HIDUP ini tak jauh dari keadaan susah dan senang. Tapi, jangan salah sangka dengan yang terlihat menyusahkan.
Ada seorang petani yang begitu sayang dengan keledainya. Hal ini karena keduanya saling membantu. Petani merawat keledai, dan keledai mengangkut hasil panen petani.
Suatu kali, ada musibah menimpa keledai. Ia terjerembab dan masuk ke sebuah sumur dalam yang tak lagi digunakan warga. Syukurnya, sumur dalam itu masih kering.
Merasa tak mampu mengeluarkan keledai sendirian, petani minta bantuan warga. Ada yang menjirat keledai melalui tambang, ada yang mencoba turun ke dalam sumur, dan lainnya.
Pendek kata, upaya yang merepotkan itu tak membuahkan hasil. Warga menyerah, begitu pun sang petani. Sementara itu, dari dalam sumur suara keledai terus berteriak seperti meminta tolong.
Karena tak sanggup mendengar suara teriakan keledai, sang petani memutuskan untuk mengubur keledai dengan menutup lubang sumur dengan tanah. Para warga pun ikut membantu.
Tapi, setiap kali seember tanah dimasukkan ke lubang sumur, sang keledai justru menghindar dan menaiki tanah yang baru masuk ke dasar sumur. Begitu seterusnya, hingga sumur hampir penuh dengan tanah.
Dengan kata lain, niat petani dan warga untuk mengubur keledai dengan memasukkan tanah ke sumur, justru membantu keledai bisa keluar dari lubang sumur.
Ketika sumur sudah penuh dengan tanah, keledai akhirnya bisa keluar dari lubang sumur dengan mudah.
“Alhamdulillah,” ucap petani dan warga.
**
Jangan salah sangka dengan berbagai cobaan yang seolah ‘mengubur’ kita. Cobalah selalu berpikir positif dan tetap optimistis. Karena cobaan yang terlihat seperti menyusahkan sebenarnya sedang mengangkat nilai diri kita ke tingkat yang jauh lebih baik. [Mh]