AKTIVITAS naik gajah atau gajah tunggang di Bali Zoo resmi dihentikan sejak 1 Januari 2026. Terhitung mulai 1 Januari 2062, Bali Zoo telah menghentikan wahana menunggang gajah.
Keputusan tersebut diambil untuk mendukung komitmen berkelanjutan Bali Zoo terhadap kesejahteraan hewan.
Kebijakan ini juga merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Dirjen lanjut KSDAE Nomor 6 Tahun 2025 yang mewajibkan seluruh lembaga konservasi di Indonesia untuk menghentikan kegiatan peragaan gajah tunggang.
Baca juga: Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah
Aktivitas Gajah Tunggang di Bali Zoo Resmi Dihentikan Sejak 1 Januari 2026
Dalam penerapannya, Bali Zoo telah melakukan koordinasi intensif dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali.
Penghentian aktivitas menunggang gajah dilakukan untuk memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi satwa agar dapat berinteraksi secara sosial, beraktivitas bebas, dan mengekspresikan perilaku alaminya.
Dikutip dari berbagai sumber, Kepala Humas Bali Zoo, Emma Chandra, menegaskan alasan utama kebijakan ini adalah untuk memastikan kondisi fisik dan psikologis satwa tetap menjadi prioritas.
Meski aktivitas Elephant Riding dihapuskan, Bali Zoo menekankan bahwa aspek edukasi tidak akan berkurang.
Sebaliknya, pengalaman wisata akan diarahkan pada kegiatan yang lebih etis dan informatif. Fokus program yang kini dikembangkan meliputi: perawatan harian gajah, pendidikan, dan program pengayaan lingkungan hidup.
Pengunjung akan diajak memahami perilaku dan kebutuhan gajah melalui pendekatan yang lebih humanis, tanpa interaksi menunggangi satwa.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Saat ini Bali Zoo menjadi rumah bagi 14 ekor gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus), yang terdiri dari:
4 ekor gajah jantan
10 ekor gajah betina
Rentang usia 3 hingga 45 tahun
Pengumuman mengenai penghentian aktivitas gajah tunggang pertama kali disampaikan melalui akun media sosial resmi Bali Zoo pada Rabu (14/1/2026).
Kebijakan ini disambut hangat oleh masyarakat. Banyak warganet yang memuji langkah Bali Zoo karena dianggap sebagai keputusan progresif untuk meningkatkan kesejahteraan satwa dan mendorong pariwisata yang lebih beretika di Bali. [Din]


