• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 5 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Ikhtiar dengan Keyakinan

22/05/2026
in Nasihat
Ikhtiar dengan Keyakinan

Ilustrasi, foto: muhammadiyah.or.id

69
SHARES
527
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

IKHTIAR itu perintah Allah. Bukan ikhtiar yang memberikan solusi, tapi Yang Memberikan perintah: Allah subhanahu wata’ala.

Sebuah peristiwa menarik sepanjang zaman. Sayyidah Hajar dan bayinya: Ismail alaihissalam, ditempatkan Nabi Ibrahim alaihissalam di sebuah lembah yang tandus dan sepi. Bukan karena kemauan Nabi Ibrahim. Melainkan, karena memang seperti itulah perintah Allah subhanahu wata’ala

Selang beberapa waktu, perbekalan yang ada pun habis. Terutama persediaan air yang sangat dibutuhkan di padang pasir yang terik dan kering. Tapi, mau mencari air kemana?

Sayyidah Hajar bukan wanita sembarangan. Ia yakin bahwa Allah subhanahu wata’ala selalu bersama keduaya. Ia hanya harus berdoa dan berusaha.

Bayi Ismail pun diletakkan di tempat yang teduh. Sementara, Sayyidah Hajar menuju bukit shafa untuk mencari air. Sementara itu, bayi Ismail sudah menangis karena kehausan.

Di bukit Shafa, Sayyidah Hajar melihat seperti ada air di bukit Marwa. Kedua bukit itu terpisah dengan jarak sekitar 400 meteran. Ia pun berlari kecil untuk bisa segera mendapatkan air di bukit Marwa.

Meski tak mendapatkan hasil, Sayyiah Hajar tak putus asa. Ia yakin bahwa Allah akan memberikannya solusi. Dari bukit Marwa, ia melihat seperti ada air di arah bukit Shafa. Ia pun berlari kecil menuju Shafa. Dan seterusnya.

Mondar-mandir di kedua bukit itu dilakukan Sayyidah Hajar sebanyak tujuh kali. Ia harus berlari kecil karena bayi Ismail terus menangis karena kehausan.

Di luar dugaannya, air justru keluar persis di kaki bayi Ismail yang sedang menangis. Hentakan dua kakinya yang mungil seolah membuka jalan keluar air ke permukaan bumi. Padahal, hal itu dilakukan Malaikat Jibril atas izin Allah subhanahu wata’ala.

Betapa bersyukur dan gembiranya Sayyidah Hajar mendapati air yang terus keluar dari dalam perut bumi. Ia membuat semacam kubangan agar air bisa berkumpul di satu tempat.

Sumber air itu akhirnya menjadi sumur yang tak pernah kering sepanjang masa. Airnya bukan hanya jernih, tapi mengandung mineral yang sangat tinggi. Bisa mengenyangkan dan menyehatkan.

Sumber itu pula yang akhirnya menjadi daya tarik banyak orang di sekitar jazirah Arab saat itu. Lambat laun, daerah itu menjadi komunitas masyarakat tersendiri. Semakin besar dan ramai. Dari situ pula, rezeki terus mengalir untuk Sayyidah Hajar dan bayi Ismail sebagai ‘pemilik’ sumber air.

**

Ikhtiar itu bukan dengan logika. Melainkan, dengan keyakinan yang penuh bahwa Allah akan memberikan solusi.

Dalam firman-Nya, Allah hingga pengulangan dua kali meyakinkan kita: sungguh bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sungguh, bersama kesulitan itu ada kemudahan. (QS. Al-Insyirah: 5-6)

Yang dibutuhkan dalam ikhtiar itu tiga: keyakinan, doa, dan keberanian melangkah. Sekiranya hanya dengan logika, rasanya Sayyidah Hajar tak akan pernah mau capek-capek mencari air di tanah yang tandus dan kering. Karena itu nyaris tak masuk akal. [Mh]

 

 

 

Tags: Ikhtiar dengan Keyakinan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Indonesia Wajibkan Penggunaan Bensin dengan Campuran Etanol

Next Post

Kenapa Orang Bodoh Bisa Menjadi Pemimpin

Next Post
Kenapa Orang Bodoh Bisa Menjadi Pemimpin

Kenapa Orang Bodoh Bisa Menjadi Pemimpin

Waktu Tubuh Ibu Memproduksi ASI

Waktu Tubuh Ibu Memproduksi ASI

Resep Daging Mercon Bolosego yang Cocok untuk Santapan Keluarga

Resep Daging Mercon Bolosego yang Cocok untuk Santapan Keluarga

  • Kapan Sebaiknya Waktu yang Ideal untuk Olahraga Renang? Ini Penjelasannya

    Kapan Sebaiknya Waktu yang Ideal untuk Olahraga Renang? Ini Penjelasannya

    76 shares
    Share 30 Tweet 19
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8798 shares
    Share 3519 Tweet 2200
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1045 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3964 shares
    Share 1586 Tweet 991
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11539 shares
    Share 4616 Tweet 2885
  • Cara Mengukur Kaki untuk Sepatu yang Benar

    193 shares
    Share 77 Tweet 48
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2260 shares
    Share 904 Tweet 565
  • Mandi Junub Menggunakan Shower

    5177 shares
    Share 2071 Tweet 1294
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4660 shares
    Share 1864 Tweet 1165
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga