia melaksanakan shalat Maghrib di masjid Sunda Kelapa Jakarta Pusat.

Selepas shalat, ada salah seorang pengurus masjid memintanya untuk menjadi imam shalat Tarawih di masjid Sunda Kelapa, karena saat itu hampir mendekati bulan Ramadhan.

Sejak itulah ia terus mendapat kepercayaan masyarakat di sejumlah tempat di Indonesia. Demi menunjang komunikasinya dalam berdakwah, ia pun mulai belajar bahasa Indonesia.

Sebagai seorang hafizh, Syeikh Ali memang begitu menginginkan agar banyak di antara umat Islam Indonesia juga dapat hafal Al-Quran. Ia ingin menjadi khadimul Quran, pelayan Al-Quran, yang mengabdikan dirinya untuk mengajarkan Al-Quran.

Menurutnya, semua bisa hafal Al-Quran, bahkan hafal Al-quran itu mudah. Yang sulit adalah mengamalkan¬nya.

Keinginannya itu kian terbuka lebar untuk diwujudkan. Sebagai pengajar tahfizh Aluran di Islamic Centre Cakranegara, Lombok dan berdakwah melalui media bersama Ustadz Yusuf Mansur dalam program Nikmatnya Sedakah di salah satu stasiun televisi swasta, dan Indonesia Menghafal.

Tahun 2009-2010, Syeikh Ali pernah mendatangkan keluarganya untuk membantu program menghafal Al-Quran di Indonesia. Kesebelas adiknya, baik yang laki-laki maupun perempuan, juga hafal Al-Quran.

Kini ia baru menyadari manfaat didikan orangtuanya yang keras dalam mengajarkan agama. Sekaligus Syaikh Ali benar-benar merasakan manfaatnya dalam belajar Al-Quran. “Saya merasa bersyu-kur atas pendidikan yang diberikan orangtua kepada saya,” katanya.

Ia berharap bisa bermanfaat untuk umat Islam dan juga untuk dirinya sendiri, dan meraih ridha Allah Swt. Syeikh Ali juga merasa bersyukur bisa begitu diterima semua kalangan, baik masyarakat maupun pejabat.

Sumber : https://www.islampos.com/syeikh-ali-jaber-sudah-hafidz-quran-di-usia-11-tahun-191924/

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Don’t Make Promise We Can’t Keep

Next Post

Sad Husband

Next Post
Melindungi Diri Atau Menjauh Jika Buang Hajat

Sad Husband

Dua Kesepakatan Indonesia dan Mesir

Suporter Sepak Bola Jerman Sambut Kedatangan Pengungsi Suriah

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1846 shares
    Share 738 Tweet 462
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8040 shares
    Share 3216 Tweet 2010
  • Potret Anak Ketiga Lesti Kejora Lakukan Photoshoot Bersama Kedua Kakaknya

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • 4 Golongan yang Dirindukan Surga

    411 shares
    Share 164 Tweet 103
  • IRRESSRAMADHAN 2026 Mengusung Konsep Eksklusif dan Bernuansa Reflektif

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Kemenhaj RI Sikapi Kondisi Keamanan Timur Tengah yang Berdampak pada Perjalanan Umroh

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Antara Mendukung Syiah dan Netral di Perang Iran Israel

    116 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4162 shares
    Share 1665 Tweet 1041
  • Materi Kultum, Bersyukur Kepada Allah

    133 shares
    Share 53 Tweet 33
  • 6 Ustadz yang Ceramahnya Lucu dan Asyik, Bikin Nggak Ngantuk saat Belajar Islam

    1506 shares
    Share 602 Tweet 377
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga