• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 22 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Jangan Remehkan Anak Disabilitas

28/10/2025
in Nasihat
Palestina, Asqalan, dan Negeri Akhir Zaman

Ilustrasi, foto: ferreljenkins.blog

69
SHARES
529
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

CACAT fisik tak selalu menunjukkan suramnya masa depan anak. Selalu ada hikmah di balik ujian fisik.

Ada seorang anak laki-laki Palestina yang menakutkan Israel. Mimpi buruk dari anak itu masih meneror Israel hingga kini.

Ia lahir di Al-Jura, sebuah desa kecil di Ashkelon yang pada tahun 1936 itu masih menjadi wilayah Palestina. Ayahnya bernama Abdullah Yasin.

Ketika terjadi penguasaan wilayah Palestina oleh Israel pada tahun 1948, keluarga tersebut mengungsi ke Gaza. Dan di Gazalah, anak dari Abdullah Yasin itu tumbuh dan berprestasi.

Tapi, di usianya yang 16 tahun, anak itu mengalami kecelakaan karena olah raga gulat. Tulang belakangnya rusak hingga ia divonis dokter cacat seumur hidup. Padahal saat itu, ia sudah diterima Universitas Al-Azhar Kairo sebagai mahasiswa baru.

Keluarganya tentu merasa gelisah. Bagaimana masa depan anak ini dengan cacat seumur hidup. Ia harus selalu dengan kursi roda kemana pun pergi.

Tapi karena keuletan dan kecerdasan anak ini, ia bisa belajar dengan otodidak. Ia belajar dari banyak buku. Bisa dibilang, anak ini dinilai sebagai pemuda yang paling cepat dan rajin membaca. Tak heran jika mesti cacat, wawasannya begitu luas: tentang agama, filsafat, ekonomi, sosiologi, dan politik.

Di usianya yang duapuluhan, sebuah sekolah di Gaza memintanya untuk mengajar Bahasa Arab. Awalnya, sekolah itu agak ragu khawatir ia dilecehkan. Tapi, ternyata justru sebaliknya. Ia menjadi guru favorit untuk banyak siswanya.

Di usianya yang ke-24, ia menikah dengan seorang gadis bernama Halima. Dari pernikahan ini, keduanya dianugerahi Allah 11 anak: 3 laki-laki dan 8 perempuan.

Dalam keterbatasannya yang tak pernah lepas dari kursi roda, ia tetap aktif di organisasi. Pada tahun 1987, bersama dengan aktivis Ikhwan, ia mendirikan organisasi perlawanan terhadap Israel. Namanya Hamas.

Hanya dua tahun setelah deklarasi perlawanan itu, beliau ditangkap Israel untuk yang kedua kalinya. Tidak tanggung-tanggung, ia dijatuhi hukuman seumur hidup. Dan organisasi bentukannya dicap sebagai organisasi teroris.

Cap teroris ini bukan hanya dari Israel, tapi juga dari berbagai negara besar: Amerika, Inggris, Uni Eropa, Jepang, Australia, dan lainnya.

Tapi karena alasan kesehatan dan adanya kesepakatan dengan sejumlah negara Arab, ia dibebaskan dengan catatan. Ia dibebaskan setelah selama 9 tahun mendekam di penjara Israel.

Namun, meski dengan ancaman dan catatan, mujahid ini tetap aktif memimpin dan membina Hamas. Ia tidak pernah bersembunyi dari rumahnya, dan tak pernah menghilang dari rutinitasnya seperti ke masjid untuk shalat berjamaah.

Pada tahun 2003, sebuah rudal yang ditembakkan dari jet tempur Israel melesat ke sebuah gedung di mana ia tinggal. Sejumlah gedung di sekitar rumahnya itu hancur. Tapi, ia selamat.

Satu tahun kemudian, Israel kembali membidik mujahid yang cacat fisik ini. Sebuah helikopter Apache menembakkan rudal ke arahnya saat keluar dari masjid usai shalat Subuh berjamaah. Masjid itu hanya berjarak seratus meter dari rumahnya.

Mujahid ini syahid bersama dengan sejumlah orang yang berada di sekitarnya. Puluhan lainnya mengalami luka-luka termasuk dua anak laki-lakinya.

Sekjen PBB saat itu, Kofi Annan bersama 31 negara mengutuk pembunuhan brutal itu. Sang mujahid memang sudah syahid, tapi ‘karya’nya masih tetap menghantui Israel dan Amerika, hingga saat ini.

Beliau adalah Syaikh Ahmad Ismail Hasan Yasin, atau biasa dipanggil Syaikh Ahmad Yasin rahimahullah.

**

Jangan pernah putus harapan dengan keadaan anak yang cacat. Meski dengan berbagai kelemahan fisiknya, ia bisa menjadi sosok besar yang dihormati dunia.

Bantu mereka dengan kepercayaan diri untuk bisa bersaing dengan yang normal, doakan, dan berikan kesempatan. Insya Allah, selalu ada rahasia kebaikan di balik ujian kehidupan. [Mh]

 

 

 

 

 

Tags: Jangan Remehkan Anak Disabilitas
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Shalat Sambil Menggendong Bayi

Next Post

Kemuliaan Bersama Al-Qur’an

Next Post
Mengapa Al-Quran Menggunakan Past Tense untuk Peristiwa yang Akan Terjadi

Kemuliaan Bersama Al-Qur'an

Ayu Ting Ting Tampil Tertutup dan Hadiri Kajian Bersama Al-Habib Umar Bin Hafidz

Ayu Ting Ting Tampil Tertutup dan Hadiri Kajian Bersama Al-Habib Umar Bin Hafidz

Hal Fundamental dalam Pernikahan

Hal Fundamental dalam Pernikahan

  • Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    358 shares
    Share 143 Tweet 90
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8697 shares
    Share 3479 Tweet 2174
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    260 shares
    Share 104 Tweet 65
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    979 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Pengguna Tranjateng bisa Masuk Wisata Dusun Semilir Kabupaten Semarang Secara Gratis

    124 shares
    Share 50 Tweet 31
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    243 shares
    Share 97 Tweet 61
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4445 shares
    Share 1778 Tweet 1111
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11480 shares
    Share 4592 Tweet 2870
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3914 shares
    Share 1566 Tweet 979
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2323 shares
    Share 929 Tweet 581
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga