• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 23 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Kenapa Orang Bodoh Bisa Menjadi Pemimpin

22/05/2026
in Khazanah
Kenapa Orang Bodoh Bisa Menjadi Pemimpin

Ilustrasi, foto: tirto.id

66
SHARES
507
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ORANG bodoh itu selalu ‘di bawah’ dan mudah diperdaya. Tapi, kenapa orang bodoh bisa menjadi pemimpin?

Peringatan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam

Pada 14 abad yang lalu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengajarkan tentang doa agar umatnya tidak dipimpin oleh orang bodoh.

“Ya Allah, sungguh kami berlindung kepada-Mu dari pemimpin yang kekanak-kanakan dan dari pemimpin yang bodoh.” (HR. Imam Bukhari, dalam Adabul Mufrad)

Kekanak-kanakan dan bodoh sepertinya satu paket. Sifat kekanak-kanakan rentan diperdaya oleh pujian dan bisikan yang menipu. Dan hal itu bisa terjadi jika yang dipuji dan dibisiki itu tergolong bodoh.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga mengingatkan bahwa itu sebagai tanda dekatnya Hari Kiamat.

“Di antara tanda-tanda Kiamat adalah diangkatnya orang-orang bodoh menjadi pemimpin yang mengurus urusan masyarakat luas.” (HR. Ath-Thabrani)

Orang bodoh sebagai pribadi, mungkin akan menyusahkan dirinya sendiri. Tapi, orang bodoh sebagai pemimpin masyarakat luas, akan menyusahkan begitu banyak orang.

Pemimpin Boneka

Umumnya di negara berbentuk kerajaan, pemimpin dijabat secara turun-temurun. Jika raja wafat, yang meneruskan jabatan adalah putranya, meskipun masih sangat kecil.

Bahkan, pernah di masa kekaisaran Persia masa lalu, ada raja yang dinobatkan ketika masih dalam perut ibunya. Hal ini karena tak ada pewaris tahta kecuali bayi yang masih dalam kandungan ibunya.

Sepanjang kepemimpin anak kecil ini, tentu bukan dia yang akan mengambil keputusan, kebijakan, dan hal penting lainnya. Melainkan, para elit di lingkaran istana. Merekalah yang sebenarnya raja sesungguhnya. Raja yang masih anak-anak itu hanya sebagai boneka.

Begitu pula di negara-negara modern pasca Perang Dunia Kedua. Banyak penjajah yang membuat pencitraan bahwa seolah mereka tidak lagi menjajah. Negara yang dijajah itu seolah-olah sudah merdeka.

Padahal, itu hanya kamuflase atau manipulasi saja. Pemimpin yang seolah berkuasa itu hanya sebagai boneka. Yang aslinya adalah si penjajah itu.

Contoh, kalau kita cari di Google, siapa presiden Palestina saat ini? Maka, jawabannya adalah Mahmoud Abbas. Ia menjabat sejak Januari tahun 2005.

Mahmoud Abbas pula yang mewakili negara Palestina dalam kunjungan ke luar negeri, pertemuan pemimpin Arab, perjanjian dengan Israel dan AS, dan seterusnya.

Padahal, penguasa Palestina yang sebenarnya adalah Israel. Mahmoud Abbas hanya seperti boneka yang ditampilkan ketika dibutuhkan dan ‘dibuang’ ketika tak lagi dibutuhkan seperti saat ini.

Israel tak butuh presiden bonekanya pintar. Yang mereka butuhkan pemimpin yang penurut, meskipun bodoh.

Strategi Kuda Troya

Pada masa lalu, ada sebuah kerajaan yang saat ini bagian dari wilayah Turki. Kerajaan itu ingin dikuasai Yunani. Pertahanan kerajaan itu begitu kuat sehingga sulit untuk ditaklukkan.

Karena itu, ada strategi yang disebut Kuda Troya. Pasukan Yunani meninggalkan patung kuda raksasa yang terbuat dari kayu di wilayah itu. Yunani juga menunjukkan seolah-olah mereka kalah dan meninggalkan area peperangan.

Merasa menang, Kuda Troya dimasukkan kedalam istana sebagai simbol kemenangan. Mereka tidak tahu kalau kuda dari kayu itu tidak kosong. Melainkan, ada banyak tentara terlatih yang akan menguasai istana dari dalam.

Strategi Kuda Troya ini tentu tidak lagi dalam bentuk kuda kayu. Melainkan, bisa berupa pinjaman lunak dari suatu negara ke negara lain yang membutuhkan. Padahal, di balik pinjaman itu ada jebakan yang menjadikan negara peminjam sudah dikuasai oleh si pemilik uang.

Si pemilik uang tak merasa perlu pemimpin di situ tergolong pintar. Yang penting penurut. Meskipun, ia bodoh. Semakin bodoh, semakin gampang diatur.

Hampir sebagian besar negara Afrika terjebak dalam jeratan utang negara kaya dunia. Dinamika pemerintahan dan pergantian kepemimpinan di sana, sangat tergantung oleh negara pemilik uang. Mereka tak peduli meskipun pemimpin di situ bodoh.

Negeri Para Penyamun

Tidak semua pemimpin negara di dunia sebagai pemimpin asli. Mereka kadang hanya sebagai perpanjangan tangan dari para penyamun, dari dalam negeri maupun luar negeri.

Dengan kata lain, ada kerjasama kuat antara penyamun lokal dengan luar. Mereka saling berbagi jatah secara rutin. Mereka tak peduli dengan kekayaan alam negara akan habis. Yang penting, mereka terus bisa menghisap lebih banyak dan lebih lama.

Kerjasama para penyamun ini melahirkan seorang pemimpin kamuflase: resmi dan seolah dipilih secara sah. Pemimpin kamuflase ini dipilih bukan karena kecakapan, kecerdasan, atau kemampuan. Tapi lebih karena bisa dikendalikan oleh penyamun dalam dan penyamun luar.

Perhatikanlah sebagian negara-negara Arab saat ini. Mereka begitu kaya dengan sumber alam yang melimpah. Mulai dari Libia, Irak, Suriah, dan lainnya. Tapi tak pernah memiliki militer yang kuat, sistem hukum yang wibawa, dan lainnya.

Kira-kira, negeri kita masuk di antara kriteria ini atau tidak? Semoga saja tidak! [Mh]

 

 

 

Tags: Kenapa Orang Bodoh Bisa Menjadi Pemimpin
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Ikhtiar dengan Keyakinan

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8470 shares
    Share 3388 Tweet 2118
  • Kisah Lengkap Penyembelihan Nabi Ismail

    412 shares
    Share 165 Tweet 103
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4334 shares
    Share 1734 Tweet 1084
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3821 shares
    Share 1528 Tweet 955
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2146 shares
    Share 858 Tweet 537
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Menghina Allah dalam Hati

    510 shares
    Share 204 Tweet 128
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2268 shares
    Share 907 Tweet 567
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11355 shares
    Share 4542 Tweet 2839
  • Distribusi Qurban ke Daerah Bencana, Wakaf Warrior Refleksikan Pemerataan Qurban

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga