• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 6 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Potret Haji Indonesia di Tahun 1928

06/07/2026
in Berita
Potret Haji Indonesia di Tahun 1928

Ilustrasi, foto: republika.co.id

66
SHARES
507
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

IBADAH haji itu perjuangan. Begitu pun yang pernah berlangsung di tahun 1928, di masa Pemerintahan Hindia Belanda.

Meski Indonesia belum merdeka, umat Islam di tahun 1928 tetap melaksanakan ibadah haji. Begitu pun di tahun-tahun sebelum dan sesudahnya.

Naik Kapal Uap Belanda

Pada tahun itu belum ada pesawat. Yang ada kapal uap besar berpenumpang ribuan orang. Dan saat itu, Belanda sudah memilikinya.

Pemerintah Hindia Belanda saat itu juga mengurus perjalanan haji rakyat Indonesia. Mereka menyediakan kapal, mengatur perjalanan pergi dan pulang, menjaga keamanan, hingga soal kesehatan jamaah.

Biaya satu orang sebesar seribu gulden. Nilai itu jika diukur kurs gulden terakhir sekitar 10 juta rupiah. Meski begitu, tak banyak orang yang mampu membayar.

Dimulai dari Pelabuhan Tanjung Priok

Perjalanan suci ini dimulai  dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Pemerintah Belanda memeriksa kelengkapan tiket dan akomodasi lainnya.

Jangan bayangkan ada petugas khusus yang melayani barang-barang jamaah. Para jamaah itu sendirilah yang membawa dan menjaganya selama di perjalanan panjang.

Setelah semua muatan rampung, perjalanan pun dimulai. Untuk pemberhentian pertama, kapal singgah Palembang. Di sini, kapal memuat jamaah lain dari kawasan itu.

Kapal pun berangkat lagi. Untuk pemberhentian selanjutnya, kapal singgah di Malaka. Di sini pun kapal memuat jamaah lain yang sudah menunggu.

Terakhir, kapal singgah di Pulau Sabang. Di sini, bukan untuk mengangkut penumpang baru. Tapi, untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Jika ada penumpang yang terjangkit penyakit menular, maka dilarang berangkat dan akan menjalani perawatan di Sabang.

Jika muatan kapal masih dirasa ‘kosong’, maka kapal akan singgah lagi di India. Lagi-lagi, kapal akan memuat jamaah haji yang berasal dari kawasan India.

Tiba di Pelabuhan Jedah

Setelah kapal mengarungi samudera selama kurang lebih antara 45 hingga 60 hari, perjalanan akan berakhir di Pelabuhan Jedah, Arab Saudi.

Setibanya di Jedah, jamaah haji harus menempuh perjalanan berat berikutnya menuju Mekah. Meski jaraknya hanya  sekitar 85 kilometer, alat transportasinya masih jauh dari memadai.

Untuk menempuh jarak itu, jamaah memiliki dua pilihan kendaraan: dengan jasa unta atau dengan kendaraan ‘jalan kaki’. Dan biasanya, sebagian besar jamaah berjalan kaki. Mereka mengarungi gurun yang panas saat itu dengan berjalan kaki 85 kilometer menuju Mekah.

Penginapan di Mekah

Saat itu, jangan bayangkan penginapan berupa hotel-hotel mewah seperti saat ini. Saat itu, penginapannya masih sangat tradisional.

Biasanya, warga di Mekah menyewakan rumahnya untuk jamaah haji. Mereka sengaja membangun rumah-rumah tinggal dengan lebih dari satu lantai. Lantai bawah untuk disewakan ke jamaah haji, dan mereka tinggal di atasnya.

Untuk para jamaah haji yang berasal dari kelompok perjalanan, biasanya mereka sudah punya penginapan rumah khusus dari persatuan jamaah haji daerah tertentu.

Rumah-rumah yang dijadikan penginapan itu merupakan wakaf dari para tokoh-tokoh masyarakat daerah, misalnya Aceh, dan lainnya.

Betapa beratnya perjuangan jamaah haji Indonesia saat itu. Tidak heran jika di saat perpisahan acara keberangkatan dari kampung halaman, suasananya begitu haru. Mereka seperti membayangkan tak akan berjumpa lagi dengan keluarga yang ditinggalkan. [Mh]

 

 

Tags: Potret Haji Indonesia di Tahun 1928
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Tidak Bikin Kantong Kering, Simak Lima Rekomendasi Tempat Wisata Murah di Indonesia

Next Post

Jangan Lari dari Lingkungan Umat

Next Post
Rasulullah dan Sahabat pun Harus Kerja Keras

Jangan Lari dari Lingkungan Umat

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8810 shares
    Share 3524 Tweet 2203
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11548 shares
    Share 4619 Tweet 2887
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1053 shares
    Share 421 Tweet 263
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3970 shares
    Share 1588 Tweet 993
  • Rekomendasi Warna Hijab untuk Baju Abu-Abu

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Berhenti Membandingkan Jalan Hidupmu, Allah Sedang Menulis Skenario Terbaik

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Peringati Tahun Baru Muharam 1448 H, Salimah Rawapanjang Santuni Anak Yatim, Duafa dan Gelar Khitan Massal

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Menghina Allah dalam Hati

    567 shares
    Share 227 Tweet 142
  • Menyapu di Malam Hari Menurut Islam, Benarkah Sebabkan Kemiskinan?

    2481 shares
    Share 992 Tweet 620
  • Mandi Junub Menggunakan Shower

    5181 shares
    Share 2072 Tweet 1295
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga