KHAIRAH binti Abi Hadrad merupakan shahabiyah yang dikenal dengan nama lain Ummu Darda al-Kubra dan menjadi salah satu perempuan yang memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah awal Islam.
Khairah adalah putri Abi Hadrad al-Aslami. Dalam sejumlah kitab biografi sahabat, ia disebut sebagai Ummu Darda al-Kubra untuk membedakannya dari Ummu Darda ash-Shughra, yaitu perempuan lain yang kemudian menjadi istri Abu Darda. Para ulama biografi seperti Ibnu Hajar al-Asqalani menegaskan bahwa Khairah merupakan sahabiyah yang pernah bertemu Rasulullah.
Baca Juga: Jejak Jamilah Binti Tsabit, Sahabiyah yang Namanya Diabadikan Rasulullah
Khairah binti Abi Hadrad, Shahabiyah Cerdas yang Dikenal Tekun Beribadah
Khairah dikenal bukan hanya karena kedudukannya sebagai istri sahabat Abu Darda, tetapi juga karena kepribadiannya. Ibnu Abd al-Barr menggambarkannya sebagai salah satu perempuan yang memiliki keutamaan, kecerdasan, pertimbangan yang baik, serta dikenal dengan ibadah dan kezuhudan. Ia juga meriwayatkan hadis dari Rasulullah dan dari suaminya, Abu Darda.
Salah satu gambaran menarik mengenai kehidupan rumah tangganya terdapat dalam hadis tentang persaudaraan antara Salman al-Farisi dan Abu Darda. Ketika Salman berkunjung ke rumah Abu Darda, ia melihat Khairah mengenakan pakaian sederhana untuk bekerja dan tidak berdandan sebagaimana biasanya. Ketika ditanya, Khairah menjelaskan bahwa Abu Darda sudah tidak memiliki perhatian besar terhadap kehidupan dunia.
Ketika Abu Darda datang, Salman kemudian memberikan nasihat yang sangat terkenal. Ia mengingatkan bahwa Allah memiliki hak atas dirinya, tubuhnya memiliki hak, dan keluarganya juga memiliki hak. Salman meminta Abu Darda memberikan hak kepada masing-masing pihak. Nasihat tersebut kemudian disampaikan kepada Rasulullah, dan Nabi membenarkan perkataan Salman. Kisah ini tercantum dalam Shahih al-Bukhari.
Dari kisah tersebut terlihat bahwa kehidupan Khairah dan Abu Darda juga menjadi bagian dari pembelajaran tentang keseimbangan dalam beragama. Kesungguhan mengejar akhirat merupakan sesuatu yang mulia, tetapi Islam tetap mengajarkan agar seseorang tidak melupakan hak tubuh dan keluarga.
Khairah juga dikenal sebagai perempuan yang memiliki perhatian terhadap ilmu. Sejumlah tabi’in meriwayatkan hadis darinya, di antaranya Maimun bin Mihran, Shafwan bin Abdullah, dan Zaid bin Aslam. Hal ini menunjukkan bahwa Khairah bukan sekadar tokoh yang dikenal melalui hubungan keluarganya dengan Abu Darda, tetapi juga memiliki kontribusi dalam penyampaian ilmu agama kepada generasi setelah sahabat.
Ia kemudian wafat di wilayah Syam pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan. Sumber-sumber biografi menyebut bahwa Khairah meninggal sebelum Abu Darda.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Kisah Khairah binti Abi Hadrad memberikan pelajaran bahwa kemuliaan seorang perempuan tidak hanya terlihat dari popularitasnya. Ketekunan beribadah, kecerdasan dalam mengambil sikap, perhatian terhadap ilmu, serta perannya dalam kehidupan keluarga menjadi bagian dari keteladanan yang dapat dipelajari hingga sekarang. [DW]
Sumber: Sumber: Ensiklopedia Nabi Muhammad SAW di antara Para Shahabiyah. Ichwan Fauzi. Lentera Abadi: 2020.




