• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 12 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Jangan Remehkan Anak Disabilitas

28/10/2025
in Nasihat
Palestina, Asqalan, dan Negeri Akhir Zaman

Ilustrasi, foto: ferreljenkins.blog

69
SHARES
529
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

CACAT fisik tak selalu menunjukkan suramnya masa depan anak. Selalu ada hikmah di balik ujian fisik.

Ada seorang anak laki-laki Palestina yang menakutkan Israel. Mimpi buruk dari anak itu masih meneror Israel hingga kini.

Ia lahir di Al-Jura, sebuah desa kecil di Ashkelon yang pada tahun 1936 itu masih menjadi wilayah Palestina. Ayahnya bernama Abdullah Yasin.

Ketika terjadi penguasaan wilayah Palestina oleh Israel pada tahun 1948, keluarga tersebut mengungsi ke Gaza. Dan di Gazalah, anak dari Abdullah Yasin itu tumbuh dan berprestasi.

Tapi, di usianya yang 16 tahun, anak itu mengalami kecelakaan karena olah raga gulat. Tulang belakangnya rusak hingga ia divonis dokter cacat seumur hidup. Padahal saat itu, ia sudah diterima Universitas Al-Azhar Kairo sebagai mahasiswa baru.

Keluarganya tentu merasa gelisah. Bagaimana masa depan anak ini dengan cacat seumur hidup. Ia harus selalu dengan kursi roda kemana pun pergi.

Tapi karena keuletan dan kecerdasan anak ini, ia bisa belajar dengan otodidak. Ia belajar dari banyak buku. Bisa dibilang, anak ini dinilai sebagai pemuda yang paling cepat dan rajin membaca. Tak heran jika mesti cacat, wawasannya begitu luas: tentang agama, filsafat, ekonomi, sosiologi, dan politik.

Di usianya yang duapuluhan, sebuah sekolah di Gaza memintanya untuk mengajar Bahasa Arab. Awalnya, sekolah itu agak ragu khawatir ia dilecehkan. Tapi, ternyata justru sebaliknya. Ia menjadi guru favorit untuk banyak siswanya.

Di usianya yang ke-24, ia menikah dengan seorang gadis bernama Halima. Dari pernikahan ini, keduanya dianugerahi Allah 11 anak: 3 laki-laki dan 8 perempuan.

Dalam keterbatasannya yang tak pernah lepas dari kursi roda, ia tetap aktif di organisasi. Pada tahun 1987, bersama dengan aktivis Ikhwan, ia mendirikan organisasi perlawanan terhadap Israel. Namanya Hamas.

Hanya dua tahun setelah deklarasi perlawanan itu, beliau ditangkap Israel untuk yang kedua kalinya. Tidak tanggung-tanggung, ia dijatuhi hukuman seumur hidup. Dan organisasi bentukannya dicap sebagai organisasi teroris.

Cap teroris ini bukan hanya dari Israel, tapi juga dari berbagai negara besar: Amerika, Inggris, Uni Eropa, Jepang, Australia, dan lainnya.

Tapi karena alasan kesehatan dan adanya kesepakatan dengan sejumlah negara Arab, ia dibebaskan dengan catatan. Ia dibebaskan setelah selama 9 tahun mendekam di penjara Israel.

Namun, meski dengan ancaman dan catatan, mujahid ini tetap aktif memimpin dan membina Hamas. Ia tidak pernah bersembunyi dari rumahnya, dan tak pernah menghilang dari rutinitasnya seperti ke masjid untuk shalat berjamaah.

Pada tahun 2003, sebuah rudal yang ditembakkan dari jet tempur Israel melesat ke sebuah gedung di mana ia tinggal. Sejumlah gedung di sekitar rumahnya itu hancur. Tapi, ia selamat.

Satu tahun kemudian, Israel kembali membidik mujahid yang cacat fisik ini. Sebuah helikopter Apache menembakkan rudal ke arahnya saat keluar dari masjid usai shalat Subuh berjamaah. Masjid itu hanya berjarak seratus meter dari rumahnya.

Mujahid ini syahid bersama dengan sejumlah orang yang berada di sekitarnya. Puluhan lainnya mengalami luka-luka termasuk dua anak laki-lakinya.

Sekjen PBB saat itu, Kofi Annan bersama 31 negara mengutuk pembunuhan brutal itu. Sang mujahid memang sudah syahid, tapi ‘karya’nya masih tetap menghantui Israel dan Amerika, hingga saat ini.

Beliau adalah Syaikh Ahmad Ismail Hasan Yasin, atau biasa dipanggil Syaikh Ahmad Yasin rahimahullah.

**

Jangan pernah putus harapan dengan keadaan anak yang cacat. Meski dengan berbagai kelemahan fisiknya, ia bisa menjadi sosok besar yang dihormati dunia.

Bantu mereka dengan kepercayaan diri untuk bisa bersaing dengan yang normal, doakan, dan berikan kesempatan. Insya Allah, selalu ada rahasia kebaikan di balik ujian kehidupan. [Mh]

 

 

 

 

 

Tags: Jangan Remehkan Anak Disabilitas
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Shalat Sambil Menggendong Bayi

Next Post

Kemuliaan Bersama Al-Qur’an

Next Post
Mengapa Al-Quran Menggunakan Past Tense untuk Peristiwa yang Akan Terjadi

Kemuliaan Bersama Al-Qur'an

Ayu Ting Ting Tampil Tertutup dan Hadiri Kajian Bersama Al-Habib Umar Bin Hafidz

Ayu Ting Ting Tampil Tertutup dan Hadiri Kajian Bersama Al-Habib Umar Bin Hafidz

Hal Fundamental dalam Pernikahan

Hal Fundamental dalam Pernikahan

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8853 shares
    Share 3541 Tweet 2213
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1078 shares
    Share 431 Tweet 270
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11568 shares
    Share 4627 Tweet 2892
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3987 shares
    Share 1595 Tweet 997
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2265 shares
    Share 906 Tweet 566
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3456 shares
    Share 1382 Tweet 864
  • Ini Kandungan Anggur Hijau yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Otak

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Selebgram Larissa Chou Menggugat Cerai Sang Suami, Pentingnya Menjaga Amanah Pernikahan

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Cara Mengukur Kaki untuk Sepatu yang Benar

    200 shares
    Share 80 Tweet 50
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4673 shares
    Share 1869 Tweet 1168
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga