MENTERI Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pemerintah memastikan harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi tidak mengalami kenaikan.
Dikutip dari berbagai sumber, Prasetyo mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pemerintah melakukan koordinasi bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT Pertamina, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto
“Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan. Oleh karena itulah Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non subsidi,” kata Prasetyo.
Pemerintah juga memastikan pastikan BBM nasional dalam kondisi aman dan tersedia sehingga masyarakat diminta tidak panik ataupun resah terhadap isu kenaikan harga.
Baca juga: Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon Selatan saat Lakukan Tugas Pengawalan Pasukan UNIFIL
Mensesneg Pastikan Harga BBM Tidak Naik, Baik Subsidi Maupun Non-Subsidi
“Kami berharap dengan pernyataan ini masyarakat dapat mendapatkan informasi yang lebih jelas, yang lebih akurat dan kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Kita jamin dan harga tidak terjadi penyesuaian,” terangnya.
Pemerintah berharap klarifikasi tersebut dapat memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat sekaligus meredam kekhawatiran terkait isu kenaikan harga BBM yang sempat berkembang.
Pertamina mengimbau dan meminta masyarakat agar tidak panik serta membeli minyak secara berlebihan terkait dengan beredarnya isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 April 2026.
Pihaknya menyarankan agar masyarakat mendapatkan informasi secara valid terkait harga BBM melalui kanal atau saluran resmi www.pertamina.com atau www.pertaminapatraniaga.com.
Selain itu, Pertamina telah ditugaskan pemerintah menyediakan keperluan bahan bakar minyak maupun elpiji (LPG) bagi masyarakat untuk digunakan sebagai kebutuhan harian dan itu sudah terpenuhi.
Meski pemerintah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat melalui kebijakan penghematan energi imbas krisis perang di Timur Tengah, pihaknya menegaskan ketersediaan energi masih dapat terpenuhi.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
“Masyarakat diminta tidak perlu panik berlebihan, energi kita masih ada dan tercukupi, berbeda dengan negara lain yang kondisinya mengalami krisis energi. Kami mengharapkan masyarakat tetap tenang melihat kondisi saat ini dan diimbau menghemat energi,” katanya.
Menanggapi gejolak di Kawasan Timur Tengah yang berdampak pada ketersediaan minyak, pihaknya mendorong masyarakat Indonesia tetap tenang serta turut mendoakan agar perang segera usai. Harapannya, bila suasana dan kondisi global stabil, semuanya kembali normal.
Lilik juga meminta dukungan masyarakat agar berani melaporkan apabila menemukan dugaan penimbunan, baik BBM maupun LPG di tengah keterbatasan energi dampak konflik perang melalui hotline call center 135 maupun medsos resmi Pertamina Patra Niaga.
Dari pantauan sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Makassar terlihat ramai oleh konsumen yang hendak mengisi BBM. Kendati belum ada keputusan resmi kenaikan harga BBM, namun masyarakat telah memadati SPBU. [Din]





