• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 12 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Info

LPPOM Bagikan Pengalaman Pengujian Porcine pada European Halal Congress 2026 di Bosnia

12/06/2026
in Info
LPPOM Bagikan Pengalaman Pengujian Porcine pada European Halal Congress 2026 di Bosnia

Foto: Istimewa

66
SHARES
505
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

LPPOM turut ambil bagian dalam 4th European Halal Congress yang berlangsung pada 9–10 Juni 2026 di Sarajevo, Bosnia-Herzegovina.

Forum internasional ini menjadi ajang pertemuan para akademisi, regulator, laboratorium pengujian, lembaga sertifikasi halal, serta pelaku industri dari berbagai negara untuk membahas perkembangan dan tantangan terkini dalam ekosistem halal global.

Direktur The Agency for Halal Quality Certification in Bosnia and Herzegovina sekaligus Ketua Kongres, Dr. Damir Alihodžić, menjelaskan bahwa kongres tersebut menghadirkan sekitar 40 presentasi yang dibagi ke dalam 11 sesi dan diskusi panel.

Sebanyak 30 pembicara dari 20 negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Turki, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan Prancis, hadir untuk berbagi pengalaman dan inovasi di bidang halal.

Menurut Damir, tujuan utama kongres ini adalah mempertemukan seluruh pemangku kepentingan dalam industri halal agar dapat saling berbagi pengetahuan dan membangun kolaborasi yang mendorong kemajuan sektor halal di tingkat regional maupun global.

“Kami ingin menghubungkan komunitas akademik, produsen, dan badan sertifikasi halal agar bersama-sama berkontribusi dalam pengembangan sektor halal di Bosnia dan Herzegovina maupun Eropa. Kami juga merasa terhormat dapat menghadirkan LPPOM untuk berbagi pengalaman panjang Indonesia selama 37 tahun dalam penyelenggaraan sertifikasi halal, baik pada masa MUI maupun BPJPH. Pengalaman tersebut sangat berharga bagi lembaga sertifikasi, akademisi, maupun praktisi laboratorium halal,” ujar Damir.

Dalam forum tersebut, VP Corporate Secretary LPPOM sekaligus peneliti Laboratorium LPPOM, Raafqi Ranasasmita, membawakan presentasi berjudul “Analytical Strategies for Porcine Detection in Halal Certification.”

Baca juga: LPPOM Jakarta Turut Sukseskan Sosialisasi Wajib Halal Oktober 2026

LPPOM Bagikan Pengalaman Pengujian Porcine pada European Halal Congress 2026 di Bosnia

Materi yang disampaikan mengulas berbagai pendekatan ilmiah dalam mendeteksi kandungan maupun kontaminasi unsur babi (porcine) pada produk yang menjadi objek sertifikasi halal.

Raafqi menjelaskan bahwa pertumbuhan industri halal global dan semakin kompleksnya rantai pasok internasional menuntut adanya metode pengujian yang akurat dan dapat diandalkan.

Pengujian laboratorium berperan penting untuk mendeteksi potensi pemalsuan maupun kontaminasi bahan nonhalal yang dapat terjadi di berbagai tahapan produksi.

“Tidak ada satu metode pengujian yang paling ideal untuk seluruh kondisi. Pemilihan metode harus mempertimbangkan karakteristik produk, tingkat pengolahan, tujuan pengujian, kemampuan laboratorium, biaya, serta urgensi pengambilan keputusan,” jelas Raafqi.

Dalam presentasinya, ia memaparkan sejumlah teknologi yang umum digunakan untuk deteksi porcine, yaitu rapid test, ELISA, real-time PCR, dan LC-MS/MS.

Rapid test dapat dianalogikan sebagai tes cepat yang memberikan indikasi awal dalam waktu singkat. Metode ini relatif praktis dan ekonomis sehingga cocok digunakan sebagai alat skrining awal.

Namun, untuk kebutuhan verifikasi yang lebih kritis, diperlukan metode dengan tingkat sensitivitas dan spesifisitas yang lebih tinggi.

Sementara itu, metode ELISA bekerja dengan mendeteksi protein spesifik yang berasal dari spesies tertentu.

Metode ini cukup sensitif, tetapi efektivitasnya dapat menurun pada produk yang telah mengalami pengolahan intensif, seperti pemanasan tinggi, fermentasi, atau hidrolisis yang berpotensi mengubah struktur protein.

Raafqi juga menjelaskan bahwa real-time PCR saat ini menjadi salah satu metode yang paling banyak digunakan dalam autentikasi halal.

Teknologi ini mampu mendeteksi DNA spesifik suatu spesies dengan sensitivitas tinggi sehingga sangat efektif untuk mendukung kebutuhan pengujian rutin dalam proses sertifikasi halal.

Untuk kebutuhan konfirmasi yang lebih mendalam, laboratorium dapat memanfaatkan teknologi LC-MS/MS.

Metode ini mampu mengidentifikasi penanda molekuler spesifik melalui analisis berbasis massa dan memberikan tingkat keyakinan yang sangat tinggi.

Namun, penggunaannya membutuhkan peralatan canggih, tenaga ahli yang kompeten, serta basis data referensi yang kuat.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Meski demikian, Raafqi menegaskan bahwa pengujian laboratorium bukan satu-satunya faktor yang menentukan kehalalan suatu produk.

“Model sertifikasi halal yang paling kuat adalah yang menggabungkan pengujian laboratorium secara tepat sasaran dengan audit halal yang efektif serta sistem ketertelusuran (traceability) yang baik di sepanjang rantai pasok,” ujarnya.

Partisipasi LPPOM dalam European Halal Congress 2026 menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan, standardisasi, dan penguatan sistem jaminan produk halal di tingkat internasional.

Melalui forum ini, LPPOM berbagi pengalaman Indonesia dalam mengembangkan berbagai metode pengujian DNA spesies serta mengoperasikan laboratorium halal yang terakreditasi ISO/IEC 17025 guna mendukung implementasi sertifikasi halal yang kredibel dan berbasis sains.

Selama dua hari penyelenggaraan, peserta kongres mendiskusikan beragam isu strategis, mulai dari sertifikasi halal, keamanan pangan, laboratorium pengujian, digitalisasi sistem halal melalui teknologi blockchain dan artificial intelligence, hingga pengembangan industri halal yang berkelanjutan berbasis prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).

Melalui pertemuan ini, berbagai pihak dari kalangan pemerintah, perguruan tinggi, perusahaan, lembaga sertifikasi, dan peneliti didorong untuk memperkuat kolaborasi, berbagi pengetahuan, serta menghadirkan inovasi yang mendukung kemajuan ekosistem halal global. [Din]

Tags: LPPOM Bagikan Pengalaman Pengujian Porcine pada European Halal Congress 2026 di Bosnia
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Rumus Bahagia di Tengah Krisis (2)

Next Post

Kisah Teladan Abu Thalhah Al-Anshari yang Mengorbankan Harta Terbaiknya untuk Islam

Next Post
Kisah Teladan Abu Thalhah Al-Anshari yang Mengorbankan Harta Terbaiknya untuk Islam

Kisah Teladan Abu Thalhah Al-Anshari yang Mengorbankan Harta Terbaiknya untuk Islam

Al-Aqsha Dinistakan Berulang Kali, Masihkah Umat Islam Diam?

Al-Aqsha Dinistakan Berulang Kali, Masihkah Umat Islam Diam?

Apa Gunanya Luka dalam Kehidupan yang Fana Ini?

Apa Gunanya Luka dalam Kehidupan yang Fana Ini?

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8632 shares
    Share 3453 Tweet 2158
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11436 shares
    Share 4574 Tweet 2859
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    942 shares
    Share 377 Tweet 236
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3886 shares
    Share 1554 Tweet 972
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2209 shares
    Share 884 Tweet 552
  • Apa itu Liqo? Pentingkah untuk Diikuti?

    875 shares
    Share 350 Tweet 219
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3406 shares
    Share 1362 Tweet 852
  • Al-Aqsha Dinistakan Berulang Kali, Masihkah Umat Islam Diam?

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Menganggap Ibadah Hanya Sebagai Rutinitas, Apa Dampaknya?

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Hukum Tahajud setelah Subuh karena Telat Bangun

    1392 shares
    Share 557 Tweet 348
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga