PERNAHKAH kita merasa kehidupan masih belum cukup meskipun banyak hal sudah dimiliki? Kita menginginkan pekerjaan yang lebih baik dan penghasilan yang lebih besar. Ketika satu keinginan tercapai muncul lagi keinginan berikutnya. Begitu seterusnya hingga terkadang kita lupa menikmati apa yang sudah Allah berikan.
Manusia memang memiliki keinginan untuk berkembang dan memperbaiki kehidupannya. Namun tanpa disadari keinginan tersebut bisa membuat hati terus merasa kekurangan. Kita terlalu sibuk mengejar sesuatu yang belum ada sampai melupakan berbagai nikmat yang sebenarnya sudah berada di depan mata.
Allah SWT telah mengingatkan manusia melalui Surah At-Takatsur bahwa bermegah-megahan dapat melalaikan manusia sampai masuk ke dalam kubur. Ayat ini menjadi pengingat bahwa kesibukan mengumpulkan harta dan mengejar kebanggaan dunia tidak boleh membuat kita melupakan tujuan kehidupan yang sesungguhnya.
Baca Juga: Mengapa Pertolongan Allah Terasa Lama? Inilah Hikmah di Balik Ujian dan Penundaan Doa
Mengapa Kita Sering Sibuk Mencari Dunia dan Lupa Mensyukuri Nikmat Allah?
1. Mengapa Manusia Selalu Merasa Kurang?
Salah satu sifat manusia adalah memiliki keinginan yang terus berkembang. Ketika belum memiliki pekerjaan tetap kita berusaha mendapatkannya. Setelah mendapatkan pekerjaan kita ingin memperoleh jabatan lebih tinggi. Ketika penghasilan meningkat kita mulai menginginkan rumah yang lebih besar atau kendaraan yang lebih bagus.
Tidak ada yang salah dengan keinginan untuk memperbaiki kehidupan. Islam juga mengajarkan umatnya untuk berusaha dan mencari rezeki yang halal. Namun persoalannya muncul ketika keinginan tersebut tidak diimbangi dengan rasa syukur.
Kita menjadi terlalu fokus melihat apa yang dimiliki orang lain. Akibatnya nikmat sendiri terasa kecil dan tidak lagi dihargai. Padahal bisa jadi kehidupan yang kita jalani saat ini merupakan sesuatu yang dahulu pernah kita doakan dengan penuh harapan.
2. Jangan Sampai Dunia Melalaikan Kita dari Akhirat
Dalam Surah At-Takatsur ayat 1–2 Allah SWT berfirman bahwa bermegah-megahan telah melalaikan manusia sampai mereka masuk ke dalam kubur.
Pesan ini mengingatkan bahwa perlombaan mengejar kekayaan dan kebanggaan dunia bisa membuat manusia lupa terhadap kematian. Padahal sebanyak apa pun harta yang dikumpulkan tidak ada satu pun yang dapat dibawa untuk menemani perjalanan menuju akhirat selain amal yang telah dilakukan.
Kita boleh bekerja keras dan memiliki cita-cita besar. Akan tetapi jangan sampai kesibukan tersebut membuat salat terabaikan dan Al-Qur’an jarang dibaca. Jangan pula mengejar kekayaan dengan cara yang tidak diridai Allah.
Dunia seharusnya menjadi sarana untuk mengumpulkan bekal akhirat. Gunakan rezeki untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan membantu orang yang membutuhkan serta melakukan berbagai kebaikan.
3. Keinginan Manusia Tidak Akan Pernah Ada Habisnya
Rasulullah SAW pernah menjelaskan bahwa seandainya anak Adam memiliki satu lembah emas maka ia akan menginginkan lembah emas yang kedua. Tidak ada yang dapat memenuhi mulutnya selain tanah atau kematian. Allah tetap menerima taubat orang yang bertaubat.
Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim ini menggambarkan betapa besar keinginan manusia terhadap harta.
Kita perlu mengambil pelajaran bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari sesuatu yang lebih banyak. Terkadang hati justru menjadi lebih tenang ketika seseorang mampu merasa cukup dan menikmati nikmat yang telah dimiliki.
Belajar merasa cukup bukan berarti berhenti berusaha. Sebaliknya kita tetap bekerja dan memperbaiki diri tanpa membiarkan keserakahan menguasai hati.
4. Mensyukuri Nikmat Sebelum Kehilangannya
Sering kali manusia baru menyadari berharganya sesuatu setelah nikmat tersebut berkurang atau hilang. Ketika sehat kita jarang memikirkan betapa berharganya tubuh yang mampu beraktivitas. Ketika keluarga masih lengkap kita terkadang terlalu sibuk dengan pekerjaan hingga lupa meluangkan waktu bersama mereka.
Padahal kesehatan dan waktu serta keluarga merupakan nikmat yang sangat berharga.
Allah SWT berfirman dalam Surah Ibrahim ayat 7 bahwa apabila manusia bersyukur maka Allah akan menambah nikmat kepadanya. Karena itu syukur perlu diwujudkan melalui hati dan ucapan serta perbuatan.
Mulailah dengan mengucapkan hamdalah atas hal-hal sederhana. Gunakan kesehatan untuk beribadah. Manfaatkan waktu untuk melakukan kebaikan dan perlakukan keluarga dengan penuh kasih sayang.
5. Bagaimana Cara Melatih Hati agar Selalu Bersyukur?
Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan rasa syukur.
Pertama adalah membiasakan diri mengingat nikmat Allah setiap hari. Kedua adalah mengurangi kebiasaan membandingkan kehidupan dengan orang lain. Ketiga adalah memperbanyak sedekah agar kita lebih peduli terhadap orang yang membutuhkan.
Selain itu jangan lupa memperbanyak istigfar dan berdoa agar Allah menjaga hati dari sifat tamak. Kita juga perlu mengevaluasi diri agar tidak terus-menerus mengejar dunia hingga melupakan kewajiban kepada-Nya.
Pada akhirnya kehidupan bukan tentang siapa yang paling banyak memiliki harta atau siapa yang paling tinggi kedudukannya. Kehidupan adalah kesempatan untuk beribadah dan melakukan kebaikan sebelum waktu kita di dunia berakhir.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Mari belajar bersyukur sebelum kehilangan nikmat yang selama ini kita miliki. Jangan menunggu sakit untuk menghargai kesehatan dan jangan menunggu kehilangan untuk menyayangi orang-orang terdekat. Semoga Allah menjadikan kita hamba yang pandai bersyukur dan tidak diperbudak oleh keinginan dunia. Aamiin ya Rabbal alamin. [DW]
Sumber: Ustadz Muhammad Assad





