Untuk itu, mereka tidak boleh menikah, demi mencapai tingkat kesucian diri, demi menjadi manusia istimewa yang dekat dengan Tuhan.
Perempuan dianggap “sumber kekotoran jiwa” yang membuat laki-laki tidak bisa mencapai derajat kesempurnaan. Pun laki-laki dianggap “sumber kekotoran jiwa” yang membuat perempuan tidak bisa mencapai derajat kesempurnaan.
Pada sisi lain di dunia ini, ada suatu pemahaman bahwa basic instinct harus mendapatkan pemenuhan secara bebas agar bisa mendapatkan kepuasan dan kebahagiaan hidup. Untuk itu, mereka bebas mengekspresikan hasrat dan libido seksual kepada siapa pun, sepanjang dilakukan atas dasar suka sama suka, tanpa ada paksaan.
Baca Juga: Menganggap Ibadah Hanya Sebagai Rutinitas Apa Dampaknya?
Mengapa Menikah Menjadi Salah Satu Anugerah Terindah?
Dua sisi yang sangat ekstrem, dua pilihan yang sama-sama fatalis. Antara mematikan kecenderungan syahwat, dengan membebaskan kecenderungan syahwat.
Keduanya tidak sesuai dengan fitrah manusia. Keduanya justru menyiksa dan membuat manusia menderita karena tidak sesuai dengan fitrah kehidupan.
Untuk itulah Islam hadir membawa seperangkat ajaran pertengahan. Tidak mematikan kecenderungan syahwat, tetap juga tidak membebaskan.
Islam memberikan jalan keluar yang sesuai dengan fitrah manusia. Menikah adalah anugerah terindah, yaitu ketika basic instinct tersalurkan dengan cara yang bermartabat dan bertanggung jawab.
Tidak semena-mena, tidak melampaui batas. Islam memberikan jalan yang membuat potensi manusia teroptimalkan dalam koridor Ketuhanan. Dengan menikah, hasrat untuk mencintai dan dicintai, bisa tersalurkan dengan bijak, dan bahkan menghasilkan pahala serta banyak kebaikan lainnya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Menikah menjadi salah satu anugerah terindah karena melalui pernikahan, dua insan dipersatukan untuk saling melengkapi, mendukung, dan tumbuh bersama dalam menjalani kehidupan. Pernikahan bukan hanya tentang kebahagiaan, tetapi juga tentang memiliki teman seperjalanan yang setia dalam suka maupun duka. Dengan menikah, seseorang dapat merasakan kasih sayang, perhatian, dan ketenangan yang lahir dari hubungan yang dibangun atas cinta dan komitmen.
Dalam Islam, pernikahan juga menjadi jalan untuk menyempurnakan agama, menjaga kehormatan diri, serta membangun keluarga yang penuh keberkahan. Dari pernikahan lahir generasi penerus yang menjadi sumber kebahagiaan dan harapan di masa depan. [DW]
Sumber: Ustadz Cahyadi Takariawan





