TIDAK semua perempuan hebat dikenal karena kekayaan atau kedudukan yang dimilikinya. Ada perempuan yang namanya dikenang karena kecerdasan, keteguhan iman, dan kesungguhannya dalam beribadah kepada Allah SWT. Salah satunya adalah Ummu Darda Khairah binti Abu Hadrad Al-Aslami. Ia merupakan salah satu sahabiyah Rasulullah SAW yang dikenal memiliki keutamaan dalam ilmu agama dan akhlak.
Kehidupan Ummu Darda memberikan pelajaran berharga bagi kaum Muslimah bahwa menjadi perempuan salehah bukan hanya tentang menjalankan ibadah pribadi. Namun juga bagaimana menjaga keimanan, memiliki pemikiran yang bijaksana, serta memberikan manfaat bagi orang lain.
Namanya memang tidak selalu disebut sebanyak sahabiyah terkenal lainnya. Namun keteladanan hidupnya menjadi bagian penting dari sejarah perempuan Muslim pada masa Rasulullah SAW.
Baca Juga: Ini Dia Sejarah Kue Cincin serta Resep Pembuatannya
Siapa Ummu Darda Khairah binti Abu Hadrad? Inilah Kisahnya yang Bisa Dijadikan Contoh
Mengenal Ummu Darda Khairah binti Abu Hadrad
Ummu Darda dikenal dengan nama Khairah binti Abu Hadrad Al-Aslami. Ia merupakan istri sahabat Nabi yang bernama Abu Darda atau Uwaimir bin Malik Al-Anshari.
Dalam sejumlah kitab biografi sahabat disebutkan bahwa Ummu Darda termasuk perempuan yang memiliki kedudukan mulia di kalangan sahabiyah. Ia dikenal sebagai sosok yang cerdas memiliki pertimbangan yang baik serta tekun menjalankan ibadah.
Ummu Darda juga termasuk perempuan yang memiliki kesempatan untuk bertemu dengan Rasulullah SAW sehingga digolongkan sebagai sahabiyah.
Ada hal menarik yang perlu diketahui mengenai namanya. Dalam sejumlah literatur sejarah terdapat perbedaan penyebutan nama Ummu Darda. Sebagian ulama menyebut namanya Khairah sementara riwayat lain menyebutnya Karimah.
Selain itu terdapat dua perempuan yang dikenal dengan kunyah Ummu Darda yaitu Ummu Darda Al-Kubra dan Ummu Darda Ash-Shughra. Khairah binti Abu Hadrad merupakan Ummu Darda Al-Kubra yang termasuk sahabiyah. Sementara Ummu Darda Ash-Shughra adalah perempuan lain bernama Hujaymah Al-Wushabiyyah yang dikenal sebagai tabiiyah.
Perbedaan ini penting dipahami agar kisah dan riwayat keduanya tidak tercampur.
Sosok Perempuan yang Cerdas dan Memiliki Pandangan Bijaksana
Salah satu keistimewaan Ummu Darda adalah kecerdasannya dalam memahami kehidupan dan agama. Ia dikenal sebagai perempuan yang memiliki pendapat serta pertimbangan yang baik.
Kecerdasan tersebut berjalan beriringan dengan kesungguhan dalam beribadah. Ia tidak hanya memperhatikan urusan dunia tetapi juga menjadikan kehidupan sebagai kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam catatan para ulama biografi sahabat seperti Ibnu Abdil Barr dan Ibnu Atsir disebutkan bahwa Ummu Darda termasuk perempuan yang memiliki keutamaan dan kecerdasan di antara para sahabiyah.
Hal ini menunjukkan bahwa Islam memberikan ruang bagi perempuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan memiliki pemahaman agama yang baik.
Dari kehidupannya kita dapat mengambil pelajaran bahwa seorang Muslimah hendaknya tidak berhenti belajar. Kecantikan dan kedudukan bukanlah ukuran utama kemuliaan seseorang. Justru ilmu yang bermanfaat dan ketakwaan menjadi bekal penting dalam menjalani kehidupan.
Kedekatannya dengan Rasulullah SAW
Sebagai salah satu sahabiyah Rasulullah SAW Ummu Darda memiliki kesempatan untuk mendengar langsung ajaran Nabi Muhammad SAW.
Salah satu riwayat yang dinisbatkan kepadanya berkaitan dengan keutamaan mendoakan sesama Muslim tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW menjelaskan bahwa doa seorang Muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya merupakan doa yang mustajab. Di sisi orang yang berdoa terdapat malaikat yang ditugaskan untuk mengaminkan doanya sekaligus mendoakan kebaikan serupa bagi dirinya.
Riwayat ini mengandung pesan yang sangat mendalam. Ketika seseorang mendoakan kebaikan bagi orang lain dengan tulus maka ia juga mendapatkan kebaikan dari doa tersebut.
Kita dapat belajar untuk tidak hanya memikirkan kepentingan diri sendiri. Doakan keluarga sahabat dan sesama Muslim agar senantiasa mendapatkan perlindungan serta keberkahan dari Allah SWT.
Menjadi Teladan dalam Ibadah dan Kehidupan
Ummu Darda dikenal sebagai perempuan yang tekun beribadah dan memiliki akhlak terpuji. Kehidupannya memperlihatkan bahwa kesalehan tidak cukup hanya diukur dari penampilan atau banyaknya aktivitas keagamaan yang terlihat oleh orang lain.
Kesungguhan dalam beribadah perlu disertai dengan keikhlasan hati dan keinginan untuk terus memperbaiki diri.
Ia juga memberikan contoh bahwa perempuan dapat memiliki kedudukan terhormat melalui ilmu dan ketakwaan. Kehidupan rumah tangga maupun tanggung jawab lainnya tidak seharusnya menjadi penghalang bagi seorang Muslimah untuk terus belajar dan mendekatkan diri kepada Allah.
Menurut catatan para ahli sejarah Islam Ummu Darda Al-Kubra wafat di wilayah Syam sekitar masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan. Ia disebut meninggal sekitar dua tahun sebelum suaminya Abu Darda.
Kepergiannya menjadi bagian dari perjalanan sejarah generasi sahabat yang telah memberikan banyak teladan bagi umat Islam.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Apa yang Bisa Dipelajari dari Kisah Ummu Darda?
Ada beberapa pelajaran yang dapat diambil dari perjalanan hidup Ummu Darda Khairah binti Abu Hadrad.
Pertama, pentingnya menuntut ilmu agama agar seorang Muslimah memiliki pemahaman yang baik dalam menjalani kehidupan.
Kedua, kecerdasan harus berjalan bersama akhlak dan ketakwaan. Ilmu bukan sekadar untuk mendapatkan pengakuan manusia tetapi juga menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Ketiga, jangan melupakan kekuatan doa. Mendoakan orang lain merupakan salah satu bentuk kasih sayang yang tidak membutuhkan biaya maupun tenaga besar.
Keempat, kesalehan perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui ibadah dan perilaku yang baik.
Kisah Ummu Darda mengingatkan kita bahwa perempuan Muslim memiliki kesempatan besar untuk memberikan manfaat bagi agama dan masyarakat. Tidak harus menjadi orang terkenal untuk meninggalkan jejak kebaikan.
Semoga keteladanan Ummu Darda dapat menginspirasi kaum Muslimah agar terus memperbaiki diri memperdalam ilmu agama dan menjaga hubungan dengan Allah SWT. Sebab kemuliaan seorang hamba bukan ditentukan oleh seberapa banyak manusia mengenalnya melainkan oleh keimanan dan ketakwaannya kepada Allah. [DW]





