Ada yang menarik dari kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan AS. Gencatan berlangsung ‘pasang surut’ dan tergolong misterius. Apa alasan Iran menerima gencatan senjata?
Hampir Satu Bulan
Gencatan senjata Iran dan AS yang semula dijadwal dua pekan sejak 8 April, kini sudah berlangsung hampir satu bulan. Meskipun, keduanya tetap saling mengancam dan menuntut.
Tentu, ada agenda tersendiri di kedua belah pihak yang tidak diketahui publik. Apa alasan utama gencatan senjata di balik layar masing-masing mereka. Mungkin untuk konsolidasi kekuatan, atau memang keduanya benar-benar ingin menyudahi perang.
Yang diketahui publik, gencatan senjata dimanfaatkan pihak AS untuk konsolidasi politik dan keuangan setelah sebelumnya mereka tidak menyangka kalau perang akan berlangsung selama 40 hari. Bagaimana dengan Iran?
Momen Haji sebagai Alasan Utama?
Ada dugaan kalau Iran sengaja melakukan tarik-ulur gencatan senjata untuk satu tujuan utama: kesempatan untuk ibadah haji bagi dunia Islam.
Hal ini begitu kuat terlihat setelah terakhir Iran memberikan batas tenggat untuk AS selama satu bulan terhadap tuntutan damai mereka.
Jika dihitung, satu bulan sama dengan durasi pelaksanaan ibadah haji. Hal ini karena Arab Saudi memang wilayah rawan jika perang Iran dan AS meletus kembali: darat apalagi udara.
Secara Islam, momen ibadah haji diapit oleh bulan-bulan Haram atau bulan yang dilarang terjadi pertumpahan darah. Yaitu, bulan Zulqa’dah dan bulan Muharam. Dengan begitu, seluruh warga dunia yang melaksanakan ibadah haji tidak akan merasa takut dengan keamanannya.
Hal ini sudah diberlakukan di masa Nabi hingga saat ini. Tidak tertutup kemungkinan, Iran pun memahami hal mendasar ini.
Jadi, Iran seperti ingin mengatakan, “Silakan jamaah haji dari belahan dunia menunaikan ibadahnya dengan aman. Setelah haji selesai, perang bisa diteruskan lagi!” [Mh]





