KESUKSESAN sering kali diukur dari banyaknya harta dan tingginya jabatan atau pencapaian yang berhasil diraih. Padahal dalam pandangan Islam keberhasilan sejati tidak hanya berkaitan dengan kehidupan dunia. Ada hal yang jauh lebih penting yaitu bagaimana seseorang menjaga keimanan dan menjalankan perintah Allah SWT hingga memperoleh keselamatan di akhirat.
Pesan tersebut dapat ditemukan dalam Surah Al-Mu’minun. Surah ke-23 dalam Al-Qur’an ini terdiri atas 118 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah. Al-Mu’minun berarti orang-orang mukmin. Pada bagian awal surah ini Allah menjelaskan sifat-sifat orang beriman yang akan memperoleh keberuntungan.
Selain membahas karakter orang mukmin surah ini juga mengingatkan manusia tentang proses penciptaan dan kisah para nabi serta kepastian hari kebangkitan. Lantas apa saja isi kandungan Surah Al-Mu’minun yang dapat menjadi pedoman dalam kehidupan?
Baca Juga: Mengapa Pertolongan Allah Terasa Lama? Inilah Hikmah di Balik Ujian dan Penundaan Doa
Apa Isi Kandungan Surah Al-Mu’minun? Ini 7 Pelajaran Penting bagi Kehidupan Sehari-hari
1. Menjaga Salat dengan Khusyuk
Surah Al-Mu’minun ayat 1–2 menjelaskan bahwa sungguh beruntung orang-orang beriman yaitu mereka yang khusyuk dalam salatnya.
Khusyuk bukan sekadar melakukan gerakan salat dengan benar. Lebih dari itu seorang Muslim perlu menghadirkan hati dan kesadaran bahwa dirinya sedang beribadah kepada Allah.
Pesan ini mengajarkan kita untuk tidak menjadikan salat sebagai rutinitas tanpa penghayatan. Ketika mengerjakan salat cobalah memahami bacaan dan mengurangi hal-hal yang mengganggu konsentrasi.
Dengan menjaga salat seseorang belajar mendisiplinkan diri sekaligus memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
2. Menjauhi Perkataan dan Perbuatan Sia-sia
Pada ayat 3 Allah menyebutkan bahwa orang beriman adalah mereka yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tidak bermanfaat.
Dalam kehidupan sehari-hari hal ini dapat diterapkan dengan menghindari ghibah dan fitnah serta kebiasaan membicarakan keburukan orang lain.
Waktu juga merupakan nikmat yang harus digunakan dengan baik. Jangan sampai terlalu banyak waktu terbuang untuk kegiatan yang tidak memberikan manfaat.
Kita dapat mengisi waktu dengan membaca Al-Qur’an dan belajar atau membantu orang lain. Dengan begitu kehidupan menjadi lebih produktif dan bernilai ibadah.
3. Menunaikan Zakat dan Menjaga Kesucian Diri
Ayat 4 hingga 7 menjelaskan tentang orang beriman yang menunaikan zakat dan menjaga kehormatannya.
Zakat mengajarkan kepedulian terhadap sesama. Harta yang dimiliki bukan sepenuhnya untuk kepentingan pribadi. Ada hak orang lain yang harus ditunaikan sesuai ketentuan agama.
Sementara itu menjaga kehormatan berarti menjauhkan diri dari perbuatan zina dan segala hal yang dapat membawa seseorang kepada kemaksiatan.
Pesan ini mengingatkan bahwa kesalehan tidak hanya terlihat melalui ibadah pribadi. Seorang Muslim juga perlu memiliki kepedulian sosial serta menjaga perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
4. Menjadi Pribadi yang Amanah dan Menepati Janji
Dalam Surah Al-Mu’minun ayat 8 Allah menjelaskan bahwa orang beriman adalah mereka yang memelihara amanat dan janji.
Amanah merupakan sifat penting yang harus dimiliki setiap Muslim. Ketika mendapatkan tanggung jawab seseorang harus berusaha menjalankannya dengan sungguh-sungguh.
Contohnya adalah menyelesaikan pekerjaan sesuai kesepakatan dan menjaga kepercayaan orang lain. Begitu pula ketika berjanji kepada keluarga atau teman maka jangan mudah mengingkarinya.
Sikap amanah dapat membangun kepercayaan dan menciptakan hubungan yang baik dalam masyarakat.
5. Meyakini Kekuasaan Allah dalam Penciptaan Manusia
Ayat 12–16 menjelaskan proses penciptaan manusia dari sari pati tanah kemudian berkembang melalui beberapa tahapan hingga menjadi makhluk yang sempurna.
Penjelasan tersebut mengingatkan manusia agar tidak bersikap sombong. Kita berasal dari proses penciptaan yang sepenuhnya berada dalam kekuasaan Allah.
Ayat-ayat ini juga mengingatkan bahwa manusia akan mengalami kematian dan dibangkitkan kembali.
Dalam kehidupan sehari-hari pesan tersebut mengajak kita untuk merenungkan tujuan penciptaan. Jangan hanya mengejar kesenangan dunia tetapi lupakan persiapan untuk kehidupan akhirat.
6. Mengambil Pelajaran dari Kisah Para Nabi
Surah Al-Mu’minun juga menceritakan perjuangan Nabi Nuh AS serta para rasul setelahnya. Ada pula kisah Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS serta Nabi Isa AS bersama ibunya Maryam.
Para nabi menghadapi penolakan dari kaum mereka ketika menyampaikan ajaran tauhid. Namun mereka tetap menjalankan tugas dakwah dengan penuh kesabaran.
Kisah tersebut mengajarkan bahwa mempertahankan kebenaran membutuhkan keteguhan hati. Kita tidak boleh mudah menyerah ketika berusaha menjalankan perintah Allah hanya karena mendapat penolakan atau cibiran manusia.
7. Bersegera dalam Melakukan Kebaikan
Pada ayat 57–61 Allah menggambarkan orang-orang yang takut kepada-Nya dan senantiasa beriman terhadap ayat-ayat-Nya. Mereka juga tidak mempersekutukan Allah serta memberikan apa yang mampu mereka berikan dengan hati yang penuh rasa takut karena akan kembali kepada-Nya.
Ayat tersebut mengajarkan pentingnya berlomba-lomba dalam kebaikan. Lakukan amal saleh tanpa harus menunggu memiliki banyak harta atau waktu luang.
Membantu orang yang kesulitan dan bersedekah serta memperbaiki hubungan dengan sesama merupakan contoh kebaikan yang dapat dilakukan.
***
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Isi kandungan Surah Al-Mu’minun memberikan pedoman penting tentang karakter orang beriman. Mulai dari menjaga salat dan menjauhi perbuatan sia-sia hingga menunaikan zakat serta memelihara amanah.
Surah ini juga mengingatkan manusia tentang kekuasaan Allah dan kepastian kehidupan akhirat. Semoga kita dapat mengamalkan pesan-pesan tersebut sehingga menjadi pribadi yang lebih baik dan termasuk golongan orang mukmin yang beruntung. Aamiin. [DW]





