DOMPET Dhuafa bersama Gramedia meluncurkan program Sedekah Al-Qur’an untuk Sumatera dan Nusantara di Aula Sasana Gedung Philanthropy Budaya Dompet Dhuafa.
Program ini digelar sebagai respons atas dampak banjir yang melanda wilayah Sumatra dan Aceh, yang menyebabkan kerusakan luas pada permukiman dan fasilitas publik, termasuk rumah ibadah.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 24 Februari 2026, tercatat 301.012 rumah mengalami kerusakan, 215 fasilitas kesehatan rusak, 4.852 fasilitas pendidikan terdampak, serta 813 rumah ibadah mengalami kerusakan.
Kerusakan pada masjid dan musala berdampak pada hilangnya sarana ibadah, termasuk mushaf Al-Qur’an yang rusak atau tidak dapat digunakan kembali.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Kondisi ini menjadi perhatian sejumlah pihak, terlebih bencana terjadi menjelang dan di tengah bulan Ramadan, periode di mana kebutuhan terhadap Al-Qur’an meningkat untuk kegiatan ibadah seperti tadarus dan kajian keagamaan.
Direktur Mobilisasi Sumber Daya Dompet Dhuafa, Etika Setiawanti, menjelaskan bahwa program sedekah Al-Qur’an telah menjadi bagian dari gerakan lembaganya sejak awal berdiri pada 1993.
Menurutnya, program ini tidak hanya berfokus pada distribusi mushaf, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di berbagai daerah.
Ia menyebutkan bahwa tantangan utama bukan semata pada produksi, melainkan pada distribusi.
Dengan kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau dan wilayah pelosok, akses terhadap Al-Qur’an belum merata.
Dompet Dhuafa dan Gramedia Luncurkan Program Sedekah Al-Qur’an untuk Sumatera dan Nusantara
Sejak tiga tahun terakhir, Dompet Dhuafa juga memperluas kampanye melalui kanal digital, melengkapi metode penghimpunan konvensional yang telah berjalan sebelumnya.
Dalam peluncuran program ini, Dompet Dhuafa menargetkan penghimpunan 30.000 mushaf Al-Qur’an.
Hingga saat ini, sebanyak 10.100 mushaf telah terkumpul. Penyaluran akan dilakukan secara bertahap dengan menggandeng mitra di berbagai wilayah, termasuk daerah terdampak banjir di Sumatra serta kawasan pelosok lainnya di Nusantara.
Selain distribusi Al-Qur’an, Dompet Dhuafa juga menjalankan program tanggap darurat dan pemulihan, antara lain pembangunan hunian sementara (huntara), sekolah darurat, musala darurat, serta penyaluran zakat fitrah dan parcel Lebaran bagi masyarakat terdampak.
Baca juga: Dompet Dhuafa Targetkan 750 Ribu Jiwa Penerima Manfaat di Ramadhan 1447 H
Sementara itu, perwakilan Gramedia, Rezza Patria Wibowo, menyampaikan bahwa kampanye sedekah Al-Qur’an menjadi fokus agenda perusahaan selama Ramadan tahun ini.
Ia menyebutkan respons masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi.
Menurutnya, tantangan dalam pelaksanaan program mencakup keterbatasan kapasitas produksi percetakan, sehingga pencetakan dilakukan secara bertahap dalam beberapa batch.
Dari sisi distribusi, kendala terbesar adalah biaya pengiriman, khususnya ke wilayah Indonesia Timur, yang dapat mencapai dua kali lipat dari nilai barang yang disumbangkan.
Gramedia menargetkan penghimpunan donasi dari sebanyak mungkin konsumen dan menyatakan komitmennya untuk memastikan penyaluran dilakukan melalui mitra yang memiliki jaringan distribusi hingga ke pelosok.
Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan sarana ibadah sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap Al-Qur’an.
Peluncuran program ini juga dirangkaikan dengan perilisan lagu terbaru dari grup nasyid Snada yang berkolaborasi dengan Dwiki Darmawan sebagai bagian dari kampanye kebaikan selama Ramadan.[Sdz]





