WAKTU terbaik umroh menjadi salah satu kenyamanan dalam ibadah yang ingin ditunaikan oleh umat Islam dari berbagai negara. Setiap tahunnya, jutaan jemaah datang ke Makkah dan Madinah untuk beribadah sekaligus mengunjungi tempat-tempat bersejarah dalam Islam. Namun, tingginya jumlah jemaah pada periode tertentu membuat sebagian orang mulai mempertimbangkan waktu keberangkatan yang lebih lengang.
Lantas, umroh paling sepi bulan apa? Pertanyaan ini kerap muncul bagi calon jemaah yang ingin menjalankan ibadah dengan suasana lebih nyaman, menghindari kepadatan, hingga menyesuaikan anggaran perjalanan. Pada dasarnya, umrah dapat dilaksanakan sepanjang tahun di luar periode pembatasan penyelenggaraan menjelang musim haji. Meski begitu, ada beberapa periode yang secara umum memiliki jumlah jemaah lebih sedikit dibandingkan musim puncak.
Umroh Paling Sepi Bulan Apa?
Waktu umrah yang relatif sepi umumnya berada di luar periode Ramadan, musim liburan, dan waktu-waktu yang memiliki permintaan perjalanan tinggi. Salah satu periode yang dapat dipertimbangkan adalah setelah musim haji, terutama ketika musim umrah kembali dibuka.
Bulan Muharram dan Safar, misalnya, dapat menjadi pilihan bagi calon jemaah yang ingin mencari suasana lebih lengang. Pada periode tersebut, aktivitas perjalanan umrah mulai kembali berjalan setelah penyelenggaraan ibadah haji selesai. Namun, kondisi kepadatan tetap bergantung pada jadwal pembukaan layanan, kebijakan pemerintah Arab Saudi, dan jumlah jemaah dari berbagai negara.
Selain itu, periode setelah Idulfitri juga dapat dipertimbangkan, selama belum memasuki masa pembatasan menjelang musim haji. Setelah Ramadan, sebagian calon jemaah mungkin memilih menunda perjalanan karena telah melaksanakan umrah pada bulan suci tersebut.
Meski demikian, tidak ada satu bulan yang selalu menjadi waktu paling sepi setiap tahunnya. Kalender Hijriah terus bergeser terhadap kalender Masehi sehingga periode keberangkatan perlu diperiksa kembali sebelum melakukan pemesanan.
Mengapa Ramadan Menjadi Musim Umroh yang Ramai?
Ramadan dikenal sebagai salah satu periode dengan permintaan umrah yang tinggi. Banyak umat Islam ingin merasakan suasana beribadah di Masjidil Haram selama bulan suci, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Kondisi tersebut juga didukung oleh keutamaan ibadah umrah pada bulan Ramadan. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa umrah pada bulan Ramadan memiliki keutamaan yang setara dengan haji.
Tingginya minat tersebut turut memengaruhi jumlah kedatangan jemaah, kebutuhan akomodasi, serta layanan transportasi di sekitar Makkah dan Madinah.
Penelitian Alshammari dan rekan-rekan (2021) dalam jurnal Computational and Mathematical Organization Theory menjelaskan bahwa Ramadan merupakan periode puncak musim umroh. Penelitian tersebut menggunakan data musim umrah sebelumnya untuk mengkaji dampak kerumunan jemaah terhadap penyebaran penyakit selama pandemi COVID-19.
Karena itu, calon jemaah yang mengutamakan suasana lebih lengang dapat mempertimbangkan keberangkatan di luar Ramadan, khususnya ketika tidak bertepatan dengan musim liburan besar.
Rekomendasi Waktu untuk Umrah dengan Suasana Lebih Lengang
Setelah mengetahui periode yang cenderung ramai, calon jemaah dapat mempertimbangkan beberapa waktu berikut untuk merencanakan perjalanan.
1. Bulan Muharram
Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah. Periode ini dapat menjadi salah satu pilihan untuk merencanakan umrah setelah musim haji, bergantung pada pembukaan kembali layanan dan visa umrah.
