• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 30 November, 2025
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Revolusi Nuzulul Quran

Maret 17, 2025
in Berita
Memulai Hari dengan Al-Qur'an: Sebuah Sumber Keberkahan

foto: pixabay

72
SHARES
550
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

REVOLUSI Nuzulul Quran merupakan bagian dari serial Tazkiyatun Nafs yang ditulis Djoko P. Abdullah.

Dengan ilmu hidup menjadi mudah. Dengan Agama hidup menjadi terarah. Dengan seni hidup menjadi indah.

Minat membaca buku di Indonesia terperosok pada angka mengenaskan, yakni 60 dari 61 negara. Artinya, aktivitas literasi di Indonesia berada dalam kondisi emergency. Semua orang barangkali tidak menampik bahwa aktivitas literasi mendeterminasi orang dalam memahami sesuatu.

Aktivitas literasi yang buruk tersebut diiringi dengan ketidakadilan sosial-ekonomi yang masif. Hampir dapat dipastikan, kita sering menyaksikan perampasan ruang hidup rakyat. Aparat yang represif dan brutal dalam bertugas, pelecehan seksual tanpa pandang busana dan usia, serta pejabat negara yang menetapkan kebijakan dengan sewenang-wenang dan curang.

Sama-sama kita paham bahwa Wahyu yang pertama kali turun adalah perintah membaca. Perintah membaca tersebut kemudian dikaitkan dengan ayat-ayat selanjutnya yang menerangkan bahwa bahan dan proses penciptaan manusia begitu mengagumkan.

Hal ini bertentangan dengan teori Darwin yang meyakini bahwa karakter asli manusia itu egoistik dan individualistik karena manusia berasal dari primata-primata ratusan tahun yang lalu yang saling cakar-mencakar untuk mempertahankan hidup (survival of the fittest) .

Dengan demikian, karakter egoistik dan individualistik yang kini merajalela di mana-mana bukan dari bahan dasar manusia, melainkan hasil konstruksi struktur sosial bernama kapitalisme.

Baca juga: Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar

Revolusi Nuzulul Quran

Jadi, spirit Iqra harus diaktualisasikan sebagai risalah untuk membaca dan kemudian bergerak melawan dan mendobrak sistem yang destruktif tersebut demi terwujudnya peradaban yang menjunjung tinggi nilai kamanusiaan.

Tema pokok sentral lain dari Al-Qur’an yang sangat penting adalah konsep tazkiyatunnufus (pensucian hati).

Tazkiytunnufus tentu tidak hanya sebatas pada persoalan batiniah belaka. Lebih jauh lagi, tazkiyatunnufus juga cara untuk mensucikan berbagai anggota tubuh kita seperti tangan, kaki, mata, telinga dan lainnya.

Apa jadinya jika kita bercermin di cermin yang retak? Imam Ghazali menggambarkan orang yang kotor jiwanya seperti orang yang bercermin di cermin yang retak. Obyek wajah di cermin itu tidak beraturan. Bibir tidak simetris. Hidung tidak jelas. Mata terlihat berantakan.

Orang yang jiwanya kotor, maka memandang sesuatu yang baik menjadi buruk. Celakanya ada intervensi syaitan di sana. Syaitan secara khusus, ada yang bekerja mengambil startegi merusak jiwa, sebagai pusat sistem manusia yang bernama qalbu (hati).

Ketika Nabi SAW berpesan “Istafti qalbak”, (mintalah fatwa pada hatimu). Kebaikan adalah sesuatu yang membuat jiwa dan hati tenang dan keburukan adalah sesuatu yang membuat jiwa gelisah dan hati bimbang. Di sini hati menjadi tempat bertanya manusia kalau harus memutuskan sesuatu yang penting. Selain merupakan cahaya batiniah, inspirasi, kreativitas. Hati juga bisa mengetahui apa yang diinginkan oleh sesuatu yang rasional.

Di manakah hati berada? Biasanya orang menjawab terdapat di dalam dada. Jawaban seperti ini tidaklah salah. Sebab menurut seorang sufi modern Inayat Khan, ada pusat saraf di dalam dada manusia yang demikian sensi terhadap berbagai perasaan, sehingga selalu diasumsikan sebagai hati. Bilamana seseorang merasakan kenikmatan, sesungguhnya itu berada di pusat saraf tersebut. Dia merasakan sesuatu bersinar dalam dadanya, dan melalui pusat cahaya itu seluruh wujudnya tampak bersinar; dia merasa seperti sedang terbang. Pun kalau seorang sedang dilanda depresi atau frustasi, perasaan tersebut mempengaruhi pusat saraf tersebut. Dadanya terasa sempit dan sesak, seperti tertindih batu besar.

