MAKANAN tinggi lemak dan protein, seperti daging merah berlemak karena memasuki momen Idul Adha, kesehatan tubuh juga harus tetap terjaga.
Maka tak heran, di momentum ini, hidangan berbahan daging sapi dan kambing yang menggugah selera, seperti sate, gulai, tongseng, rendang, dan sop daging, hampir selalu hadir di meja makan keluarga.
Tak jarang pula, beberapa orang kalap menyantap hidangan tersebut. Untuk diketahui, peningkatan konsumsi protein dan lemak dapat membuat metabolisme tubuh bekerja lebih berat dari biasanya.
Terlebih, bila tidak diimbangi dengan asupan serat, air putih, dan aktivitas fisik. Sistem pencernaan membutuhkan proses kompleks untuk memecah makanan menjadi energi dan nutrisi yang bisa digunakan tubuh.
Dalam proses tersebut, tubuh mengeluarkan enzim pencernaan untuk memecah protein, lemak, dan karbohidrat.
Makanan tinggi lemak dan protein, seperti daging merah berlemak, umumnya membutuhkan waktu cerna lebih lama ketimbang makanan tinggi serat.
Baca juga: Tips Memasak Sayuran Agar Gizinya Tak Hilang
Tips Makan Daging Kurban dengan Kesehatan Tubuh Tetap Terjaga
Jika ingin nyaman menyantap hidangan Idul Adha, kamu bisa mengikuti tip persiapan berikut.
Perbaiki hidrasi tubuh
Hidrasi tubuh kerap dianggap sepele. Padahal, hal ini bisa membantu tubuh mencegah rasa begah dan haus saat mengonsumsi daging merah tinggi lemak dan protein.
Air dapat membantu proses metabolisme, termasuk memproses protein dan lemak dari makanan. Oleh karena itu, penting menjaga asupan cairan sejak sebelum Idul Adha dimulai.
Biasakan minum air putih secara cukup setiap hari dan jangan menunggu haus terlebih dahulu. Kurangi konsumsi minuman tinggi gula, kopi, atau minuman energi menjelang Idul Adha.
Atur pola makan 3-7 hari sebelum Idul Adha
Agar perut nyaman saat menyantap hidangan Idul Adha, mulai atur pola makan setidaknya 3-7 hari sebelum hari H.
Pengaturan ini bertujuan agar metabolisme dan pencernaan lebih stabil. Langkah pertama, perbanyak konsumsi sayur, buah, dan makanan tinggi serat.
Dengan demikian, sistem pencernaan berada dalam kondisi lebih baik ketika nanti harus memproses asupan daging lebih banyak dari biasanya.
Selanjutnya, kurangi konsumsi gorengan, makanan bersantan, sajian ultraproses, dan tinggi gula. Untuk kebutuhan protein, kamu bisa mencukupinya dengan konsumsi ikan, tempe, tahu, dan telur.
Pengaturan pola makan tersebut dapat mencegah tubuh tidak kaget saat menerima makanan tinggi lemak dan protein sekaligus.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Jaga kualitas tidur
Menjelang Idul Adha, sejumlah persiapan sering membuat waktu istirahat berkurang. Padahal, kurang tidur dapat memengaruhi metabolisme dan membuat tubuh terasa lebih cepat lelah.
Saat tubuh kurang beristirahat, kemampuan tubuh memproses makanan juga dapat ikut terganggu. Oleh karena itu, usahakan tetap menjaga kualitas tidur setidaknya tujuh hingga delapan jam per hari.
Tidur yang cukup membantu tubuh melakukan pemulihan dan menjaga stamina tetap optimal selama perayaan berlangsung.
Tetap aktif bergerak sebelum dan selama Idul Adha
Persiapan berikutnya adalah dengan aktif bergerak. Kamu tidak harus berolahraga berat. Cukup jalan kaki pagi, stretching, atau olahraga ringan selama 20–30 menit dapat membantu tubuh tetap bugar.
Selain membantu membakar kalori, aktivitas fisik juga membantu menjaga kualitas tidur dan membantu tubuh terasa lebih segar saat bangun pagi.
Kondisi tubuh yang aktif biasanya juga lebih siap menghadapi perubahan pola makan saat hari raya. Selain itu, aktivitas fisik ringan hingga sedang dapat membantu sensitivitas insulin, metabolisme lemak, dan kerja pencernaan. [Din]