Bagi calon jemaah yang tidak memiliki keharusan berangkat pada bulan tertentu, Muharram dapat dipertimbangkan sebagai alternatif di luar musim puncak Ramadan. Selain memperhatikan jumlah jemaah, calon jemaah juga perlu mengecek ketersediaan penerbangan, hotel, dan paket perjalanan.
2. Bulan Safar
Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah dan dapat menjadi alternatif keberangkatan setelah Muharram. Pada periode ini, calon jemaah dapat mencari jadwal perjalanan yang tidak bertepatan dengan libur panjang atau program keberangkatan rombongan besar.
Namun, tingkat kepadatan tidak selalu sama setiap tahunnya. Jumlah jemaah dari berbagai negara dan kebijakan penyelenggaraan umrah tetap menjadi faktor yang memengaruhi kondisi di Tanah Suci.
3. Periode Setelah Idulfitri
Setelah Ramadan berakhir, sebagian jemaah yang telah melaksanakan umrah pada bulan suci mungkin tidak langsung kembali melakukan perjalanan. Hal ini membuat periode setelah Idulfitri dapat dipertimbangkan sebagai alternatif.
Meski begitu, calon jemaah perlu memperhatikan kalender musim haji. Menjelang pelaksanaan haji, pemerintah Arab Saudi dapat memberlakukan pembatasan atau penyesuaian layanan umroh. Oleh karena itu, penting memastikan jadwal keberangkatan masih diperbolehkan.
4. Di Luar Libur Sekolah dan Akhir Tahun
Selain kalender Hijriah, kalender liburan di berbagai negara juga dapat memengaruhi jumlah jemaah. Libur sekolah, libur akhir tahun, serta cuti panjang sering dimanfaatkan keluarga untuk melakukan perjalanan ke Tanah Suci.
Jika ingin menghindari periode tersebut, calon jemaah dapat memilih jadwal keberangkatan pada hari kerja atau bulan-bulan yang tidak bertepatan dengan liburan panjang. Pilihan ini juga dapat membantu mendapatkan alternatif penerbangan dan penginapan yang lebih beragam.
Baca Juga: Penguatan Tata Kelola jadi Kunci Bangun Ekosistem Ekonomi Haji dan Umroh
Waktu Terbaik Umroh Itu Kapan? Kenali Periode Sepi Jemaah
Mengapa Memilih Waktu Umroh yang Tidak Terlalu Ramai?
Memilih waktu keberangkatan bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan perjalanan, tetapi juga dapat memengaruhi pengalaman jemaah selama menjalankan ibadah.
Berikut beberapa alasan mengapa periode yang relatif lengang dapat menjadi pilihan.
1. Lebih Nyaman Saat Melaksanakan Ibadah
Jumlah jemaah yang lebih sedikit berpotensi membuat suasana di sekitar area ibadah terasa lebih nyaman. Jemaah dapat mengatur waktu untuk tawaf, sa’i, dan salat tanpa harus menghadapi kepadatan yang sama seperti pada musim puncak.
Meski demikian, kondisi di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi tetap dapat berubah berdasarkan waktu salat, hari, serta aktivitas rombongan jemaah.
2. Membantu Mengurangi Kelelahan
Perjalanan umrah melibatkan berbagai aktivitas fisik, mulai dari berjalan kaki, tawaf, hingga sa’i. Kondisi yang terlalu padat dapat membuat jemaah membutuhkan tenaga dan waktu lebih untuk berpindah tempat.
Bagi jemaah lanjut usia, anak-anak, atau orang yang memiliki keterbatasan mobilitas, memilih periode yang relatif lengang dapat menjadi salah satu pertimbangan untuk meningkatkan kenyamanan perjalanan.
3. Berpeluang Mendapatkan Biaya Perjalanan Lebih Terjangkau
Permintaan perjalanan yang meningkat pada musim puncak dapat memengaruhi harga tiket pesawat dan penginapan. Sebaliknya, pada periode dengan permintaan yang lebih rendah, calon jemaah mungkin memiliki lebih banyak pilihan paket perjalanan.
