KEMENTERIAN Haji dan Umroh (Kemenhaj) Republik Indonesia mematangkan persiapan layanan menjelang fase puncak haji 2026 di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna.
Persiapan dilakukan bersama PPIH Arab Saudi untuk memastikan layanan jemaah haji Indonesia berjalan tertib, aman, dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Penguatan layanan mencakup penempatan jemaah, transportasi, konsumsi, kesehatan, perlindungan jemaah, serta kesiapan petugas di titik-titik layanan.
Dikutip dari berbagai sumber, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umroh RI Ichsan Marsha mengatakan, fase Armuzna menjadi tahapan paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji sehingga seluruh skema layanan disiapkan secara bertahap dan terukur.
Ichsan mengatakan, Kemenhaj bersama PPIH Arab Saudi terus memperkuat koordinasi untuk memastikan seluruh kebutuhan jemaah dapat terlayani menjelang puncak haji.
Menurut dia, keselamatan jemaah menjadi prioritas utama dalam penyusunan skema layanan Armuzna.
Baca juga: Kemenhaj Sampaikan Fase Puncak Haji Mulai Senin 25 Mei 2026
Kemenhaj Matangkan Persiapan Layanan Menjelang Puncak Haji 2026 di Armuzna
Berdasarkan data operasional per 20 Mei 2026, sebanyak 513 kloter dengan 197.876 jemaah dan 2.044 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci.
Sebanyak 237 kloter dengan 90.691 jemaah dan 945 petugas telah tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.
Sementara itu, jemaah yang telah tiba di Makkah tercatat sebanyak 502 kloter dengan 193.593 jemaah dan 2.008 petugas.
Selain jemaah reguler, sebanyak 15.418 jemaah haji khusus juga telah tiba di Arab Saudi dan mulai menjalani rangkaian ibadah sesuai jadwal.
Ichsan menjelaskan, layanan Bus Shalawat akan dihentikan sementara untuk mendukung persiapan pergerakan jemaah menuju Armuzna.
Penghentian sementara itu berlaku mulai Jumat (22/5/2026) pukul 18.00 waktu Arab Saudi. Layanan Bus Shalawat dijadwalkan kembali beroperasi pada Minggu (31/5/2026) pukul 01.00 waktu Arab Saudi.
Meski demikian, Kemenhaj memastikan jemaah yang belum melaksanakan umrah wajib tetap akan difasilitasi PPIH menuju Masjidil Haram dan kembali ke hotel.
Menjelang puncak haji, Ichsan mengimbau jemaah tidak memaksakan diri melakukan aktivitas yang menguras tenaga.
Ia meminta jemaah mulai memperbanyak istirahat, menjaga pola makan, memenuhi kebutuhan cairan, dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Ichsan juga mengajak jemaah dan petugas untuk saling memperhatikan, terutama terhadap jemaah lansia, disabilitas, perempuan, dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.
Menurut dia, kepedulian bersama dapat membantu mencegah jemaah tersesat atau terpisah dari rombongan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Terkait kesiapan Armuzna, Kemenhaj telah membagi penempatan jemaah di tenda Arafah dan Mina.
Ichsan mengimbau seluruh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh atau KBIHU tidak memasang identitas dalam bentuk apa pun di tenda-tenda Arafah dan Mina.
Kemenhaj memastikan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, PPIH Arab Saudi, petugas kloter, sektor, dan seluruh unsur layanan terus dilakukan agar persiapan Armuzna berjalan optimal.
Kemenhaj juga mengajak masyarakat Indonesia mendoakan kelancaran pelaksanaan ibadah haji 2026, khususnya menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Doa tersebut diharapkan mengiringi seluruh jemaah haji Indonesia agar diberi kesehatan, kekuatan, keselamatan, dan kemudahan dalam menjalankan ibadah hingga kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur dan mabruroh. [Din]





