SMA Jakarta Islamic School (JISc) menggelar kegiatan Pre College Talkshow bagi siswa kelas 3 SMA pada 4–6 Mei 2026.
Kegiatan ini bertujuan membekali siswa dalam menghadapi kehidupan perkuliahan, khususnya terkait tantangan gaya hidup modern.
Mengusung tema “Gaya Hidup Modern atau Ancaman Masa Depan? Mengupas Tuntas Vape, Narkoba, dan Realita Dunia Kampus”, acara ini menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya.
Pada hari kedua, Selasa (5/5/2026), hadir Fathurrohman, analis kejahatan narkotika dari Badan Narkotika Nasional (BNN).
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Dalam paparannya, ia menyoroti keterkaitan antara kebiasaan merokok, penggunaan vape, dan risiko penyalahgunaan narkotika.
Fathurrohman menyampaikan bahwa nikotin termasuk zat adiktif yang memiliki efek serupa narkoba.
Ia juga mengungkapkan bahwa hampir 99 persen pengguna narkoba berawal dari kebiasaan merokok.
Selain itu, ia menyebutkan bahwa jumlah pengguna vape di Indonesia mencapai sekitar 6,6 juta orang.
Pre College Talkshow JISc Bahas Risiko Nikotin dan Tren Vape di Kalangan Remaja
Dalam penjelasannya, ia menyoroti kondisi remaja yang berada pada fase perkembangan otak yang pesat, khususnya pada sistem limbik yang berkaitan dengan emosi dan penghargaan (reward).
Pada usia sekolah, sekitar 10 hingga 18 tahun, kemampuan pengendalian diri dan perencanaan masih berkembang, sehingga remaja dinilai lebih rentan terhadap pengaruh lingkungan.
Baca juga: JISc Gelar Pre College Talkshow, Bahas Strategi Mengelola Stres Jelang Dunia Kampus
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap siswa dapat memahami risiko gaya hidup yang tidak sehat serta mampu membuat keputusan yang bijak saat memasuki dunia kampus.
Talkshow ini juga menjadi bagian dari upaya edukasi preventif terhadap penyalahgunaan zat adiktif di kalangan pelajar.
Perlu diketahui, JISc menerapkan konsep Thinking Skill dalam pembelajaran anak didik. Para siswa selain mendapatkan pembelajaran agama dan kurikulum nasional, juga diasah kemampuan berpikir dan wawasannya lewat kegiatan kompetisi dan immersion, baik dalam negeri maupun luar negeri.
Konsep ini dikenalkan oleh pendiri dan konseptor JISc (Jakarta Islamic School), Fifi P. Jubilea, S.E., S.Pd., M.Sc., Ph.D yang mengasah Thinking Skill dalam pembelajaran para siswa.
Keuletan Mam Fifi dalam menyusun konsep kurikulum dan pembelajaran di sekolah JISc, JIBBS, dan JIGSc, berbuah manis dengan diterimanya para siswa di kampus impian.
Pada 2024, sebanyak 150 dari 153 siswa diterima di berbagai perguruan tinggi negeri, ternama di Indonesia dan perguruan tinggi luar negeri.
Hal ini sejalan dengan visi JISc untuk mencetak Pemimpin Muslim Masa Depan (Khalifah Fil Ardh) Yang Memiliki Wawasan Internasional, Nilai Keislaman dan Karakter Keindonesiaan.
Beberapa program unggulan yang dimiliki JISc yaitu:
Kurikulum Internasional, Kurikulum Islamic dan Kurikulum Nasional (K-13 & IKM),
Double Certificate DIKNAS & International,
Active English Speaking,
Tahfizh Al-Qur’an.
Pembinaan Karakter dan
16 Siswa Per Kelas.
Informasi lebih lanjut dapat kamu temui di www.jakartaislamicschool.com atau hubungi 0811-1277-155 (Fullday), 0899-9911-723 (Boarding).[Sdz]





