PIMPINAN Wilayah (PW) Salimah Kalimantan Barat menggelar webinar bertema “Peran Perempuan dalam Membangun Peradaban”, Ahad, 26 April 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum refleksi peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat, bertepatan dengan suasana peringatan Hari Kartini di bulan April.
Ketua PW Salimah Kalbar, Fitriana, dalam keynote speech-nya menyampaikan bahwa pemilihan tema tidak terlepas dari semangat Hari Kartini. Ia mengaitkan dengan tema besar Salimah, yakni “Perempuan Rahim Peradaban, dari Keluarga Lahir Generasi Tangguh untuk Indonesia Emas 2045.”
Menurutnya, perempuan memiliki peran yang tidak terpisahkan dalam setiap fase kehidupan. Mulai dari sebagai anak, saudara, istri, hingga ibu dan nenek, seluruh peran tersebut menjadi fondasi dalam membangun peradaban.
“Peran-peran inilah yang menjadikan perempuan sebagai pilar penting dalam membangun peradaban,” ujarnya.
Fitriana juga mengutip sebuah pandangan bahwa negara yang kuat tidak hanya dibangun dari infrastruktur megah, melainkan dari kualitas pemikiran masyarakatnya yang lahir dari lingkungan keluarga yang sehat.
“Negara yang kuat tidak hanya dibangun dari gedung-gedung pencakar langit, tetapi dari pikiran-pikiran merdeka yang tumbuh di bawah kepemimpinan seorang ibu yang bahagia,” katanya.
Ia menegaskan, di mana pun perempuan berada, setiap individu memiliki ruang untuk berkembang dan berkontribusi bagi kemaslahatan yang lebih luas.
“Di mana pun berada, setiap kita memiliki peran, punya tempat untuk mengembangkan potensi dan memberikan kemaslahatan lebih besar,” tambahnya.
Sementara itu, narasumber webinar, Reka Kurniawati, yang juga merupakan aktivis perempuan dan anggota DPSW Kalbar, memaparkan empat peran utama perempuan dalam kehidupan.
Pertama, perempuan memiliki peran utama sebagai hamba Allah SWT, yang senantiasa menguatkan spiritualitas dalam menjalani kehidupan.
Kedua, sebagai pendidik bagi anak-anaknya, yang menjadi kunci lahirnya generasi berkualitas.
Ketiga, sebagai pendamping setia suami dalam membangun rumah tangga yang harmonis. Dan keempat, sebagai bagian dari masyarakat yang berkontribusi aktif dalam kehidupan sosial.
Melalui webinar ini, PW Salimah Kalbar berharap perempuan semakin menyadari peran strategisnya, tidak hanya dalam lingkup keluarga, tetapi juga dalam membentuk masa depan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. [Mh/Salimah]




