SALAH satu perawatan kulit yang dapat dilakukan adalah karboksi terapi, yaitu metode yang bertujuan membantu membuat kulit tampak lebih glowing, halus, dan kencang.
Karboksi terapi merupakan prosedur yang memanfaatkan gas karbon dioksida (CO2) untuk merangsang kondisi kulit dari dalam.
Dalam prosesnya, perawatan dimulai dengan membersihkan wajah untuk memastikan kulit dalam kondisi siap menerima treatment.
Setelah itu, dokter atau terapis akan mengoleskan gel khusus ke permukaan kulit. Gel ini kemudian ditutup dengan masker yang berfungsi membantu proses pelepasan gas CO2.
Baca juga: Lima Manfaat Tidur dengan Sleeping Mask untuk Perawatan Kulit
Perawatan Karboksi Terapi bisa Membuat Kulit Tampak Glowing, Halus dan Kencang
Saat masker mulai bekerja, pasien biasanya akan merasakan sensasi tertentu, seperti berdenyut dan sedikit panas. Bagi sebagian orang, sensasi ini bisa terasa mengejutkan di awal, terutama bagi yang baru pertama kali mencoba.
Sensasi tersebut merupakan reaksi normal yang menandakan bahwa gas CO2 sedang bekerja dan masuk ke dalam jaringan kulit.
Gas ini akan merangsang tubuh untuk meningkatkan aliran darah ke area tersebut. Ketika sirkulasi darah meningkat, suplai oksigen ke kulit juga ikut bertambah secara signifikan.
Dengan meningkatnya metabolisme dan sirkulasi darah, karboksi terapi dapat memberikan sejumlah manfaat bagi kulit.
Salah satu efek utamanya adalah merangsang produksi kolagen, yaitu protein yang berperan dalam menjaga kekencangan dan elastisitas kulit.
Kolagen yang terbentuk dengan baik dapat membantu mengurangi tampilan garis halus, membuat kulit terasa lebih kenyal, serta memperbaiki tekstur kulit secara keseluruhan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Selain itu, peningkatan aliran darah juga membantu proses detoksifikasi alami kulit. Racun atau sisa metabolisme yang menumpuk di jaringan kulit dapat lebih mudah dikeluarkan, sehingga kulit terlihat lebih segar dan sehat.
Salah satu keunggulan karboksi terapi adalah minimnya efek samping serta tidak memerlukan waktu pemulihan atau downtime.
Perawatan ini cukup aman untuk dilakukan secara rutin, misalnya setiap dua minggu sekali, tergantung pada kebutuhan dan kondisi kulit masing-masing individu.
Lebih dari itu, jika hasil perawatan dirasa masih kurang optimal setelah beberapa kali tindakan, pasien dapat mempertimbangkan perawatan lanjutan.
Menurutnya, tindakan seperti laser atau skin booster bisa menjadi pilihan untuk membantu meningkatkan hasil sesuai kebutuhan kulit. [Din]