Namun hakikatnya kita tidak tahu di mana hati itu berada, karena ia bersifat ruhani. Ia adalah titik tengah antarq nafsu dan ruh. Imam Al- Ghazali menyebut hati sebagai lathifah rabbaniyah ruhaniyah sesuatu yang super lembut yang berasal dari Tuhan dan bersifat ruhaniyah.

Ingat tamasya da’iyah tidak definit dengan mobil, kereta atau pesawat. Sebab kendaraannya yang hakiki adalah; hati yang semarak dengan iman, tsiqah terhadap janji Allah, harapan pertolongan-Nya serta cinta tak bertepi dalam beramal untuk dakwah.

Alangkah butuhnya para da’i memilikinya kondisi hati seperti ini.

Masyarakat Arab yang dikenal keras kepala, kasar, dan sulit berubah ternyata bisa luluh dan bergetar hatinya ketika.menyimak kebenaran dan keindahan Al-Qur’an. Semula mayoritas masyarakat menolak. Namun perlahan tapi pasti dengan ketulusan dan kelembutan hati Rasullah SAW, pesan moral itu menyentuh hati mereka.

Mengapa masyarakat kemudian berubah dari kesyirikan menjadi tauhid. Dari masyarakat biadab menjadi beradab. Apa yang menjadi faktor pemicu dan pemacu transformasi mereka? Jawabannya satu: Nuzul Al-Quran.

Romould Landau, perwira Dinas Luar Negeri sekaligus penulis spesialis pada budaya Arab dan Islam mengatakan dan telah menunjukkan betapa besar utang Eropa kepada penemuan kaum muslimin. Menurut pandangannya, telah menjadi tradisi orang mengatakan bahwa agama merupakan penghambat kemajuan dan perkembangan sains. Keberhasilan ilmiah orang Arab memperlihatkan tidak demikian halnya. Apa yang sering menghambat ilmu pengatahuan di Barat bukanlah agama. Tetapi penafsiran sempit yang dogmatis dan doktriner mengenai kebenaran agama oleh penguasa gereja yang konservatif. Penghukuman Galileo, seorang filsuf dan ilmuwan terkemuka, atau pembakaran hidup- hidup terhadap para ilmuwan, adalah contoh yang tak terbantahkan. Kebanyakan penemuan matematika orang Arab diperoleh bukan tanpa argumen agama, tetapi justru karena faktor yang satu itu. Agama adalah pendorong ilmuwan Arab untuk tidak membatasi pada suatu bidang saja. (The Arab Heritage of Western Civilization).

Tags: Revolusi Nuzulul Quran
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Tadabbur Kisah Bayi Musa dan Ibunya

Next Post

Tolong, Ibuku Tidak Mencintai Aku

Next Post
Tolong, Ibuku Tidak Mencintai Aku

Tolong, Ibuku Tidak Mencintai Aku

Orang Buta Lebih Empati dari Yang Normal

Hati-hati dengan Niat

Terjebak dengan Persepsi

Terjebak dengan Persepsi

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7668 shares
    Share 3067 Tweet 1917
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3237 shares
    Share 1295 Tweet 809
  • AAW Unpad Pertemukan Profesor Amerika dan Jurnalis Indonesia

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Pernikahan Fiki Naki dan Tinandrose Menarik Perhatian Publik

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • The Ultimate Acropolis, Mengunjungi Spot Yunani Kuno yang Mengagumkan

    203 shares
    Share 81 Tweet 51
  • Resep Seblak Mie Shirataki, Ide Olahan Menu Otentik untuk yang Sedang Diet

    187 shares
    Share 75 Tweet 47
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4010 shares
    Share 1604 Tweet 1003
  • Gading Paradise Kebumen Menghadirkan Wisata ala Eropa

    278 shares
    Share 111 Tweet 70
  • Global Peace Convoy Indonesia Minta Pemerintah Kawal Relawan di Global Sumud Flotilla

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Palestina Alquds Resto and Cafe, Tempat Makan Unik di Bogor dengan Hiasan Dinding Ornamen Masjidil Aqsha

    243 shares
    Share 97 Tweet 61
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga