KEGIATAN Kajian Makna Series 6.0 – Khadija Session diselenggarakan pada Sabtu (25/4/2026) di Hotel Grand Kemang dengan mengangkat tema “Di antara luka dan maaf, ada Allah yang menuntun”. Kajian ini menghadirkan Ustazah Qotrunnada Syathiry sebagai pemateri sesi 1, dengan subtema “Ketika Hati Dikhianati, Kemana Harus Kembali?”.
Dalam penyampaiannya, Ustazah Qotrunnada menyoroti pentingnya membangun hubungan pertemanan yang sehat dan ideal.
Ia menjelaskan bahwa dalam kondisi ideal, hubungan dengan sahabat dilandasi oleh rasa saling menyayangi, mencintai, serta menghormati satu sama lain. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan relasi sosial.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Namun demikian, ia juga mengakui bahwa realitas tidak selalu berjalan sesuai harapan.
Setiap individu, menurutnya, hampir pasti pernah mengalami luka hati, kekecewaan, bahkan pengkhianatan dalam hubungan.
Hal ini dipandang sebagai bagian dari dinamika kehidupan yang tidak dapat dihindari.
Dalam konteks tersebut, ia mengingatkan bahwa manusia sebagai makhluk sosial tidak bisa hidup sendiri, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, khususnya QS. Al-Hujurat ayat 13 yang menjelaskan bahwa manusia diciptakan untuk saling mengenal.
Kajian Makna Series 6.0: Mengurai Luka dan Makna Relasi dalam Perspektif Spiritual
Baca juga: Makna Takwa dan Keutamaan Ramadan Disampaikan dalam Makna Series 5.0
Oleh karena itu, interaksi sosial tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan, meskipun berisiko menghadirkan luka.
Lebih lanjut, ustazah Qotrunnada menekankan bahwa di tengah berbagai kekecewaan terhadap manusia, terdapat satu Zat yang tidak pernah meninggalkan hamba-Nya, yaitu Allah.
Ia menyampaikan bahwa manusia terkadang lalai mengingat-Nya, namun Allah tidak pernah meninggalkan atau menyakiti hamba-Nya.
Ia juga mengutip pesan dalam Surah Al-Baqarah yang menyatakan bahwa sesuatu yang dibenci bisa jadi membawa kebaikan, dan sesuatu yang disukai belum tentu baik, karena Allah Maha Mengetahui, sementara manusia memiliki keterbatasan pengetahuan.
Kajian ini menutup sesi dengan ajakan untuk meningkatkan kesadaran spiritual dalam menjalani setiap ujian kehidupan.[Sdz]





