DIARE pada bayi merupakan kondisi ketika frekuensi buang air besar meningkat dengan konsistensi tinja yang cair lebih dari tiga kali dalam 24 jam.
Secara medis, diare merupakan salah satu mekanisme tubuh untuk mengeluarkan zat asing, kuman, atau racun dari saluran pencernaan.
Meski sering terjadi, kondisi ini tetap perlu penanganan yang tepat agar tidak menimbulkan komplikasi, terutama dehidrasi.
Dilansir dari buku Mommyclopedia Panduan Lengkap Merawat Bayi 0-1 Tahun yang ditulis oleh dr. Meta Hanindita, Sp.A., beberapa penyebab diare pada bayi antara lain infeksi virus atau bakteri, keracunan makanan, alergi terhadap bahan makanan tertentu, serta gangguan proses pencernaan.
Infeksi menjadi penyebab paling umum, terutama pada bayi dan anak kecil dengan sistem imun yang belum matang.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Saat bayi mengalami diare, pemberian ASI harus tetap dilanjutkan. Untuk bayi berusia di atas enam bulan, makanan pendamping tetap dapat diberikan sesuai kemampuan anak.
Asupan cairan sangat penting untuk mencegah dehidrasi, sehingga oralit dianjurkan sebagai pengganti cairan dan elektrolit yang hilang.
Selain itu, suplementasi zinc diberikan selama 10 hari berturut-turut untuk membantu mempercepat pemulihan lapisan mukosa usus.
Kenali Penyebab, Penanganan Tepat, dan Tanda Bahaya Diare pada Bayi
Baca juga: Jangan Panik saat Bayi Demam, ini yang Perlu Bunda Lakukan
Dosis yang dianjurkan adalah setengah tablet per hari untuk bayi di bawah enam bulan dan satu tablet per hari untuk bayi di atas enam bulan.
Pemberian antibiotik tidak selalu diperlukan dan hanya diberikan secara selektif apabila diare disebabkan oleh infeksi bakteri, berdasarkan pemeriksaan serta resep dokter.
Sementara itu, obat anti-diare tidak dianjurkan pada bayi karena dapat menghambat proses alami pengeluaran kuman atau racun dari usus dan berisiko menimbulkan komplikasi serius.
Orang tua perlu segera membawa bayi ke dokter apabila diare berlangsung lebih dari satu minggu, bayi tampak sangat lemah, mengalami demam tinggi, muntah berulang, terdapat darah pada tinja, menunjukkan tanda dehidrasi, atau tidak mau minum.[Sdz]





