• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 19 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Healthy

Kurang Gerak Bisa Jadi Tingkatkan Risiko PCOS

19/07/2026
in Healthy
Kurang Gerak Bisa Jadi Tingkatkan Risiko PCOS

Foto: Pinterest

70
SHARES
538
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

GAYA hidup kurang gerak bisa jadi salah satu faktor meningkatnya risiko PCOS. Sejumlah gangguan pada sistem reproduksi kerap berkembang tanpa gejala yang mencolok, sehingga banyak perempuan baru menyadarinya ketika mengalami keluhan berulang.

Beberapa kondisi yang cukup sering ditemui ialah Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), polip endometrium, dan miom. Gangguan tersebut dapat dipicu oleh faktor hormon, infeksi, hingga gaya hidup yang kurang aktif.

Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya PCOS, yaitu gangguan hormonal yang dapat menyebabkan infertilitas.

Kebiasaan terlalu banyak duduk di kantor atau di rumah, lebih memilih kendaraan untuk jarak dekat, atau sering berbaring saat ada waktu kosong dapat memicu peningkatan berat badan dan obesitas.

Baca juga: Waspada Peringatan Dini PCOS yang Bisa Muncul Sebelum Menstruasi Pertama

Kurang Gerak Bisa Jadi Tingkatkan Risiko PCOS

Obesitas membuat gejala PCOS cenderung memburuk dan mempersulit perempuan untuk menurunkan berat badan. Pada perempuan yang sudah menikah, PCOS juga sering menjadi penyebab sulit hamil.

Gejala PCOS umumnya berupa siklus menstruasi yang tidak teratur. Hal ini dapat terjadi karena anovulasi, yaitu kondisi ketika ovarium tidak melepaskan sel telur selama siklus menstruasi.

Selain PCOS, polip endometrium juga menjadi gangguan reproduksi yang sering tidak menimbulkan gejala.

Polip merupakan tumor jinak di dalam rongga rahim yang dapat mengganggu proses implantasi atau penempelan embrio.

Seringkali pasien tidak bergejala. Namun bisa muncul bercak darah atau spotting di luar jadwal menstruasi, atau muncul flek setelah menstruasi berhenti.

Polip dapat tumbuh akibat gangguan hormon maupun infeksi. Untuk memastikan diagnosis, dokter biasanya menggunakan histeroskopi, alat yang memungkinkan pemeriksaan sekaligus tindakan pengangkatan polip melalui prosedur minimal invasif.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Miom atau leiomioma adalah tumor jinak lain yang dapat tumbuh di rahim. Berbeda dengan polip, miom sering dikaitkan dengan faktor genetik, bukan infeksi atau gangguan hormon.

Miom dapat memicu perdarahan menstruasi yang lebih banyak dan memanjang. Kondisi ini kerap menyebabkan anemia dan mengganggu aktivitas harian. Meski ukurannya bervariasi, sebagian besar miom ditemukan dalam ukuran kecil.

Jika ukurannya menonjol ke arah rongga rahim, miom dapat berubah menjadi mioma submukosum, yang membuat perdarahan semakin sulit berhenti dan meningkatkan risiko infertilitas. [Din]

Tags: Kurang GerakPCOSRisiko PCOS
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

40 Kalimat Inspiratif dalam Parenting

Next Post

Gantungan Kunci Berbentuk Boneka, Bolehkah Dipakai?

Next Post
Gantungan Kunci Berbentuk Boneka, Bolehkah Dipakai?

Gantungan Kunci Berbentuk Boneka, Bolehkah Dipakai?

Lima Penyebab Kulit Kering

Lima Penyebab Kulit Kering

AWQAF Institute Bersama BWI Provinsi Riau Gelar Webinar Korporatisasi Wakaf, Dorong Transformasi Nazhir Menuju Pengelolaan Wakaf yang Profesional dan Produktif

AWQAF Institute Bersama BWI Provinsi Riau Gelar Webinar Korporatisasi Wakaf, Dorong Transformasi Nazhir Menuju Pengelolaan Wakaf yang Profesional dan Produktif

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9564 shares
    Share 3826 Tweet 2391
  • Resep Sambal Hijau Thailand yang Segar Pedas dan Lezat

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Masjid Apung An-Nur Resmi Dibuka Jadi Ikon Wisata Religi Baru di Jakarta

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Menghina Allah dalam Hati

    664 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1376 shares
    Share 550 Tweet 344
  • Kaldu Jamur untuk MPASI Anak Ini Manfaatnya dan Cara Aman Memberikannya

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Salimah Tulungagung Berbagi Tips Menua dengan Bahagia

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Wakaf Warrior Perluas Kolaborasi dengan Menggandeng Tiga Bank Syariah dan AWQAF Dental di ISEF 2026

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Event Dongeng dan Inspirasi Generasi Cinta Quran NPC

    112 shares
    Share 45 Tweet 28
  • Biden Tunjuk Muslim Sebagai Duta Kebebasan Beragama Internasional

    90 shares
    Share 36 Tweet 23
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga