• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 12 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Thinking Skills

Rumus Bahagia di Tengah Krisis (2)

12/06/2026
in Thinking Skills, Tips
Keseimbangan Itu Perlu

Ilustrasi, foto: media.istockphoto.com

66
SHARES
505
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SUARA mesin pesawat terdengar begitu nyaring dari luar. Tapi, begitu senyap dari dalam.

Krisis itu guncangan, ‘pukulan’, dan badai yang siap menjadikan perahu kita tenggelam. Tanpa keterampilan yang memadai, kita akan ikut tenggelam.

Satu, Jangan terlalu Sibuk Menyalahkan Orang Lain

Memang, pemimpin adalah sosok yang paling patut disalahkan jika terjadi salah urus. Kesalahan mereka menjadi bencana kita semua.

Namun begitu, urusan yang mencakup orang banyak dengan urusan yang harus kita hadapi adalah dua hal yang berbeda. Terlalu fokus dengan kesalahan ‘orang besar’ untuk masalah besar itu akan menelantarkan masalah yang ada di depan mata kita.

Jadi, sebelum meneropong yang jauh, petakkan dahulu masalah yang dekat: menyiasati penghematan rumah tangga, mencari penghasilan tambahan, dan tentu saja ketenangan menghadapi masalah.

Kalau masalah yang jauh dan besar itu masih sebatas wacana, masalah yang dekat dengan kita adalah nyata dan harus segera ditangani. Dahulukan masalah yang dekat dan nyata itu, sebelum disibukkan dengan yang di luar diri kita. Setidaknya sudah ada peta solusi.

Dua, Jangan Samakan Takaran Krisis dan Normal

Kita tak sedang hidup di ruang hampa. Krisis yang terjadi di sebuah negara, apa pun itu, akan mempengaruhi kehidupan kita.

Begitu pun ketika terjadi krisis ekonomi. Yang lebih dahulu kita lakukan adalah menyetel ulang standar kebutuhan hidup. Meskipun nantinya hasil setelan baru tidak kita sukai.

Misalnya, yang biasa sepekan sekali jalan-jalan ke mal, diubah menjadi satu bulan sekali. Apa pun dorongan hasrat kita untuk ingin berkunjung ke mal.

Dengan kata lain, kita yang mengikuti ukuran atau setelan baru. Bukan sebaliknya.

Tiga, Sikapi Krisis dengan Kacamata Iman dan Tawakal

Bisa dibilang, poin ketiga ini yang paling penting dari semua poin sebelumnya. Karena poin ini akan menstabilkan energi positif yang ada dalam jiwa kita. Yaitu, optimistis, bahagia, dan keridaan terhadap musibah.

Penyikapan ini memahamkan kita bahwa harus selalu ada baik sangka dengan semua keadaan. Seburuk apa pun keadaan itu.

Selain itu, penyikapan dengan kacamata ini juga memahamkan kita bahwa semua pasti ada hikmahnya. Karena Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Pasti ada kebaikan di balik ini. Nah, baik sangka inilah yang menjaga energi positif dalam jiwa kita.

Penyikapan ini membimbing kita untuk melihat masalah hidup dalam spektrum yang luas. Persis seperti perjalanan menumpang kereta api: adakalanya melewati pemandangan indah, terowongan gelap, jembatan ‘horor’, atau bukit-bukit terjal. Tapi, resultan vektornya insya Allah selalu baik dan bermanfaat. [Mh]

 

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Suami Mendiamkan Mertua

Next Post

LPPOM Bagikan Pengalaman Pengujian Porcine pada European Halal Congress 2026 di Bosnia

Next Post
LPPOM Bagikan Pengalaman Pengujian Porcine pada European Halal Congress 2026 di Bosnia

LPPOM Bagikan Pengalaman Pengujian Porcine pada European Halal Congress 2026 di Bosnia

Kisah Teladan Abu Thalhah Al-Anshari yang Mengorbankan Harta Terbaiknya untuk Islam

Kisah Teladan Abu Thalhah Al-Anshari yang Mengorbankan Harta Terbaiknya untuk Islam

Al-Aqsha Dinistakan Berulang Kali, Masihkah Umat Islam Diam?

Al-Aqsha Dinistakan Berulang Kali, Masihkah Umat Islam Diam?

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8632 shares
    Share 3453 Tweet 2158
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11436 shares
    Share 4574 Tweet 2859
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    942 shares
    Share 377 Tweet 236
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3886 shares
    Share 1554 Tweet 972
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2209 shares
    Share 884 Tweet 552
  • Apa itu Liqo? Pentingkah untuk Diikuti?

    875 shares
    Share 350 Tweet 219
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3406 shares
    Share 1362 Tweet 852
  • Al-Aqsha Dinistakan Berulang Kali, Masihkah Umat Islam Diam?

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Menganggap Ibadah Hanya Sebagai Rutinitas, Apa Dampaknya?

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2305 shares
    Share 922 Tweet 576
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga