USTAZ Ahmad Faris BQ juga menjelaskan latar belakang historis dari Surat Al-Fiil. Surat ini mengisahkan peristiwa yang melibatkan Abrahah, seorang pemimpin dari wilayah Habasyah (Etiopia) yang berkuasa di Yaman pada masa sebelum kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Abrahah mengetahui bahwa Ka’bah di Makkah telah lama menjadi pusat perhatian masyarakat.
Tempat tersebut dianggap suci dan didatangi banyak orang, meskipun pada saat itu praktik keagamaan di sekitarnya telah bercampur dengan berbagai penyimpangan, seperti penyembahan berhala.
Selain itu, keberadaan Ka’bah juga memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat Makkah, karena banyaknya aktivitas perdagangan dan kunjungan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Dilatarbelakangi rasa iri terhadap posisi Makkah, Abrahah membangun tempat ibadah tandingan di Yaman dengan harapan dapat mengalihkan perhatian masyarakat.
Namun, upaya tersebut tidak berhasil. Bahkan, muncul reaksi penolakan dari pihak Makkah, termasuk tindakan seseorang yang merusak tempat ibadah tersebut.
Peristiwa ini memicu kemarahan Abrahah, yang kemudian berencana menghancurkan Ka’bah.
Dalam ekspedisinya, Abrahah menggunakan pasukan bergajah, sesuatu yang tidak lazim di wilayah padang pasir.
Kisah Abrahah dan Makna Perlindungan Ka’bah dalam Surat Al-Fiil
Baca juga: Tafsir Surat At-Tariq Ayat 4, Setiap Orang Ada Penjaganya
Pilihan ini dimaksudkan untuk menunjukkan kekuatan dan memberi efek psikologis.
Selama perjalanan, pasukannya mengambil persediaan dengan merampas hasil pertanian.
Setibanya di Makkah, Abrahah mengundang perwakilan penduduk untuk berdialog. Abdul Muthallib, kakek Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, menjadi wakil tersebut.
Dalam pertemuan itu, ia hanya meminta agar unta miliknya yang dirampas dikembalikan.
Sikap ini menunjukkan pemahaman bahwa urusan Ka’bah bukan berada dalam kendali manusia, melainkan berada di bawah perlindungan Allah.
Peristiwa ini menjadi latar penting dalam Surat Al-Fiil, yang menggambarkan bagaimana kekuasaan manusia memiliki batas, dan bagaimana perlindungan Ilahi berperan dalam menjaga tempat suci tersebut.[Sdz]





