MENGAJARKAN tanggung jawab pada anak merupakan langkah penting untuk membentuk karakter dan membantu mereka menjadi pribadi yang lebih disiplin.
Tanggung jawab dapat ditanamkan melalui tugas-tugas sederhana yang sesuai dengan usia anak, misalnya merapikan mainan, membantu menyiapkan meja makan, atau menyelesaikan pekerjaan rumah yang ringan.
Aktivitas semacam ini bukan sekadar kewajiban, tetapi sarana untuk mengajarkan anak tentang konsekuensi dari tindakan mereka serta pentingnya menepati komitmen.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Dikutip dari buku Anak Hebat Dimulai dari Rumah karya Amir Ma’ruf, pengalaman menyelesaikan tugas secara konsisten juga meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri anak.
Mereka belajar bahwa setiap tindakan memiliki dampak, dan keberhasilan mereka dalam memenuhi tanggung jawab menjadi sumber kebanggaan pribadi.
Dengan begitu, tanggung jawab tidak hanya membentuk disiplin, tetapi juga menumbuhkan keyakinan diri yang sehat.
Disiplin sendiri bukanlah tujuan akhir, melainkan alat untuk membantu anak meraih visi dan tujuan hidup mereka.
Pentingnya Mengembangkan Rasa Tanggung Jawab pada Anak
Proses ini ibarat seorang tukang kebun yang merawat tanamannya: memerlukan kesabaran, perhatian, dan upaya yang konsisten.
Orang tua berperan sebagai pengasuh yang membimbing, memupuk, dan menanamkan nilai-nilai tanggung jawab dengan penuh kasih sayang.
Dengan bimbingan yang tepat, anak akan berkembang menjadi pribadi yang tangguh, mampu menghadapi tantangan dan badai kehidupan, serta memiliki arah dan visi yang jelas.
Baca juga: Tahap Perkembangan Bicara Anak
Rasa tanggung jawab yang tertanam sejak dini menjadi fondasi penting bagi kemandirian, kedewasaan, dan kesuksesan mereka di masa depan.
Secara keseluruhan, mengembangkan rasa tanggung jawab bukan hanya membentuk anak yang disiplin, tetapi juga menyiapkan mereka menjadi individu yang mandiri, percaya diri, dan siap menghadapi kehidupan dengan bijak.[Sdz]





