• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 29 November, 2025
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Singkong jadi Komoditas Bernilai Tinggi Menghasilkan Bioplastik Ramah Lingkungan

Januari 29, 2025
in Berita
Singkong jadi Komoditas Bernilai Tinggi Menghasilkan Bioplastik Ramah Lingkungan

Foto: Pinterest

95
SHARES
734
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SINGKONG yang selama ini dikenal sebagai bahan pangan murah berhasil disulap menjadi komoditas bernilai tinggi, seperti bioplastik ramah lingkungan yang telah menembus pasar global, termasuk Jepang.

Singkong yang dikenal juga sebagai singkong memiliki kandungan pati (pati) tinggi yang menjadi bahan utama dalam pembuatan bioplastik.

Proses ini melibatkan ekstraksi pati singkong yang kemudian diolah menjadi bahan biodegradable, yang dapat terurai secara alami dalam waktu singkat tanpa meninggalkan residu berbahaya bagi lingkungan.

Baca juga: Penggunaan QRIS Berbasis Tap NFC Untuk MRT dan KRL

Singkong jadi Komoditas Bernilai Tinggi Menghasilkan Bioplastik Ramah Lingkungan

Keberhasilan ini adalah hasil kolaborasi antara Greenhope, Kelompok Tani Setia, dan para pemangku kepentingan, yang memberikan pelatihan intensif, pendampingan berkelanjutan, serta dukungan fasilitas produksi kepada petani lokal di Desa Cikarawang.

Produk inovatif yang dihasilkan dari singkong meliputi tepung mocaf, mi instan mocaf, hingga bioplastik berbasis singkong dengan teknologi seperti Ecoplas dan Naturloop.

Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah singkong, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan dengan menghadirkan alternatif ramah lingkungan untuk plastik konvensional.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Good News From Indonesia (@gnfi)

Sebagai salah satu produsen singkong terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk memanfaatkan bahan ini dalam industri bioplastik. Hal ini dapat membuka peluang pasar baru bagi petani lokal sekaligus meningkatkan pendapatan mereka.

Dengan bioplastik berbahan singkong, penggunaan plastik konvensional berbahan dasar minyak bumi dapat dikurangi secara signifikan, membantu mengatasi krisis sampah plastik yang merusak ekosistem.

Inovasi ini sejalan dengan konsep ekonomi hijau, di mana proses produksi dan konsumsi berorientasi pada keberlangsungan lingkungan.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

tanggapan terhadap produk ramah lingkungan terus meningkat di pasar global. Bioplastik berbahan singkong dapat menjadi produk ekspor unggulan yang memperkuat posisi Indonesia di pasar internasional.

Singkong yang dulunya hanya dikenal sebagai bahan makanan tradisional, kini menunjukkan potensi luar biasa sebagai solusi ramah lingkungan.

Dengan memanfaatkan komoditas lokal ini, Indonesia tidak hanya dapat mengatasi masalah limbah plastik, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru yang berkelanjutan. [Din]

Tags: Singkong jadi Komoditas Bernilai Tinggi Menghasilkan Bioplastik Ramah Lingkungan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Utang Menjadi Pemberat di Akhirat

Next Post

Mengikuti Jalan-Jalan Syaitan, Melemahkan Iman

Next Post
Mengikuti Jalan-Jalan Syaitan, Melemahkan Iman

Mengikuti Jalan-Jalan Syaitan, Melemahkan Iman

Delapan Minuman untuk Mengatasi Tekanan Darah Rendah

Delapan Minuman untuk Mengatasi Tekanan Darah Rendah

Kisah Ummu Kultsum binti Abu Bakar, Adik Aisyah binti Abu Bakar

Kisah Ummu Kultsum binti Abu Bakar, Adik Aisyah binti Abu Bakar

  • Pernikahan Fiki Naki dan Tinandrose Menarik Perhatian Publik

    Pernikahan Fiki Naki dan Tinandrose Menarik Perhatian Publik

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Nur Izzaty Hafizah, Meninggal Dunia Akibat Infeksi Bagian Paru-Paru

    166 shares
    Share 66 Tweet 42
  • Dari Mandi Lumpur Hingga Makan Cicak, Muhammadiyah Soroti Fenomena Ngemis Online di Tiktok

    128 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    439 shares
    Share 176 Tweet 110
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3234 shares
    Share 1294 Tweet 809
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5159 shares
    Share 2064 Tweet 1290
  • Jangan Putus Asa, Ada 20 Pintu Rezeki yang Bisa Kamu Usahakan

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Islamic Relief Indonesia Dirikan 83 Huntara di Cianjur dan Cash Voucher untuk 5.600 Penerima Manfaat

    164 shares
    Share 66 Tweet 41
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1590 shares
    Share 636 Tweet 398
  • 9 Alasan Kenapa Kita Harus Bersyukur

    191 shares
    Share 76 Tweet 48
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga