KELUARGA merupakan satu kesatuan: suami, istri, dan anak-anak. Tapi, perbedaan prinsip bisa saja terjadi.
Al-Qur’an menyebutkan tentang dua Nabi, tapi dengan keadaan istri yang buruk. Di sisi lain, ada seorang istri yang solehah tapi dalam penguasaan suami yang buruk.
Dua Nabi itu adalah Nabi Nuh alaihissalam dan Nabi Luth alaihissalam. Berbeda dengan Nabi Luth yang anak-anaknya tetap beriman, sementara Nabi Nuh satu anaknya mengingkari ayahnya.
Al-Qur’an bahkan memuat penggalan kisahnya yang begitu dramatis. Ketika azab banjir sudah datang, Nabi Nuh menawarkan anaknya yang ingkar itu untuk ikut bersamanya dalam kapal.
Tapi, sang anak menolaknya. Ia mengatakan, “Aku akan menuju gunung yang bisa melindungiku dari banjir besar.”
Nabi Nuh tidak menyerah. Ia menjelaskan lagi kalau tak seorang pun yang bisa selamat, kecuali yang ikut bersamanya di kapal. Tapi, anaknya yang ingkar tetap menolak.
Nabi Nuh tidak juga menyerah. Ia berdoa kepada Allah agar anaknya bisa diselamatkan. Karena ia menganggap bahwa anaknya adalah anggota keluarganya. Tapi, justru karena permohonan itulah, Allah menegur Nabi Nuh.
Sementara sang wanita solehah yang bersuamikan lelaki yang buruk adalah istri Firaun. Ia memang tak bisa mengajak suaminya untuk menerima hidayah. Tapi, ia mampu mempengaruhi suaminya untuk tidak membunuh dan menganiaya Nabi Musa alaihissalam.
Bahkan, karena upaya pengaruhnya itu, Nabi Musa dijadikan Firaun sebagai salah satu keluarga istana yang terhormat. Meskipun upaya luar biasa itu dilakoninya dengan tidak gampang.
**
Begitu banyak rahasia dan hikmah dari sosok tiga keluarga itu. Salah satunya, nikmat hidayah merupakan anugerah Allah yang begitu besar.
Dan, perbedaan bukan sebuah kemustahilan. Bahkan di masa Rasulullah dan sahabat radhiyallahum ajma’in pun hal itu tetap terjadi. Suami istri harus berpisah karena perbedaan prinsip ini.
Kesolehan dari seorang suami atau istri tidak menjaminnya bisa menyatukan keluarganya dalam iman dan Islam.
Selain bersabar dan istiqamah, doa merupakan senjata kita yang ampuh: Ya Allah, anugerahkanlah kami pasangan dan anak keturunan kami yang menjadi penyejuk hati kami. Dan jadikanlah kami sebagai pemimpin orang-orang yang bertakwa. [Mh]





