• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 7 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Sakinah

Bukan Cinta Monyet, Tapi Monyet yang Sedang Jatuh Cinta

03/02/2022
in Sakinah
Bukan Cinta Monyet, Tapi Monyet yang Sedang Jatuh Cinta

Ilustrasi (Foto: Freepik)

122
SHARES
939
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Istilah cinta monyet sudah akrab di telinga kita. Kalau buka web wikipedia, akan didapat arti istilah ini. Yaitu, anak baru gede yang sedang jatuh cinta. Tapi, bisa juga bermakna seseorang yang kurang mencintai pasangannya.

Sifat monyet atau kera bermakna jelek. Alquran juga memuat sifat sebagian orang Yahudi yang serakah dan sombong. Sifat fasik inilah yang pernah membuat mereka terkutuk dan menjadi kera yang hina.

Baca Juga: Tips Jatuh Cinta Setiap Hari Kepada Pasangan

Bukan Cinta Monyet, Tapi Monyet yang Sedang Jatuh Cinta

Firman Allah swt., “Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu lalu Kami berfirman kepada mereka, ‘Jadilah kamu kera yang hina.” (QS. Al-Baqarah: 65)

Orang Yahudi yang dikutuk menjadi kera itu tak berdaya dengan ujian. Allah melarang mereka melaut di hari Sabtu karena hari itu dikhususkan untuk ibadah. Tapi, justru di tiap hari Sabtu itulah ikan melimpah.

Dalam sebutan yang lain, mereka tetap mengincar ikan di hari Sabtu, meski di hari lain ikan juga ada, walaupun sedikit. Dan yang paling parah, mereka telah melanggar aturan Allah swt. untuk mengkhususkan Sabtu sebagai hari ibadah.

Dalam tafsir yang lain, orang-orang Yahudi yang serakah ini mengakali aturan Allah. Pada hari Jumat sore mereka memasang jaring ikan, kemudian pada Ahad paginya jaring-jaring yang berisi ikan itu mereka angkat.

Dengan akal-akalan itu, mereka menutupi sifat serakahnya. Ibadah tetap bisa khusus di hari Sabtu, tapi ikan berlimpah juga didapat. Padahal, bagaimana mungkin mereka bisa khusyuk ibadah di hari Sabtu, kalau pikiran mereka tetap tertuju pada jaring ikan.

Cinta monyet atau monyet yang lagi jatuh cinta

Monyet sebagai perwakilan sifat serakah boleh jadi muncul dalam dunia cinta pasangan manusia. Benarkah? Mungkin gambaran berikut ini bisa menjadi renungan.

Cinta monyet yang diartikan cintanya anak baru gede, menunjukkan kerentanan cinta itu sendiri. Namanya juga anak baru gede, siapa pun yang dekat, yang sering ditemui, bahkan yang suka menggoda; akan membuatnya jatuh cinta.

Kalau itu terhinggap hanya pada saat baru gede, mungkin bisa dianggap wajar. Mereka masih mencari dan belajar, dan belum punya pemahaman yang utuh tentang cinta. Tapi, bagaimana jika cinta monyet justru tetap melekat ketika sudah bersuami isteri.

Cinta ini tidak punya pendirian. Selalu berubah menurut keadaan. Bahkan mungkin ia lupa dengan pasangannya karena sedang tergoda dengan sosok cinta barunya. Begitu seterusnya.

Orang bertipe cinta monyet ini tidak segan-segan mengorbankan pasangannya, walau sudah punya anak sekali pun, demi memenuhi rasa tergodanya dengan yang baru.

Cinta untuk orang ini sekadar kesenangan dan permainan. Bukan tanggung jawab dan cita-cita besar membangun generasi umat yang kuat.

Apakah mereka tidak paham tentang cinta dalam berkeluarga? Atau, memang hal itu sudah menjadi karakter yang begitu sulit dikikis habis.

Sepertinya, siapa pun yang sudah berkeluarga akan merasakan ada beban besar yang harus ditunaikan.

Beban inilah yang membuatnya secara berangsur-angsur melupakan soal kesenangan dan permainan dunia cinta. Cinta dalam arti yang sempit: suka, senang, dan nikmat.

Saat berkeluarga, pasangan sudah memasuki dimensi cinta yang lebih luas. Yaitu, cinta yang terwujud dalam penunaian amanah Allah swt. melalui pasangan dan anak cucu mereka.

Hal inilah yang sulit dipahami oleh mereka yang tetap asyik dalam dunia cinta monyet, meski sudah tidak remaja lagi, dan sudah punya tanggung jawab sebagai ayah, ibu, suami, atau isteri.

Apakah penyimpangan itu hanya karena soal pemahaman, atau ada hal lain? Hal inilah yang dikhawatirkan. Yaitu, karakter atau sifat seseorang yang memang sudah menyimpang. Walaupun diberikan pemahaman yang benar, penyimpangan ini sulit dihilangkan.

Inilah yang bisa disebut sebagai cinta monyet, atau monyet yang sedang jatuh cinta. Sifat-sifat buruk monyet yang serakah dan sombong mewarnai kehidupan cintanya.

Tentang kisah sebagian orang Yahudi yang dikutuk menjadi monyet karena sifat serakah dan sombongnya, apakah mereka berketurunan monyet juga?

Mufasirin menjelaskan bahwa setelah Allah mengutuk mereka menjadi monyet, mereka pun mati. Sepertinya, Allahu a’lam bishowab, tidak ada hukuman yang pantas buat orang bertipe monyet ini selain kutukan menjadi makhluk hina dan kematian.

Hal ini pun agar manusia selanjutnya tidak lantas menduga-duga kalau ada monyet-monyet yang berkeliaran di hutan sana sebagai anak keturunan sebagian orang Yahudi yang dikutuk itu.

Begitu pun dengan istilah cinta monyet. Tidak berarti bahwa semua monyet memiliki sifat tidak setia pada pasangannya. Hanya sekadar istilah agar manusia serius dan benar-benar bertanggung jawab dengan cinta pasangannya. (mh)

 

Tags: Bukan Cinta MonyetTapi Monyet yang Sedang Jatuh Cinta
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Ide Sarapan Pagi Akhir Pekan dengan Waffle Brownie

Next Post

Teks Pidato Bung Tomo

Next Post

Teks Pidato Bung Tomo

Siapakah Sebenarnya Bung Tomo itu?

Wakil Ketua Dewan Pers Jadi Pembicara Tamu di Pelatihan One Masjid One Journalist Forjim

  • 5 Ide Kreasi Camilan Simpel dengan Rice Paper yang Renyah dan Lezat

    5 Ide Kreasi Camilan Simpel dengan Rice Paper yang Renyah dan Lezat

    422 shares
    Share 169 Tweet 106
  • Ashanty, Anang dan Azriel Rayakan Wisuda Bersama di Universitas Airlangga

    4360 shares
    Share 1744 Tweet 1090
  • 5 Objek Wisata Terbaik di Cilacap

    202 shares
    Share 81 Tweet 51
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9056 shares
    Share 3622 Tweet 2264
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    634 shares
    Share 254 Tweet 159
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4100 shares
    Share 1640 Tweet 1025
  • Sidang Doktor UNJ Lahirkan Inovasi Pembelajaran Bahasa Inggris Islami

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1172 shares
    Share 469 Tweet 293
  • ParagonCorp Perkuat Riset Multi-Omics untuk Hadirkan Inovasi yang Semakin Relevan

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2407 shares
    Share 963 Tweet 602
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga