PADA Ramadan 1447 Hijriah, Dompet Dhuafa menargetkan total penerima manfaat mencapai 750.000 jiwa. Ramadan bukan sekadar momentum ibadah personal, tetapi juga momen kebersamaan dan solidaritas sosial.
Di tengah tantangan ekonomi dan kesenjangan sosial yang masih dirasakan masyarakat, Dompet Dhuafa hadir sebagai jembatan kebaikan yang menghubungkan kepedulian publik dengan mereka yang membutuhkan.
Dompet Dhuafa mengusung konsep Kalcer (culture) untuk menunjukkan bahwa kebaikan bukan hanya aktivitas musiman, melainkan telah menjadi gaya hidup generasi masa kini.
Istilah kalcer dipilih untuk menegaskan bahwa berbagi, berzakat, dan membantu sesama merupakan bagian dari budaya modern yang relevan, natural, dan mudah dilakukan oleh masyarakat.
Baca juga: Ramadhan Mendatang, Dompet Dhuafa Mengusung Kampanye Berzakat Itu Kalcer
Dompet Dhuafa Targetkan 750 Ribu Jiwa Penerima Manfaat di Ramadhan 1447 H
Karena Ramadan itu bukan cuma ibadah personal, tapi momen kebersamaan. Di tengah kondisi ekonomi yang berat dan kesenjangan sosial, Dompet Dhuafa hadir menjadi jembatan kebaikan dan ingin mengajak publik untuk menjadikan kebaikan sebagai lifestyle.
Pada Ramadan 1447 Hijriah, Dompet Dhuafa menargetkan penghimpunan dana nasional sebesar Rp156.188.115.235 dengan total penerima manfaat mencapai 750.000 jiwa. Dana tersebut akan disalurkan melalui lima pilar program utama Ramadan, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, dan dakwah.
Selain itu, Dompet Dhuafa juga menyiapkan sejumlah program unggulan untuk memperluas dampak sosial selama Ramadan. Program tersebut meliputi Kudik Kalcer, Ber-Ojol (Berbagi dengan Ojek Online), Program Yatim, Recovery Sumatra, Tebar Zakat Fitrah, serta Borong Dagangan Sodaranya yang bertujuan membantu pelaku usaha kecil dengan membeli dagangan mereka untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Melalui pendekatan yang kolaboratif dan kreatif, Dompet Dhuafa berharap Ramadan tahun ini tidak hanya menjadi bulan ibadah, tetapi juga momentum lahirnya budaya berbagi yang kuat dan berkelanjutan di tengah masyarakat. [Din]





