• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 21 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Wanita Bisa Lebih Militan dari Pria

19/12/2025
in Nasihat
Kepompong yang Hampir Usai

Ilustrasi, foto: birdsandblooms.com

71
SHARES
545
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

WANITA bisa lebih militan dari pria. Meskipun, fisiknya lebih lemah dari pria. Hal ini karena mentalitasnya yang kuat.

Ada seorang muslimah di masa awal dakwah Rasulullah yang begitu militan dan agresif dalam dakwah. Namanya, Ummu Syuraik radhiyallahu ‘anha. Ia berasal dari suku Ghatafan yang disegani di Mekah.

Suaminya bernama Abul Akr Ad-Dausi. Baik Ummu Syuraik maupun suaminya memang berasal dari satu suku di wilayah Ad-Dausi, sebuah wilayah di selatan Mekah yang sudah masuk wilayah Yaman.

Bisa dibilang, kehidupan Ummu Syuraik lebih banyak di Mekah saat awal dakwah Islam. Ia secara diam-diam mampu menembus rumah-rumah tokoh Quraisy melalui pendekatan ke wanita-wanita mereka.

Ada seorang pria Quraisy yang memarahi adiknya karena masuk Islam. Kemudian, ada orang lain yang membocorkan informasi kalau istrinya juga sudah masuk Islam.

“Ini ulah siapa?” tanya lelaki itu. Selidik punya selidik, ternyata itu adalah ‘kreasi’ dari Ummu Syuraik.

Akhirnya, mereka menangkap Ummu Syuraik. “Kalau bukan karena menghormati sukumu, kami sudah menyiksamu saat ini juga!” ucap mereka.

Mereka pun membawa Ummu Syuraik ke sukunya. Dan ternyata, sukunya memang menolak Islam. Ia pun disiksa dengan cara yang berbeda.

Ummu Syuraik diletakkan di atas unta tanpa pelana. Unta itu dibawa oleh tiga orang suku Ghatafan ke suatu tempat yang teriknya luar biasa. Selama tiga hari tiga malam. Selama itu, Ummu Syuraik tak diberikan minum dan makan.

Di saat keadaan seperti itulah, tiga lelaki itu menyarankan agar Ummu Syuraik kembali ke agama nenek moyang. Tapi, hal itu ditolaknya dengan sebuah isyarat: jari telunjuknya menunjuk ke arah langit.

Di saat istirahat, tiga lelaki itu ketiduran. Ummu Syuraik merasakan rasa dingin di badannya. Ia terkejut. Dalam sekaratnya, ia melihat ada wadah air yang melekat di tubuhnya.

Ia pun minum sepuasnya, bahkan membasahi wajah dan tubuhnya karena rasa panas luar biasa.

Di saat yang bersamaan, tiga lelaki yang menjaganya terbangun. Mereka kaget karena Ummu Syuraik memperoleh air. Dari mana?

“Apa kamu mencuri persediaan air kami?” tanya mereka.

Ummu Syuraik menolak. Dan, mereka pun kembali ke tenda mereka. Benar saja, persediaan air mereka masih terisi penuh.

“Dari mana air itu?” tanya mereka ke Ummu Syuraik.

“Dari Allah!” jawabnya dengan tegas.

Jawaban itu membuat mereka goyah, bingung, dan takut. Saat itulah, Ummu Syuraik menasihatinya tentang keagungan Allah subhanahu wata’ala.

Di luar dugaan, tiga lelaki itu akhirnya masuk Islam. Mereka pun melepas Ummu Syuraik.

Bagi Ummu Syuraik, tak ada tempat lain yang bisa ia tuju kecuali Madinah. Hal itu karena Rasulullah dan umat Islam sudah hijrah kesana, sementara suaminya juga sudah hijrah bersama Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang berasal dari suku yang sama.

Namun, ia merasa perlu ada teman untuk menempuh perjalanan sejauh itu. Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Ada seorang Yahudi dan istrinya yang akan pulang ke Madinah.

Yahudi itu memberikan kesan yang baik kepada Ummu Syuraik. Bahkan ketika Ummu Syuraik akan mencari persediaan air selama di perjalanan, Yahudi itu melarangnya. “Kami membawa persediaan air yang cukup!” seperti itu kira-kira ucapannya.

Mereka pun berangkat menuju Madinah. Gelagat buruk si Yahudi baru terlihat ketika Ummu Syuraik merasa butuh dengan air. Ia merasakan haus yang luar biasa.

“Kalau kamu mau air, kamu harus masuk agama Yahudi seperti kami,” ucap si Yahudi kepada Ummu Syuraik.

Ummu Syuraik pun menolak dengan tegas. Karena itu, si Yahudi meninggalkan Ummu Syuraik sendirian dalam keadaan lemah.

Saat itulah, pertolongan Allah kembali datang. Lagi-lagi, ada wadah air yang ‘turun dari langit’ untuk Ummu Syuraik. Kali ini bukan sekadar air. Warnanya putih seperti susu dan rasanya begitu manis seperti madu.

Ummu Syuraik bisa minum sepuasnya. Dari kesegaran itulah, ia akhirnya bisa menempuh perjalanan sangat jauh hingga tiba di Madinah.

Di Madinah, ia bisa bertemu dengan Rasulullah dan ahlul bait. Sayangnya, suaminya dikabarkan sudah meninggal dunia.

Namun begitu, Ummu Syuraik tetap Ummu Syuraik yang dulu. Ia begitu mandiri, lincah, dan cekatan. Tidak begitu lama, ia sudah memiliki kehidupan yang mapan di Madinah dari hasil kerja kerasnya.

Rumahnya yang megah kerap dijadikan kaum muslimin yang datang ke Madinah sebagai ‘guest house’. Mereka umumnya menginap sementara karena ada keperluan bertemu dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

**

Allah subhanahu wata’ala tidak membedakan mutu iman dan amal pria dan wanita. Keduanya berkedudukan sama di sisi Allah subhanahu wata’ala.

Karena itu, jangan merasa minder, merasa lemah, merasa tak mampu; ketika Anda sebagai muslimah. Seorang muslimah pun bisa lebih ‘kuat’ dan mapan dalam dakwah. [Mh]

 

 

 

Tags: Ummu SyuraikWanita Bisa Lebih Militan dari Pria
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Belajar Setangguh Nabi Ayub

Next Post

5 Kegiatan yang Bisa Dilakukan Seorang Muslim saat Malam Tahun Baru

Next Post
5 Kegiatan yang Bisa Dilakukan Seorang Muslim saat Malam Tahun Baru

5 Kegiatan yang Bisa Dilakukan Seorang Muslim saat Malam Tahun Baru

Penjelasan Lengkap Soal Rebo Wekasan dari Segi Syariah

Bacaan Doa Iftitah sesuai Sunnah Rasulullah

Pilih Sunscreen Sesuai Jenis Kulit agar Terlindung Maksimal

Pilih Sunscreen Sesuai Jenis Kulit agar Terlindung Maksimal

  • Pengguna Tranjateng bisa Masuk Wisata Dusun Semilir Kabupaten Semarang Secara Gratis

    Pengguna Tranjateng bisa Masuk Wisata Dusun Semilir Kabupaten Semarang Secara Gratis

    123 shares
    Share 49 Tweet 31
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8693 shares
    Share 3477 Tweet 2173
  • Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    355 shares
    Share 142 Tweet 89
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    977 shares
    Share 391 Tweet 244
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11478 shares
    Share 4591 Tweet 2870
  • Konsolidasi bersama Mitra, Ketua KPIPA: Membela Palestina Bukan Pekerjaan Pribadi

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3912 shares
    Share 1565 Tweet 978
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    242 shares
    Share 97 Tweet 61
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    257 shares
    Share 103 Tweet 64
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4443 shares
    Share 1777 Tweet 1111
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga