KONSER Andrea Bocelli di Jakarta, 3 November malam tetap berlangsung. Meskipun, sejumlah ormas Islam termasuk MUI melakukan penolakan. Sejak sore hari pun, Front Persaudaraan Islam atau FPI telah berdemo di sekitar lokasi.
Unjuk Rasa oleh FPI
Konser kedua Andrea Bocelli yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, tetap berlangsung. Meskipun sejumlah ormas Islam melakukan penolakan dan aksi unjuk rasa di sekitar lokasi.
Front Persaudaraan Islam atau FPI bahkan sudah mendatangi sekitar lokasi sejak sore hari. Ribuan massa ini melaksanakan shalat Magrib secara berjamaah di halaman JIExpo.
Selepas shalat Magrib mereka melakukan zikir bersama dan dilanjutkan dengan shalat Isya berjamaah.
Acara pun dilanjutkan dengan melakukan desakan keras menuju pintu gerbang lokasi untuk menunjukkan penolakan. Ratusan aparat keamanan yang berjaga berusaha keras menghalau massa.
Penonton dan Harga Tiket
Sebelumnya, Kementerian Pariwisata menargetkan ada sekitar 9 ribu penonton atau tiket yang disediakan.
Harga tiket bervariasi. Mulai dari yang termurah senilai satu jutaan, hingga yang paling mahal senilai 15 jutaan rupiah.
Acara konser dikabarkan telah dibuka sejak sore hari. Kemudian, pada jam 8 malam direncanakan Bocelli akan tampil dengan konser musiknya.
Penolakan konser Bocelli oleh sejumlah ormas Islam karena penyanyi kelahiran Italia ini sangat dekat dengan Israel. Pada tahun 2010, ia pernah tampil di Los Angeles, AS. Acara ini khusus untuk mendukung pendanaan Israel Defence Forces atau IDF.
Bahkan pada tahun 2022, Bocelli juga tampil di Tel Aviv yang saat itu dihadiri Netanyahu.
Dalam lawatan kali ini, sejumlah negara akan dikunjungi Bocelli. Antara lain, Indonesia, Uni Emirat Arab, AS, Kanada, Meksiko, El Savador, Inggris, Jerman, Italia, dan Polandia. [Mh]


