SEDIKITNYA 12 negara muslim ikut tergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza (BoP) versi Trump. Mereka seperti bermental seblak.
Seblak merupakan makanan olahan kerupuk. Kerupuk itu garing, gurih, dan mengembang. Tapi di seblak, kerupuk menjadi ciut dan alot. Hanya gurihnya yang masih tersisa.
Dua Belas Negara Muslim Gabung BoP
Ada 12 negara muslim yang ikut bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza versi Trump. Di antara mereka adalah Mesir, Arab Saudi, Yordania, Turki, Uni Emirat Arab, Pakistan, Qatar, dan termasuk Indonesia.
Mereka ikut menandatangani kesertaan dewan itu. Dengan begitu, negara-negara muslim itu tercatat sebagai bagian dari organisasi perdamaian di Gaza versi Trump.
Apa sih BoP itu?
Bisa dibilang, BoP merupakan kongkalikong antara AS dan Israel untuk menjajah Gaza. Mereka bersekutu tanpa mandat PBB.
Proyek ‘New Gaza’ sebagai bentuk dari BoP dipimpin oleh menantu Trump bernama Jared Kushner. Dia seorang Yahudi tulen, dan sekaligus sebagai pendiri Abraham Accords, sebuah lembaga di balik pembukaan hubungan diplomatik sebuah negara dengan Israel.
‘New Gaza’ dalam pikiran Jared dan Trump adalah Gaza sebagai kota wisata yang megah. Antara lain, nantinya di sepanjang garis pantai Gaza akan dibangun 180 gedung apartemen mewah yang menghadap ke laut.
‘New Gaza’ juga akan membangun ratusan ribu permukiman baru, rumah sakit, sarana pendidikan, taman, dan lainnya.
Dalam visi ‘New Gaza’ itu keamanan kawasan Gaza menjadi syarat mutlak. Karena itu, harus ada demiliterisasi di kawasan Gaza. Semua organisasi militer di Gaza harus dilucuti, termasuk Hamas.
Dan negara penjamin keamanan tetap di kawasan Gaza dan sekitarnya adalah Israel. Nantinya, BoP juga akan membutuhkan peran serta pasukan keamanan dari negara-negara anggota lainnya.
Mental Seblak
Entah apa yang ada dalam pikiran para pemimpin negeri muslim itu hingga rela ikut serta dalam BoP. Bahkan, Trump mensyaratkan untuk keanggotaan tetap harus bayar 1 miliar US dollar, atau setara dengan hampir 17 triliun rupiah.
Logikanya sederhana: bagaimana mungkin AS dan Israel yang super penjajah membuat sebuah dewan perdamaian? Dan lebih aneh lagi, yang menjadi anggota adalah negeri muslim.
Kenyataan inilah yang mungkin sulit dipahami oleh seluruh rakyat muslim yang ada di negeri-negeri tersebut. Kok bisa?
Palestina dan Gaza itu terjajah lama oleh Israel atas restu AS. Puluhan ribu rakyatnya dibantai. Bahkan di periode tiga bulan gencatan senjata, lebih dari 400 warga Gaza tewas oleh kezaliman Israel.
Inilah mental seblak, sebuah makanan olahan kerupuk yang sangat lezat. Kerupuk yang tampilan normalnya besar, garing, dan gurih; ketika menjadi seblak tiba-tiba menciut dan alot. Hanya gurihnya yang masih terasa. Dan lebih mantap lagi jika ditambah sambal yang super pedas. [Mh]





