DALAM menjalani kehidupan, tidak semua hal berjalan sesuai dengan harapan. Ada kalanya kita begitu menginginkan sesuatu, tetapi kenyataan justru membawa kita ke arah yang berbeda. Kita sudah berusaha sebaik mungkin, berdoa dengan sungguh-sungguh, dan berharap agar keinginan segera terwujud.
Namun, ketika hasilnya tidak sesuai harapan, terkadang muncul rasa kecewa dan pertanyaan mengapa hal itu harus terjadi. Pada saat seperti inilah kita perlu mengingat bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang tidak kita ketahui.
Baca Juga: Membiasakan Shalawat kepada Rasulullah dalam Kehidupan Sehari-hari
Allah Maha Mengetahui Apa yang Tidak Kita Ketahui
Sebagai manusia, pengetahuan kita sangat terbatas. Kita hanya mampu melihat apa yang ada di hadapan mata, sedangkan Allah mengetahui segala sesuatu, termasuk hal-hal yang tersembunyi dan masa depan yang belum kita jalani. Bisa jadi, sesuatu yang kita anggap baik ternyata menyimpan keburukan. Sebaliknya, sesuatu yang terasa menyakitkan mungkin menjadi jalan bagi datangnya kebaikan yang lebih besar.
Oleh karena itu, jangan terburu-buru menilai takdir hanya berdasarkan apa yang kita rasakan hari ini. Tetaplah berusaha, berdoa, dan memperbaiki diri. Ketika sesuatu belum menjadi milik kita, bukan berarti Allah mengabaikan doa-doa yang telah dipanjatkan. Ada banyak hikmah yang mungkin baru kita pahami setelah melewati waktu dan berbagai peristiwa dalam kehidupan.
Selain belajar menerima ketetapan Allah, kita juga perlu berusaha menjadi perantara kebaikan bagi orang lain. Sebab, kebaikan yang kita lakukan tidak hanya memberikan manfaat bagi diri sendiri, tetapi juga dapat menjadi jalan bagi orang lain untuk memperoleh keberkahan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa mengajak kepada kebaikan akan mendapatkan pahala sebanyak pahala yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.”
(HR. Muslim No. 2674)
Hadis tersebut mengajarkan bahwa mengajak kepada kebaikan merupakan amalan yang memiliki nilai luar biasa. Kita tidak harus menunggu menjadi orang yang sempurna untuk menyampaikan nasihat yang baik. Kita bisa memulainya dengan mengingatkan orang lain untuk salat, membagikan ilmu yang bermanfaat, berkata jujur, membantu sesama, atau menyebarkan pesan yang menguatkan hati.
Terkadang, satu kalimat sederhana yang kita bagikan dapat menyentuh hati seseorang dan menggerakkannya untuk berubah menjadi lebih baik. Selama kebaikan tersebut terus diamalkan, insyaallah pahala akan mengalir kepada orang yang mengajarkannya.
Maka, teruslah berprasangka baik kepada Allah dan jangan lelah menebarkan kebaikan. Kita tidak pernah mengetahui sepenuhnya rencana Allah, tetapi kita selalu memiliki kesempatan untuk memilih jalan yang diridai-Nya.
Semoga Allah menjadikan kita pribadi yang lapang dalam menerima takdir, kuat dalam menghadapi ujian, serta istiqamah dalam mengajak diri sendiri dan orang lain menuju kebaikan. Aamiin [DW]





