KEMBALI bekerja setelah cuti melahirkan bisa menimbulkan tantangan bagi ibu menyusui. Agar proses pemberian ASI tetap optimal, berikut beberapa tips penting dari Mommyclopedia: Panduan Lengkap Merawat Bayi (0–1 Tahun) oleh dr. Meta Hanindita, Sp.A:
- Siapkan Persediaan ASI Perah (ASIP)
Sebelum kembali bekerja, persiapkan ASIP agar bayi tetap mendapatkan nutrisi yang cukup saat ibu tidak di rumah. ASIP bisa diberikan oleh pengasuh atau anggota keluarga lainnya. - Hindari Pemberian ASIP Menggunakan Dot
Penggunaan dot berisiko menyebabkan bingung puting, yaitu kondisi ketika bayi menolak menyusu langsung dari payudara. Menyusu dari payudara memerlukan koordinasi otot bibir, lidah, dan rahang, sedangkan dot hanya melibatkan otot bibir dan aliran susu tetap keluar meski bayi tidak mengisap.Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Kembali Bekerja Setelah Melahirkan, Ini Tips Menyusui Agar ASI Tetap Lancar
- Disiplinkan Jadwal Memerah ASI
Lakukan pemerahan setiap 2–3 jam. Melewatkan jadwal memerah dapat menurunkan produksi ASI. Konsistensi menjadi kunci agar pasokan ASI tetap stabil. - Ajari Pengasuh Cara Memberikan ASIP dengan Cupfeeder
Cupfeeder lebih aman daripada dot untuk menghindari bingung puting. Posisi bayi setengah duduk, tempelkan cangkir di bawah bibir bayi, lalu alirkan ASI perlahan. - Cari Dukungan dari Lingkungan Sekitar
Dukungan suami, keluarga, pengasuh, dan rekan kerja membantu ibu menghadapi masa transisi kembali bekerja, termasuk menjaga jadwal memerah dan pemberian ASIP. - Lakukan Simulasi Sebelum Kembali Bekerja
Sebelum masuk kantor, cobalah meninggalkan bayi pada jam kerja tertentu untuk melihat adaptasi bayi dan pengasuh. Ini membantu mengurangi stres dan memastikan proses menyusui tetap lancar.
Dengan persiapan matang, disiplin, dan dukungan keluarga, ibu bekerja tetap bisa memberikan ASI secara optimal, menjaga kesehatan bayi, sekaligus menyesuaikan diri dengan rutinitas kerja.[Sdz]





