• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 22 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Posisi Ulama dan Umaro

13/02/2025
in Nasihat
Posisi Ulama dan Umaro

Ilustrasi, foto: ngobibareng.id

77
SHARES
591
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ULAMA berperan membimbing umat. Umaro berperan melayani dan melindungi. Tapi kendali tetap di tangan ulama.

Ada sisi lain yang menarik dari para ulama salaf, atau ulama generasi awal setelah masa Sahabat Nabi. Mereka tekun membimbing umat, tapi di sisi lain, tegas terhadap umaro atau pemerintah.

Salah satunya Imam Abu Dawud rahimahullah yang hidup di abad kedua hijriyah. Ulama fikih dan hadis ini pernah ‘didekati’ amir atau penguasa saat itu: Amir Al-Muwaffiq.

Al-Muwaffiq meminta agar Abu Dawud tidak lagi tinggal di Bagdad. Melainkan pindah ke Bashrah. Mungkin hal itu berkaitan dengan permintaannya yang kedua.

Kedua, Abu Dawud diminta bisa mengajarkan secara khusus anak-anak Al-Muwaffiq.

Permintaan pertama disetujui Abu Dawud. Tapi yang kedua ditolak. Guru dari Imam Tirmidzi dan Nasa’i ini menolak mengajar secara khusus keluarga istana.

“Mereka harus duduk bersama-sama dengan umat Islam yang lain,” tegas Abu Dawud.

Akhirnya disepakati, keluarga istana yang ikut pengajian Imam Abu Dawud memang duduk bersama dengan peserta yang lain. Tapi, diberikan tempat khusus yang disekat dengan tirai.

Persoalan ini pula yang dialami Imam Bukhari hingga akhir hayatnya. Beliau tetap menolak mengajar secara khusus keluarga istana, sementara amir saat itu memaksa Imam Bukhari mau datang ke istana.

Karena tidak ada kata sepakat, Imam Bukhari diusir dari wilayah kekuasaan amir itu. Penulis kitab yang berniai sakral kedua setelah Al-Qur’an itu pun meninggal dunia dalam masa ‘pengasingan’ itu.

Begitu pun dengan Imam Malik rahimahullah. Guru Imam Syafi’i ini memberikan dalih ke penguasa saat itu: al ilmu yu’ta walaa ya’ti. Ilmu itu didatangi, bukan mendatangi.

**

Sedemikian wara’-nya, sedemikian hati-hatinya para ulama salaf dengan istana; mereka tidak ingin memberikan hak istimewa pada keluarga istana dengan mendatangi istana. Meskipun dengan acara mulia, yaitu mengajar ilmu Islam ke keluarga istana.

Kenapa? Karena mereka tidak ingin meletakkan fatwa di bawah kendali istana. Fatwa agama harus di atas segalanya. Termasuk, kebijakan istana.

Jadi, bukan mengharamkan hubungan baik dengan istana. Tapi, lebih karena ingin menjaga kemandirian fatwa yang murni berdasarkan dalil-dalil yang sahih, meskipun akan bertentangan dengan kebijakan istana. [Mh]

 

 

Tags: Posisi Ulama dan Umaro
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kemenag Berencana Menggelar Sidang Isbat pada 28 Februari 2025 Mendatang

Next Post

Makna Kunjungan Erdogan ke Indonesia

Next Post
Makna Kunjungan Erdogan ke Indonesia

Makna Kunjungan Erdogan ke Indonesia

Kemandirian dan Kebersamaan dalam Keluarga

Kemandirian dan Kebersamaan dalam Keluarga

Mendorong Brand Lokal, Scarf Media Gelar Ramadhan Nostalgic

Mendorong Brand Lokal, Scarf Media Gelar Ramadhan Nostalgic

  • Pahlawan yang Layak

    Hari Kartini, Mengenal 4 Pahlawan Berhijab asal Indonesia

    798 shares
    Share 319 Tweet 200
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8242 shares
    Share 3297 Tweet 2061
  • Yuk Berburu Menu Vegetarian di Vegan Festival Indonesia 2018

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • Menghina Allah dalam Hati

    456 shares
    Share 182 Tweet 114
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3695 shares
    Share 1478 Tweet 924
  • Peran Besar Kaum Perempuan Terhadap Perubahan

    1162 shares
    Share 465 Tweet 291
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11268 shares
    Share 4507 Tweet 2817
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4227 shares
    Share 1691 Tweet 1057
  • Pimpin Upacara Hari Kartini, Faelasufa Dorong Affordable Child Care di Batang

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3303 shares
    Share 1321 Tweet 826
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga