• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 6 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Rupiah Kian Tak Berdaya dengan Dolar

06/06/2026
in Berita
Rupiah Kian Tak Berdaya dengan Dolar

Ilustrasi, foto: antaranews.com

66
SHARES
504
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

RUPIAH terus turun dibandingkan dengan mata uang dolar AS. Tercatat sejak Kamis, 4 Juni lalu, nilai dolar sudah di atas 18 ribuan rupiah. Wow!

Nilai ini tergolong yang terendah sepanjang sejarah republik ini. Pernah anjlok di ujung masa Orba. Tapi hanya mentok di angka 17 ribu. Tidak sampai serendah di masa saat ini.

Kenapa? Jawabannya bisa macam-macam. Dari sudut pandang ekonom, hal ini karena ada kebijakan ekonomi yang ditolak pasar. Dari sudut pandang politisi, hal ini karena para pejabat sudah tidak mampu bekerja dengan baik.

Meskipun, pemerintah sudah menjelaskan bahwa fundament ekonomi Indonesia baik-baik saja, kuat, dan lainnya. Tapi, penurunan rupiah terus bergulir.

Bukan hanya di nilai rupiahnya. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pun mengalami penurunan yang luar biasa. Dari sebelumnya di angka tujuh ribuan, kini di angka lima ribuan. Dan trendnya seperti menunjukkan penurunan.

Dampaknya?

Karena ekonomi Indonesia tidak berdiri sendiri seperti yang dialami Iran, maka setiap barang impor akan menjadi semakin mahal. Meskipun jumlah dan jenisnya itu-itu juga.

Di Cianjur misalnya, ada pabrik tahu yang terpaksa tutup. Bukan karena tidak laku, tapi karena bahan baku kacang kedelainya tak lagi sanggup mereka beli. Tempe dan tahu di negeri ini, kacang kedelainya diimpor dari Amerika.

Begitu pun dengan pupuk, LPG, BBM, mobil, elektronik, dan lainnya; merupakan produk impor yang dibeli dengan nilai dolar. Jika dolar naik, harga barang-barang itu pun akan ikut tergerek naik.

Belum lagi dengan sejumlah kewajiban pemerintah tentang pembayaran bunga utang luar negeri. Setiap kenaikan seratus rupiah per dolar, jumlah utang akan bertambah triliuan rupiah.

Solusi?

Persoalan ini memang tak semudah yang dibayangkan. Mengganti menteri keuangan mungkin saja dianggap perlu oleh sebagian pihak. Tapi, itu bukan masalah satu-satunya.

Yang utama adalah kepiawaian nakhoda bangsa saat ini. Burhanuddin Jusuf Habibie pernah ‘dilecehkan’ sebagai presiden yang buruk oleh internasional dan dalam negeri.

Tapi, sejarah mencatat, beliau mampu menurunkan nilai dolar dari 17 ribu menjadi 6 ribu saja. Hanya dalam beberapa bulan. Kenapa sekarang menurunkan seratus rupiah saja menjadi terlihat begitu sulit?

Sepertinya, kepemimpinan bukan sekadar dukungan. Melainkan juga, soal kapasitas. [Mh]

 

 

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Berikan Kenangan yang Baik

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8593 shares
    Share 3437 Tweet 2148
  • Rekomendasi Sekolah Internasional di Jakarta Timur, Jakarta Islamic School Hadirkan Pendidikan Global Berbasis Nilai Islami

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11411 shares
    Share 4564 Tweet 2853
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3864 shares
    Share 1546 Tweet 966
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    923 shares
    Share 369 Tweet 231
  • Tidak Ada yang Mustahil bagi Allah, Semua Bisa Terjadi!

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4395 shares
    Share 1758 Tweet 1099
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2293 shares
    Share 917 Tweet 573
  • Orang yang Wafat Mengetahui Kondisi Keluarganya yang Masih Hidup (Bag. 1)

    430 shares
    Share 172 Tweet 108
  • SMP JIBS–JIGSc Raih Prestasi Gemilang, Cetak Top Achievers TKA 2025–2026

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga