BULAT, bolong di tengah, dan manis. Donat? Eitsss salah dong bukan itu. Jawabannya adalah kue cincin. Jajanan ini mungkin sekarang sudah sulit untuk dijumpai di pinggir jalan atau mungkin juga di pusat oleh-oleh. Mungkin juga kamu yang kelahiran 2000 an tidak tahu apa itu kue cincin dan seperti apa rasanya. Tenang saja karena pada artikel ini akan dikupas tuntas tentangnya lengkap dengan cara membuatnya juga.
Kue cincin atau ada juga yang menyebutnya dengan nama Ali Agrem adalah salah satu jajanan makanan khas Betawi. Kue ini sangat populer di Pulau Jawa khususnya di Betawi dan juga Sunda karena merupakan hidangan wajib pada acara-acara adat Betawi seperti hajatan nikahan, sunatan, perayaan Idul fitri, atau sebagai bagian dari isi seserahan lamaran. Lalu kenapa diberi nama kue cincin? karena bentuknya bulat dan bolong ditengah seperti cincin.
Baca Juga: Apakah Benar Konsumsi Tauge Dapat Meningkatkan Kesuburan Pria atau Wanita?
Ini Dia Sejarah Kue Cincin serta Resep Pembuatannya
Asal Usul dan Makna Budaya
Kue cincin ini sangat terkenal khususnya di daerah Betawi dan Sunda. sehingga memiliki asal usul dan juga makna budaya yang berbeda. Berikut ini adalah penjelasannya
Tradisi Betawi
Kue Cincin ini pada suku Betawi merupakan makanan yang harus wajib dihidangkan pada acara besar seperti hajatan nikahan, sunatan, perayaan Idulfitri, atau sebagai bagian dari isi seserahan lamaran.
Tradisi Sunda
Kue Cincin ini memiliki nama Ali Agrem bila sudah berada di tanah Sunda. Kue ini apabila sudah berada di kawasan Jawa Barat memiliki arti nama tersendiri. Ali berarti cincin, sedangkan agrem berarti manis. Kue ini melambangkan keabadian, persatuan, dan ikatan silaturahmi yang tidak pernah putus.
Perbedaan dengan Donat
Kue ini memang memiliki bentuk sama persis dengan donat akan tetapi kue cincin memiliki ukuran yang cenderung lebih kecil antara 4-6cm saja dengan tekstur lebih padat dan legit dibanding donat yang mengembang dan empuk. Kemudian dari bahan pembuatannya juga berbeda, apabila donat menggunakan tepung terigu dan juga ragi, sedangkan pada kue cincin tidak menggunakan kedua bahan tersebut. Kue cincin hanya tepung beras dan gula merah tanpa ragi.
Resep Membuat Kue Cincin
Dalam pembuatan kue cincin cukuplah mudah karena hanya menggunakan tiga bahan saja yaitu tepung beras, gula merah, garam dan santan. Berikut ini adalah resep membuat kue cincin.
Bahan-Bahan
- Tepung beras
- Gula aren
- Santan
- Garam
Cara Membuat
- Lelehkan gula aren dengan santan dan berikan garam
- Siapkan tepung beras dan masukan juga larutan gula aren cair dalam kondisi masih panas secara perlahan
- Aduk hingga merata sampai mengental
- Diamkan selama dua jam
- Cetak adonan hingga berbentuk bulat
- Bolongkan adonan seperti cincin
- Goreng adonan dengan api kecil hingga matang
- Tiriskan
- Hidangkan
Jadi sudah kue cincin yang mudah, tentunya dengan rasa manis, gurih dan juga tekstur yang padat sangat cocok untuk menemani Sahabat Muslim saat ngeteh dan ngopi. Kamu juga tidak perlu khawatir kue ini cepat basi karena ia memiliki daya tahan simpan yang cukup lama (bisa bertahan 5–7 hari di suhu ruang) tanpa bahan pengawet karena kadar gula arennya yang acting sebagai pengawet alami.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Selain rasanya yang lezat, kue cincin juga memiliki nilai budaya yang tinggi karena masih dibuat dengan cara tradisional. Meskipun semakin jarang ditemukan, beberapa pelaku usaha kuliner terus memproduksi Kue Cincin agar tetap dikenal oleh generasi muda. Kini, kue ini juga dijual dalam kemasan siap santap dan tersedia di berbagai pasar tradisional serta toko pusat oleh-oleh. Popularitasnya kini tetap bertahan karena teksturnya yang khas dan cita rasanya yang sangat autentik berbeda dari kue-kue tradisional lainnya. Sebagai bagian dari warisan kuliner Nusantara, kue cincin patut dilestarikan dan dinikmati oleh berbagai kalangan.
Oleh karena itu Sahabat Muslim, kamu juga wajib mempertahankan kue ini ya, kamu bisa dengan membuatnya atau bahkan menjualnya bisa menambah pundi-pundi cuan kamu juga. Selain dari itu juga kamu sudah mempertahankan makanan khas dari Nusantara ini. Kalau kamu ada cerita apa dari kue cincin ini? yuk berikan pengalaman cerita kalian [DW/BY]