Namun, harga umrah tidak hanya ditentukan oleh jumlah jemaah. Maskapai, jarak hotel dari Masjidil Haram, fasilitas, durasi perjalanan, serta nilai tukar mata uang juga dapat memengaruhi biaya keseluruhan.
4. Lebih Mudah Mengatur Jadwal Perjalanan
Memilih periode di luar musim liburan dapat memberikan lebih banyak alternatif jadwal penerbangan dan penginapan. Calon jemaah juga dapat menyesuaikan keberangkatan dengan kebutuhan keluarga, pekerjaan, maupun persiapan administrasi.
Apakah Umrah Saat Low Season Selalu Sepi?
Meskipun memilih periode low season dapat membantu menghindari kepadatan musim puncak, bukan berarti seluruh area di Tanah Suci akan selalu lengang.
Jumlah jemaah dapat meningkat pada waktu-waktu tertentu, seperti menjelang atau setelah salat wajib, akhir pekan, serta periode yang bertepatan dengan kegiatan keagamaan tertentu.
Penelitian Taibah dan Arlikatti (2015) mengenai pengelolaan kerumunan pada ibadah haji di Arab Saudi menjelaskan pentingnya strategi pengelolaan jemaah dalam menghadapi pergerakan manusia dalam jumlah besar. Komunikasi, pengaturan arus jemaah, dan kesiapan fasilitas menjadi bagian penting untuk menjaga keamanan di kawasan ibadah.
Dengan demikian, memilih waktu yang relatif sepi tetap perlu diikuti dengan perencanaan perjalanan yang baik. Calon jemaah sebaiknya tidak hanya mengandalkan informasi mengenai low season, tetapi juga memperhatikan jadwal kegiatan dan kondisi aktual di lokasi.
Tips Memilih Waktu Keberangkatan Umrah
Sebelum menentukan tanggal keberangkatan, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan agar perjalanan berjalan lebih terencana.
- Periksa kalender Hijriah dan musim haji. Pastikan tanggal keberangkatan tidak bertepatan dengan periode pembatasan layanan umroh.
- Hindari musim liburan panjang. Pertimbangkan jadwal di luar Ramadan, libur sekolah, dan libur akhir tahun apabila ingin mencari suasana yang relatif lebih lengang.
- Bandingkan harga paket perjalanan. Periksa fasilitas hotel, tiket pesawat, konsumsi, transportasi, serta jarak penginapan dari tempat ibadah.
- Perhatikan kondisi cuaca. Suhu di Makkah dan Madinah dapat berbeda sepanjang tahun. Pilih periode yang sesuai dengan kondisi fisik dan kemampuan beradaptasi.
- Pastikan legalitas penyelenggara perjalanan. Gunakan biro perjalanan umrah yang memiliki izin resmi dan periksa informasi keberangkatan secara menyeluruh.
- Sesuaikan jadwal dengan kondisi jemaah. Jika berangkat bersama lansia atau anak-anak, pertimbangkan fasilitas pendampingan, akses transportasi, dan kebutuhan kesehatan.
Jadi, Kapan Waktu Terbaik untuk Umrah agar Tidak Terlalu Ramai?
Sahabat muslim yang dicintai oleh Allah SWT, Tidak ada satu bulan yang dapat dipastikan selalu menjadi waktu paling sepi untuk melaksanakan umroh. Namun, periode setelah musim haji, seperti Muharram dan Safar, serta waktu di luar Ramadan dan libur panjang dapat menjadi alternatif yang layak dipertimbangkan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Penelitian mengenai pola musiman umroh menunjukkan bahwa Ramadan merupakan salah satu periode dengan jumlah jemaah tertinggi. Karena itu, calon jemaah yang mengutamakan suasana lebih lengang dapat merencanakan keberangkatan di luar periode tersebut.
Pada akhirnya, waktu terbaik untuk umroh perlu disesuaikan dengan kebutuhan, kesiapan fisik, anggaran, dan ketentuan perjalanan yang berlaku. Dengan perencanaan yang matang, jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman dan fokus pada tujuan utama perjalanan, yaitu beribadah kepada Allah SWT. [Ssh]



