SAKIT gigi merupakan salah satu keluhan yang paling mengganggu aktivitas sehari-hari. Rasa nyeri yang muncul bisa membuat seseorang sulit makan, berbicara, bahkan tidur dengan nyenyak. Penyebabnya pun beragam, mulai dari gigi berlubang, infeksi gusi, gigi retak, hingga gigi sensitif.
Saat sakit gigi menyerang, pengobatan dari dokter gigi tetap menjadi langkah utama untuk mengatasi penyebabnya. Namun, selain menjalani perawatan, penting juga untuk memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Beberapa jenis makanan justru dapat memperparah rasa nyeri, meningkatkan risiko iritasi, atau mempercepat pertumbuhan bakteri di dalam mulut.
Baca Juga: Rahasia Menggoreng Ayam Tepung agar Renyah di Luar dan Matang Sempurna di Dalam
Ini 5 Makanan yang Bisa Memperparah Sakit Gigi dan Sebaiknya Dihindari
Berikut lima makanan yang sebaiknya dihindari ketika sedang mengalami sakit gigi.
1. Permen dan Makanan Tinggi Gula
Permen, cokelat, karamel, dan aneka makanan manis menjadi pantangan utama saat sakit gigi. Kandungan gula yang tinggi dapat menjadi sumber makanan bagi bakteri di dalam mulut. Bakteri kemudian menghasilkan asam yang dapat merusak lapisan enamel gigi dan memperparah gigi berlubang.
Selain itu, permen yang lengket cenderung menempel lebih lama di sela-sela gigi sehingga sulit dibersihkan. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memperburuk rasa sakit dan meningkatkan risiko infeksi.
2. Minuman dan Makanan yang Terlalu Dingin
Es krim, minuman dingin, atau es batu mungkin terasa menyegarkan, tetapi bisa menjadi pemicu rasa ngilu pada gigi yang sensitif.
Ketika lapisan pelindung gigi mengalami kerusakan atau terdapat lubang, suhu dingin dapat langsung merangsang saraf di dalam gigi. Akibatnya, rasa nyeri muncul secara tiba-tiba dan cukup tajam.
Jika sedang sakit gigi, sebaiknya pilih makanan atau minuman dengan suhu normal atau sedikit hangat agar lebih nyaman dikonsumsi.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
3. Makanan yang Terlalu Keras
Kerupuk yang sangat keras, kacang utuh, es batu, atau permen keras sebaiknya dihindari sementara waktu. Mengunyah makanan bertekstur keras membutuhkan tekanan yang lebih besar pada gigi.
Jika gigi sedang berlubang, retak, atau mengalami peradangan, tekanan tersebut dapat memperparah rasa sakit. Bahkan dalam beberapa kasus, gigi yang sudah rapuh berisiko mengalami kerusakan lebih lanjut.
Pilihlah makanan dengan tekstur lebih lembut seperti bubur, sup, atau nasi tim hingga kondisi gigi membaik.
4. Makanan dan Minuman yang Terlalu Asam
Jeruk, lemon, cuka, acar, serta minuman bersoda mengandung kadar asam yang cukup tinggi. Asam dapat mengikis lapisan enamel gigi sehingga gigi menjadi lebih sensitif terhadap makanan dan minuman.
Pada gigi yang sedang bermasalah, makanan asam juga dapat memicu rasa perih dan membuat nyeri semakin terasa. Karena itu, sebaiknya batasi konsumsi makanan asam hingga keluhan sakit gigi teratasi.
5. Makanan yang Lengket
Mochi, dodol, karamel, atau kue dengan tekstur lengket mudah menempel pada permukaan gigi. Sisa makanan yang tertinggal dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab kerusakan gigi.
Selain itu, makanan lengket sering kali membutuhkan tenaga lebih saat dikunyah, sehingga dapat memberikan tekanan tambahan pada gigi yang sedang sakit.
Jika ingin mengonsumsi makanan manis, pastikan segera berkumur atau menyikat gigi setelahnya sesuai anjuran dokter.
Selain menghindari makanan pemicu nyeri, menjaga kebersihan mulut juga sangat penting. Tetaplah menyikat gigi dua kali sehari menggunakan sikat berbulu lembut dan pasta gigi berfluoride. Bersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi bila memungkinkan, serta berkumur menggunakan air putih setelah makan.
Jika sakit gigi berlangsung lebih dari dua hari, disertai pembengkakan, demam, atau keluar nanah, segera periksakan diri ke dokter gigi. Penanganan sejak dini dapat mencegah kerusakan yang lebih parah. [DW]





